Sunday, 25 March 2012

Just Listening, and... am i "lugu" person???

Hm.. masalah.. setiap orang punya masalah. Dan.. ini tergolong positif atau tidak??? Opi sering dijadikan tempat curhat, alasannya "Opi pendengar yang baik"... 
Niat awal sih, kalau seandainya mendengarkan curhatan mereka, mereka menjadi "plong", kenapa tidak? Toh, Opi hanya menggunakan sepasang telinga yang diberikanNYA, yang memang untuk saling menolong kan??? Dan Opi berfikir, daripada Opi tidak bisa apa-apa, mending Opi bisa mendengarkan separuh isi hati mereka... Just Listening... And made them glad... Just it...

But, terkadang, "kemauan untuk melakukan apapun yang mereka minta, penurut" sifat ini jadi bikin aku dicap oleh beberapa sebagai orang yang lugu. Apa itu lugu??? apakah lugu itu baik atau buruk??? Sepertinya Opi sudah pernah menanyakan hal yang sama di blog ini... Jadi musti bagaimana??? Baiknya Opi tetap mendengarkan dan lugu, atau berubah sikap??? Hm.. its a life... Ada-ada saja... bingung dengan penilaian orang yang mencapku lugu... hahay.. ntar deh, abis ujian di searching apa itu arti LUGU.. kekekkeke :p

Sekarang waktunya fokus UTS. SEMANGAAAAAAAAAT!!! ALLAHU AKBAR!!! ^_^ ^_^

Friday, 23 March 2012

My Adventure to Monumen Pancasila Sakti

Today is adventure day... hehehe.. Walau sudah di Jakarta, keinginan untuk mejelajah tetap besar. Walau mulainya dari hal yang kecil dulu, salah satu contohnya adalah Monumen Pancasila Sakti ini... Museum ini berisi tentang perjuangan bangsa Indonesia. Ada beberapa hal yang membuat Opi tertarik untuk share cerita hari ini.


1. Tampilan animasi, atau, hm.. apa sih namanya ya... Pokoknya, bagaimana si designer merancang sebuah gambaran tentang perjuangan pahlawan-pahlawan kita, GREAT!!! Jadi, dalam suatu box, dibuatkan miniatur (oya, miniatur deh bahasa yang lebih tepatnya.. hehe :p) yang menggambarkan suasana peperangan, suasana kegelisahan, pembunuhan, penyiksaan ketika Indonesia masih dijajah. Miniaturnya bagus banget, berasa nyata dan sangat.. mmm... WONDERFULL... ^_^ ^_^
Lihat deh, beberapa miniatur yang Opi jepret dengan kamera Sony Ericsson X-Ray...


 Foto: Seperti nyata.. Ini miniatur lho... 


2. Ketertarikan Opi tentang sebuah ruangan kecil yang setiap kursinya di tempati oleh orang-orang hebat yang mempunyai pemikiran-pemikiran bermanfaat. Mungkin boleh dibilang itu adalah sebuah ruang pertemuan yang mirip dengan ruang pertemuan DPR saat ini. Tapi ruangan itu lebih kecil dan semua pesertanya hadir. 

Foto: Miniatur Ruang Pertemuan

Beda sekali dengan kondisi sekarang. Para anggota dewan tersebut, sudah diberi fasilitas lengkap, ruang yang besar, tapi masih saja tidak ditempati. Dan kalau dibandingkan dengan situasi saat ini, memang benar-benar berbeda. Dulu di sebuah organisasi itu, hanya terdiri dari beberapa orang saja, dan semua terlibat, semua mempunyai idenya masing-masing, semua merupakan sukarelawan untuk meraih kemerdekaan. Tapi apa hasilnya setelah merdeka??? Para anggota yang katanya pembela rakyat, malah membantai rakyatnya secara tidak langsung. Diberikan posisi yang enak, malah disia-siakan. Mereka, duduk di ruang tersebut hanya untuk mengisi bangku yang tersedia atas nama mereka, bukan untuk memberikan pendapat, bukan untuk memberikan suatu pemikiran yang bisa memajukan bangsanya. Astaghfirullah, memang tidak semua yang begitu, tapi rata-rata begitu!!!! dan topik ini membuat Opi ingin membahas tentang kwalitas PNS yang.. hm.. boleh dikatakan tidak produktif. Opi pernah baca sebuah artikel dari Yahoo.. Katanya dalam tahun ini atau dalam tahun depan kalau nggak salah, pemerintah akan memecat PNS yang tidak produktif. GOOD!!! Opi setuju dengan hal itu. Lagian juga banyak sekali PNS yang cuma berleha-leha di saat waktu bekerja, dan ada juga yang bekerja hanya menunggu perintah dari atasan, bukan berinisiatif untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat kemajuan. Seharusnya, PNS itu adalah orang-orang yang hebat, orang-orang yang kreatif dalam membangung bangsa, bukan cuma orang-orang yang ingin mendapatkan segepok gaji dengan duduk berleha-leha di sebuah ruang perkantoran. Na'udzubillah. Dan kenapa PNS yang tidak produktif itu ada??? Bisa jadi saat pemilihan atau pengangkatan PNS, ada campur tangan pihak ketiga, kalau bahasa yang opi ngertinya "orang dalam", atau campur tangan sogok menyogok. Ah, kalau seandainya ada permainan campur tangan seperti itu, dan si calon PNS bisa memberikan kontribusi yang lebih baik untuk kemajuan bangsa sih ok, tapi, kenyataan yang terjadi saat sekarang adalah justru bukan begitu. Cara masuknya salah, dan bekerjanya pun sesukanya dan hal itu SALAH banget!!!

Salah satu teman Opi ada yang masuk ke sebuah kantor kementerian sebagai tenaga honor. Dia bercerita tentang situasi dan kondisi di kantor tempat ia ditempati. "Yang lain pada main laptop, pi... Ga ada kerjaan, dan mereka juga bawa laptop masing-masing, online, leyeh-leyeh"... Astaghfirullah... Hhhh.. kalau ga ada kerjaan sih mending ya, tapi kadang juga berfikir begini. Kalau emang ga ada yang mau dikerjakan, ya jangan menambah tenaga kerja lagi. Mungkin positif thinkingnya, untuk mengurangi pengangguran mungkin ya, tapi kalau hasilnya juga sama, dan tenaga pekerja yang di rekrut tersebut cuma bekerja santai2 saja, dan kemudian uang negara menjadi membengkak untuk menggaji PNS tersebut.. kan sama aja!!! ETIKA!!! CARA BERFIKIR!!! Mungkin hal inilah yang perlu diperbaiki oleh dan untuk bangsa ini... 

3. Hahay, abis bercerita tentang perbedaan nasionalisme sekarang dengan dulu, yuk liat tentang betapa tergugahnya Opi melihat Monumen yang begitu bersejarah tersebut. Lengkap dengan patung 7 orang pahlawan yang sangat berjasa, dan... Eng Ing Eng... Opi terkagum-kagum dengan Patung BURUNG GARUDA yang sangat besar. Dan di setiap perjalanan di museum tersebut, Opi sangat, sangat, dan sangat tertarik berfoto dengan Garuda ini... 


 
Foto: Lambang Negara Republik Indonesia ^_^ ^_^

4. Museum bukan sembarang museum. Awalnya Opi berpikir museum adalah sesuatu yang membosankan, tapi tidak juga. Banyak pelajaran yang didapat. Banyak hal yang bisa dijadikan objek foto-foto (hehe.. :p) dan tentunya... ternyata.. museum ini indaaaaaaaaaaah banget.. Bersih... Trus luaaaaaaaas... Alhamdulillah cuaca lagi cerah-cerahnya, jadi adeeem banget jalan-jalan di sekitaran museum, melihat saksi sejarah perjuangan pahlawan Indonesia.. 


Yuk kunjungi Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya Jakarta Timur... MERDEKA!!! ^_^ ^_^







Friday, 16 March 2012

TUJUAN PRAKTIKUM = TUJUAN HIDUP... :p


16 Maret 2012

Laporan praktikum mengajarkanku tentang arti sebuah kehidupan...
Karena ketidak mengertian opi dan tidak ada keterangan di modul praktikum, Tujuan praktikum ga jelas, dan akhirnya ga ngerti mo bahas apa. Adapun hasilnya, arahnya ga tau. Jadi ga bisa menarik kesimpulan. Sama halnya dengan hidup. Hidup kalau ga punya tujuan, emang sih masih jalan terus, dan hasilnya ada. Tapi apa tujuan utama kita? Nah, kalau tujuan hidup kagak jelas, hasilnya pun tidak jelas mengarah kemana. Walau emang ada hasil, tapi kesimpulan tidak bisa ditarik karena ketidak mengertian dan ketiadaan sebuah TUJUAN tadi.. ah belit-belit. Jadi bingung... Nih laporan praktikum apa hasilnya coba? Udah tujuan ga jelas, hasil punya kelompokku pun boleh dibilang tidak ada hasil sama sekali. Hew hew hew.. Tapi. Ambil hikmah dibalik semua ini. Belajar lagi.. lagi.. lagi.. dan lagi.. sampai nafas ini berhenti berhembus. Belajaaaaaaaar!!! SEMANGAAAAAAAT!!! J J


Hm.. tapi setelah dipikir-pikir dan dibaca lagi, dan berusaha mencari tujuan praktikum ini, tujuan praktikum Elisa adalah untuk mengetahui keberadaan (ada/tidaknya) antigen dan antibodi. So, kalau memang praktikum kelompok opi tidak melihatkan perubahan warna dan panjang gelombangnya malah lebih kecil dari kontrol, berarti, antigen dan antibodinya ga ada. Tapi pengujian keberadaan antigen dan antibodi ini dalam apa? Dalam streptavidine-HRP kah? Atau dalam O-phenylenediamine??? Nah dua nama tersebut sebenarnya apa sih??? Mbah googleeeeeeeeeeeeee... tolong akuuuuuuuuuuuu.. hehehe :p

Thursday, 15 March 2012

Hikmah Hari Ini...

Barusan opi baca status ini di facebook. Dari statusnya "Kembang Anggrek"



Jangan Terburu-buru Menilai Orang
Seorang dokter sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi. Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya “Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tahu, nyawa anak saya terancam jika tidak segera di operasi?!” Labrak si ayah.
Dokter itu tersenyum, “Maaf, saya sedang tidak di RS tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS.”
Lalu ia menuju ruang operasi, setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya. “Puji Tuhan, keadaan anak anda kini stabil.” Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tersebut berkata “Suster akan membantu anda jika ada yang ingin anda tanyakan.” Dokter tersebut berlalu.
“Kenapa dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!” Sang ayah berkata pada suster.
Sambil meneteskan air mata suster menjawab, “Anak dokter tersebut meninggal dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pada anak anda. Sekarang anak anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung.”
Jangan pernah terburu-buru menilai seseorang!
Tapi maklumilah tiap jiwa disekeliling kita yang menyimpan cerita kehidupan tak terbayangkan di benak kita.

Ada air mata dibalik setiap senyuman..
Ada kasih sayang dibalik setiap amarah..
Ada pengorbanan dibalik setiap ketidak pedulian..
Ada harapan dibalik setiap kesakitan..
Ada kekecewaan dibalik setiap derai tawa..

Semoga bermanfaat agar kita menjadi manusia dengan rasa maklum yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yang telah TUHAN berikan dalam hidup ini. INGAT, kita bukan satu-satunya manusia dengan segudang masalah.

Tersenyumlah ..
Senyum mampu membasuh setiap luka ..
Maafkanlah..
Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit..



Hm... tadi sebelum kuliah opi su'udzon sama salah satu dosen. Soalnya beliau sibuk sekali. Jadi, sering ga masuk kuliah. Dan hari ini, dari 4 kali pertemuan yang dijadwalkan, hari ini pertemuan awal dan akhir untuk kuliah bersama beliau dalam mata kuliah "Biologi Molekuler dan Genetika". Sempat kesal dengan si Dr. Karena beliau sering tidak hadir dikarenakan kesibukannya di sana sini, kemudian kita dikasih tugas, dan disuruh presentasi. Dari isu-isunya senior2 kita, katanya si dosen bersangkutan memang suka "semau gue". Presentasi pun, sering acak. Pilih sana, pilih sini semau dia. Jadinya juga opi semakin bernegative thinking. Tambah lagi teman-teman yang suka gosip juga jadi itung-itungan. salah satu teman kuliah pi ngomong gini "Kita kuliah kesini untuk diajarin, kalau kita disuruh baca, tanpa kuliah dikampus ini, juga kita bisa baca sendiri. Kita udah bayar mahal-mahal kesini, cuma disuruh baca... *kesel". Jadi tadi opi sempat bilang gini... "Si dosen kok gitu ya??? lebih mentingin urusannya yang di luar, daripada KEWAJIBANNYA ngajar kita..."

Astaghfirullah.. entahlah apa yang sedang beliau hadapi. Tapi dari cerita status di atas, opi jadi kepikiran, mungkin beliau ada beberapa hal yang benar-benar tidak bisa ditinggalkan. Dan perkuliahan pun sebentar saja. Presentasinya tidak jadi, beliau cuma tanya ini itu, menjelaskan sedikit hal, dan menyisipkan beberapa ayat Al-Qur;an yang berkaitan dengan kuliah hari ini. Subhanallah, ga nyangka kalau beliau sudah memaknai salah satu ayat Al-Qur'an... Padahal dandannya.. hm.. boleh dibilang, seksi banget... Ga pake jilbab, rambutnya warna merah keorange-an gitu, trus, pake baju pendek, sepaha. Trus, si teman kuliah, abis kuliah tadi juga ngegosipin si dosen. "ga ada yang sempurna, orang kalau udah pintar, dan terlalu mengejar dunia,  begitulah. Padahal si dosen pinter lho, sayang aja dia ga pake jilbab dan dandannya seperti itu"

Dan barusan juga Opi ngunjungin fb beliau, dan menemukan 1 file foto tentang perawatan rambut. Opi berpositif thinking, mungkin rambutnya di warna karena memang rambutnya sedang bermasalah, jadi, warna rambut mungkin merupakan effect dari perawatan rambut tadi. Astaghfirullah. Maafkan opi bu.. Ampuni hamba Ya Rabb... 

Dan memang benar, Jangan menilai orang terburu-buru. Orang-orang yang opi nilai bersikap buruk, malah mereka mempunyai kelebihan atau kebaikan-kebaikan lain di balik sifat mereka tersebut. 

4 Orang teman yang menjadi perhatian opi akhir-akhir ini...
1. Mbak Mega... Beliau seorang Hindu yang memang sangat pintar. Saking pintarnya, segala macam tugas, segala macam kuliah, dia ingin tampak perfect. Dan ga jarang juga opi dan Mbak hindun sering ngomongin beliau, karena ke-perfectsionis-annya yang terkadang membuat kita keder, dan kita sering dicuekin kalau memberikan ide kepadanya. Kalau ide yang kita berikan tidak menarik, dengan mudahnya beliau cuek abis.. Bagoos. hahay, tapi dibalik itu semua, dia punya alasan untuk itu. Masalah keluarga yang memang menurut opi lumayan complicated. Situasi yang menuntutnya untuk belajar lebih rajin. Belajarnya jalan, kerjanya juga jalan. Salut banget. Pulang kerja udah malam, trus belajar, belum lagi anak dan suami yang musti diurusin. Yap, setiap manusia punya lebih dan kurangnya.

2. Dwi. sang ibu guru yang sudah menjadi piatu --> istilahnya bener ga ya? Ibunya Dwi sudah meninggal dunia. Dia seorang yang gigih. Tapi kadang suka panikan berlebihan. Berusaha untuk beramah tamah, berusaha untuk belajar, berusaha untuk survival. Dalam keluarganya sekarang hanya dia yang perempuan. Kuliah, trus, Sabtu dan Minggu musti ngajar. Seorang gadis yang bertualang di negeri Jakarta yang luas ini. Dwi ngajar di Al-Azhar. Ngekos di Salemba, trus Sabtu dan Minggu ngajar di Bekasi... Agamanya alhamdulillah lumayan banget... Tapi, yah... memang setiap orang tidak ada yang sempurna... 

3. Pak Stefanus. Dokter yang satu ini boleh opi bilang UNIK. Opi suka gayanya. Opi menyangka seorang dokter itu yang seriusan, ternyata Pak Steffy ini enak di bawa kemana-mana. Di ajak becanda bisa, di ajak serius bisa. Dan dia orang yang sabar banget. Kalau dari kesabaran, Pak Steffy kurang lebih sama lah sama opi. ga sabar-sabar amat juga lah. Cuman yaaa... kalau masih bisa ditahan, ga langsung marah-marah atau gosipin orang. Tapi kalau udah greget banget, baru deh, kadang marah atau kadang sampe ngegosipin orang yang dikeselin. Dan Opi benar-benar salut sama beliau. Keluarga pun sedang bermasalah. Maksudnya, keadaan anaknya. Anaknya mengalami urtikaria (alergi keju, susu, dan sejenisnya) yang parah banget. Kalau lagi kambuhnya, perut si anak Pak Steffy sampai membesar. Astaghfirullah. Opi merinding mendengarnya. Soalnya Opi juga mengidap penyakit urtikaria yang belum diketahui apa penyebabnya. Dan beliau pun sedang mengidap diabetes. Dan dari caranya bergaul, Pak Steffy tidak terlihat sebagai orang yang sedang bermasalah demikian. Dan memang, setiap orang mempunyai masalahnya sendiri-sendiri. Pak Steffy juga baik banget. Kalau Opi ga ngerti, trus Opi nanya sama beliau, pasti dijelaskan semampu dia, sampai bikin Opi ngerti. Thx Much Pak Steffy.. (opi jadi panggil beliau Steffy, soalnya alamat emailnya Steffy sih.. lucu ^_^)

4. Mbak Hindun. Dokter heboh.. Hahaha.. senang berteman dengan beliau. Tidak jauh berbeda dengan Pak Steffy. Tapi Dokter yang satu ini, saking hebohnya jadi sering ngegosip. Hahahay... :p
Dan beliau sering negatif thinking terhadap seseorang.. dan keluarganya pun memang complicated banget. Anaknya mengidap penyakit semacam kanker gitu. tapi belum terdeteksi juga. Ga jelas juga penyakit Rauf apa, trus masalahnya dengan para ipar-iparnya, Mama dan Papa beliau cerai saat beliau Koas... Dan lain sebagainya dan seterusnya, Dokter yang satu ini seorang yang gigih dan baik banget. Dia orang yang sering ga tegaan. Liat tanaman kering aja, sampai bela-belain dia nyari air, trus ngasih tuh tanaman air biar ga kering. Mulia sekali. Tapi, hebohnya juga ga ketulungan, kadang juga suka membanggakan beberapa hal dari dirinya. Lucu sih.. hehehe.. :p

Dan itulah segelintir manusia yang tak diduga dan tak disangka. Mereka mempunyai masalah tersendiri, yang bikin Opi terkaget-kaget dan membuat Opi salut banget melihat usaha mereka untuk survive dalam kehidupan.. 

Ya Rabb.. jadikanlah hamba orang yang selalu berpositif thinking, menjadi orang yang selalu bermanfaat, menjadi insan yang selalu bersemangat, rajin, gigih. Rabb.. Kabulkanlah.. 
Rabb, minggu besok adalah minggunya UTS, Mohon buka kan lah pintu hati dan pikiran hamba untuk mencerna semua mata kuliah, Izinkan hamba mengerti, izinkan hamba bisa memahami, dan memberi pemahaman baik untuk diri hamba sendiri maupun untuk orang lain. Rabb, izinkan ilmu hamba menjadi bermanfaat untuk siapa saja Ya Rahiiim.. Aamiiin Ya Rabbal'alamiin.. Alhamdulillah. Terima Kasih Wahai Kekasih Hatiku... :) :)

Sunday, 26 February 2012

SAKAU

Seminggu ini, sebelum hari Minggu, benar-benar membuat puyeng, kalau bahasa sunda-nya "lieur"<--bener ga sih?? hehe :p

Gimana ga, di kampus berkutat dengan bahan-bahan kuliah. Kalau boleh dibilang, opi ngerti apa yang diterangkan, tapi yang bikin mumet itu, berbagai pertanyaan dari peserta kuliah... Yang diterangkan A. pertanyaannya sampai jauh ke Z... Dan kadang pertanyaan itu belum terjawab karena memang belum diketahui jawabannya... Jadi, selesai kuliah berasa gantung terus. Ga puas..

Tambah lagi, ada mata kuliah yang dosennya, kalau ditanya, jawabnya bernada kuenceng.. kayak orang marah. Jadi mo nanya lagi juga, takut dengan suaranya.. hehe... padahal belum ngerti sepenuhnya.. haha.. jadi ingat dosen pembimbing opi. Tapi, jadi tertantang lagi untuk deketin itu Dr... hehe :p

Trus, kalau udah nyampe kos, pahami lagi hasil praktikum, pahami lagi tentang kuliah, dan kadang kalau lagi pusing tuing tuing, jadi keinget sama teman-teman, keinget sama rumah, keinget hal-hal yang bikin kangen, alhasil "feel lonely" datang lagi...

Dan minggu ini benar-benar kangen dengan suasana PQK, kangen sama adik2. Sampai-sampai opi SAKAU.. ckckck.. Kemaren, Sabtu, opi nemenin Pak Adri nyari kosan buat temannya. Di jalan kita nemu 2 orang anak lagi main bola. Euh, perasaannya kalau digambarin gini lho, jadi opi seolah-olah lagi haus banget, nah ketemu sama air... Glek, glek, glek.. Seperti itulah kira-kira perasaan opi ketika menemukan anak-anak... SAKAU ABISSS.. hahay.. :D

Dan hari ini.. Alhamdulillah... Ngajar di RT Matraman Dalam III... Sakaunya terobati dengan baik... ^_^ ^_^

Rabb... jadi pengen deket sama anak-anak terus... Opi kecanduan anak-anak... :D

Wednesday, 22 February 2012

Di Balik Layar

hoho... sekarang mo membahas tentang sesuatu yang berhubungan dengan "sesuatu yang awalnya opi anggap hebat"...

Awalnya minder. kawasan opi sekarang di lingkungan kedokteran. Dan ternyata mereka juga manusia. Punya hobi iseng juga, punya hobi ngakak juga, punya hobi ngejek dan gosip juga, punya hobi narsis juga, punya hobi "hemat banget" juga... Yah tidak jauh lah dengan kebiasaan-kebiasaan jurusan-jurusan lain. Awalnya sih opi menganggap sebuah jurusan atau fakultas kedokteran itu, yang orang-orangnya pada kaleeem, rajin membaca, kaku, santun, royal. Ah.. bayangan-bayangan seperti itu lah... Ternyata yaaah, yang rajin baca juga ada, yang pintar menganalisa juga ada, yang aktifnya juga ada, tapi yang malasnya juga ada (terkadang sih), yang ngantuk pas jam kuliah pun ada dan ini juga sifat yang wajar di setiap mahasiswa jurusan lain... Dosen-dosennya pun beragam-ragam seperti jurusan lain. Ada yang perfect bisa ngajar kita, ada juga yang bikin super ngantuk dengan suaranya yang tidak tegas dan seperti kumur-kumur doang, ada juga yang bikin kita simpatik... Mereka juga manusia biasa, jadi, ambillah ilmu mereka, dan perlakukan dan jadilah seseorang yang berlaku bahwa kita adalah manusia... Kadang khilaf, kadang salah.. Dan mereka punya tujuan baik.. Semua punya tujuan baiknya masing-masing.. :) :)

Gedung dan fasilitas UI pun, yang dalam bayangan opi serba "waaah", serba kereeen, ternyata juga punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sama juga lah kayaknya Universitas lain. Birokrasinya mantap, gedung kuliah, hm, AC-nya mantap, tapi yah namanya juga gedung tua, jadi kadang di kampus di sudut-sudut gedung masih saja terdapat kursi atau meja ga kepake yang dibiarkan tergeletak begitu saja. Sistem pustaka pu sudah mantap... Menggunakan e-book. Tapi koleksi buku menjadi minim dan di pustaka tempat buku-buku itu, hahay, berdebu... 


Yap, di dunia ini tidak ada yang perfect... Semua mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing... 
Berlaku juga untukku... Bismillah, moga kuliah berjalan dengan lancar. TARGET 2 TAHUN KULIAH, setelah itu, raih gelar M. Biomed... Aamiiin Ya Rahiim.. ^_^ ^_^


Sunday, 19 February 2012

Jalan-Jalan di Hari Sabtu ^_^

Awalnya pengen pergi sendirian, karena segan juga bawa pak adri  yang udah kecapean kerja. Dari semalam udah disearching jalan-jalan menuju Pharos. Opi mencoba mencari kerja part time Sabtu Minggu. Dan sabtu, 18 Februari 2012, psikotesnya. Awalnya sih hari Kamis psikotesnya, tapi Kamis, Opi kan kuliah. Jadinya, minta di hari Sabtu atau Minggu saja, dikabulkan. opi tes di hari Sabtu yang cerah. hehe :p
Jam setengah 7 sudah standby di shelter TransJakarta Salemba UI. Bagus, yang katanya mau nemenin, telat bangun dan Opi nungguin sekitar 15 menit. Lagian juga oon nih, Dari St. carolus, ke halte shelter Salemba UI, bukannya naik TransJakarta aja, malah jalan kaki. Ya iyalah lama... hahay... Ok. Lanjut. Kita berangkat ke Pharos. Dari shelter Salemba UI naik TransJakarta jurusan Harmoni. Nyampe Harmoni, kita transit menuju Permata Hijau. Nyampe di RS Medika. Turun disana, naik angkot 09, turun di Jl. Limo. Dan mari jalan sedikit ke dalam menuju PT. Pharos-nya... ^_^ ^_^
Sepanjang perjalanan si Pak Adri bercerita banyak. Tentang PQK, tentang kerjaan kantor, tentang kuliah, tentang Jogja, tentang kos-kosan dan lain sebagainya, dan seterusnya, dan lain-lain.. :p

Nyampe Pharos, opi ganti KTP asli dengan sebuah ID-CARD berwarna kuning. Trus sambil menunggu psikotesnya dimulai, kita duduk lagi, cerita-cerita lagi. Aish, ketemu pegawai Pharos yang nyentrik abis gayanya... Pake celana pendek merah (celana pendek sepaha), trus pake cardigan yang agak panjangan (panjangnya sampai paha doang). Wow, kalau bagi para lelaki itu seksi sekali. Secara juga kayaknya ya, di Pharos banyak orang China yang kerja di sana. Otomatis putih dong, mulus lagi. Hai... si Pak Adri mulai jelalatan.. Opi tabokin tuh Pak Adri-nya.. hehehe :p

Setengah sembilan lewat 10 menit. Panggilan datang. Opi start psikotes. awalnya juga agak kewalahan, soalnya juga ga keinget kalau psikotes kan biasanya menggunakan pensil, diperiksa lagi di kotak pensil, ternyata opi ada bawa pensil. Hehe.. Persiapannya ga banget ya? :p

Nyampai ruangan, eh, ternyata ujiannya pake komputer ding, tinggal klik pake mouse atau menekan keyboard. Bismillah, mulai tes... Sebelumnya ada pengisian data dulu, berupa persyaratan-persyaratan gitu. Yang paling ngena... Ada salah satu persyaratan.. bukan persyaratan sih, pernyataan lah lebih tepatnya. Begini bunyinya... 
"Apakah Anda bersedia menggunakan kostum yang diberikan perusahaan dan tidak memakai aksesori yang berbau agama, ras, dan.. bla.. bla.. bla.."
Ga inget semua isinya. Tapi dari pertanyaan ini, opi langsung memilih "Tidak". Karena, keinget jilbab. Kalau di Jakarta kan ada juga tuh berbagai perusahaan yang tidak membolehkan karyawannya menggunakan hijab. Dan setelah diskusi dengan Pak Adri, ternyata Pak Adri juga ga liat ada pegawai Pharos yang menggunakan Jilbab. Ok. its never mind. Yang penting mencoba psikotes dulu. Kalau emang nanti lulus, dan gaji besar, atau hal-hal lainnya, Opi tetap, memilih untuk mempertahankan jilbab. Kalau emang ga boleh pake jilbab, ya udah. cari tempat lain aja.. Jilbabku lebih berharga dari segepok gaji... :)


Start psikotes... Ada tentang verbal, trus hitung-hitungan, trus, gambar, dan apalagi ya? ga inget. Soalnya opi dipusingkan oleh pertanyaan-pertanyaan tentang kepribadian. soalnya ada 2 tahap. Tahap pertama soalnya nyampe 200 lebih. Dan Tahap II soalnya sekitar 145 buah. Wuish.. kebayang ga??? Betapa eneg-nya menyelesaikan soal-soal kepribadian itu. Diputer-puter. Dan psikotes pun selesai setelah 3 jam!!! Waw, pegel. Dan orang yang paling pegel itu yang patut dikasihani adalah Pak Adri. Hahay, baik banget. nungguin sampe 3 jam. Ketiduran di pos satpam, kepanasan. Kalau opi mending, otak panas, ruangannya ber-AC. Sampe merah mukanya karena kepanasan. Baik banget... Moga Pak Adrinya ikhlas, and masuk surga. Aaamiiin.. ^_^

Ok, selesai. Kita shalat zuhur dulu di sebuah mushala deket sana. Yah Elah, mushala kok isinya cowok semua? mana tempat wudu dan toilet-nya sama aja lagi. Akhirnya Pak Adri nungguin Opi buang air kecil, biar ga ada yang masuk, soalnya pintu WC nya ga bisa dikunci, cuma pintu lepas, yang cara buka dan tutupnya hanya angkat dan pindah letakkan saja. Hew.. Hew..


Selesai shalat zuhur, kita berangkat ke rumah Ai. Dari ujung ke ujung. Bagooos... Hahay, Tapi perjalanan tidak begitu terasa melelahkan dan membosankan, karena ada Pak Adri, yang selalu adaaaaa aja sesuatu buat diomongin, dikeluhin, diketawain, diejekin.. hahahay... :p

Pas ditanya, Ai ngarahin kita untuk berhenti di shelter TransJakarta Pinang Ranti. Jadi patokan kita, dari RS Medika, kita musti cari  rute TransJakarta ke Pinang Ranti. MasyaAllah. Ramenya umaaat... Katanya si petugas TransJKT, kita ntar transit di Grogol, rameeeee... Pak Adri malah wanti-wanti.. "Pokoknya kita harus naik pi, ga mau nungguin TransJakarta berikutnya"... Opi ampe ditarik masuk ke TransJakarta-nya.. ckckck :D


Nyampe di Pinang Ranti, kita tanya angkot mana yang ke lubang buaya. Aish, si Pak Adri, aku kasih ongkos Rp. 4000,- malah ditambahin Rp. 1000,- lagi. Katanya jauh, kasian si supirnya.. Alhasil apa??? SALAH NAIK ANGKOT!!! wakakakkak... :D

Dan kita berjalan menyusuri daerah Lubang Buaya yang lumayan luas. Jalan kaki!!! Hahay, kalau diingat, lucu juga. Tapi si Pak Adrinya, Menye-menye ga jelas... Menggerutuuuuu sepanjang jalan. Opi hanya ketawa dan berusaha menyabarkan... ^_^

Alhamdulillah nyampe rumah Ai, dan kita bahas-bahas hal "penyesatan" itu dulu. Si Pak Adri malah beli Aqua ukuran 600 ml. Ditenggak, langsung habis.. Hahahaa. Kasian... ^_^ ^_^

Nyampe rumah Ai, kita shalat ashar, makan, trus cerita-cerita. Rumahnya Ai nyaman. Ada pohon lengkeng di depan rumahnya. Ga kayak perumahan Jakarta yang opi bayangkan. Benar-benar nyaman. Jadi berasa ga di Jakarta. Pengennya sih jalan-jalan dulu. Tapi kayaknya Pak Adri, ga mau kemalaman, katanya badannya capek, mau dipijit. Atau ntar malam mau dugem katanya. Aish.. dugem??? keluarlah petatah petitih opi. Hari gini, masih dugem??? hehehe :p *emang opi pernah dugem??? Alhamdulillah ga, dan jangan sampai pernah deh. Itu bukan lingkungan opi kayaknya. walau ga ikut minum2 disana, ya pergaulan kan juga ga baik deh kayaknya disana ya? Dan Pak Adri, kena nasehat bertubi-tubi dari opi.. hehehe :p

Ok. Sudah hampir maghrib. Kita pulang. Pamit sama mapa Ai. trus memilih naik angkot saja. Ternyata naik angkot tidak separah naik TransJakarta. Kalau macet, yaaah, wajarlah. Tapi alhamdulillah, pas kita naik angkot tidak begitu macet. Jadi kesabaran Pak Adri tidak perlu diuji lagi. *Pak Adri suka emosian ga jelas niiih... xixixi :p


Nyampe di kampung melayu, kita shalat dulu. Baru melanjutkan naik angkot 01 menuju Salemba. Hm... Ceritanya ga sekomplit kejadiannya. Tapi hari itu lumayan seru.. xixixi.. :p

Alhamdulillah.. ^_^ ^_^