Monday, 13 August 2012

Puasa, Lebaran dan Doa

Dua hari kemaren, 11 dan 12 agustus 2012, saatnya ngumpul-ngumpul bareng teman-teman kuliah S1 yang berdomisili di Jakarta. Kita ngumpulnya di rumah Siti, di Depok. Nyampe udah sorean. Nyampe rumah Siti, langsung motong-motong buah, langsung ngadepin dapur, setlah sedikit cipika cipiki dengan teman-teman yang lain dan tentunya dengan ponak anku Nayyara... hehe.. 

Fun kumpul dengan mereka. Kebetulan aku lagi ga puasa, aku disuruh nyoba-nyobain masakan yang dibikin. "udah manis belum es buahnya ponk?? perkedelnya udah berasa garam belum, ponk??? bla... bla... bla.." ampe makanan untuk Nayyara, juga aku yang nyobain.. hahay...

Malamnya, bukannya tarawih, malah main kartu, main domino. Super duper ngigo... xixixi :p
Si Nayyaranya ditidurin lebih cepat setelah beberapa kali muntah.. (Nayya lagi ga enak tenggorokan, sering muntah). Nayya sudah tidur, Bg Rocky (suami Siti) juga udah tidur, kita malah masih main. Ampe ngakak mainnya.. Seru... ^_^ ^_^

Buka bareng, Sahur bareng. Dan hari Minggu mereka shoping ke tanah abang.. (Opi nemenin doang :D)

Capek buanget. Saat mereka sahur, opi ga ikutan makan, ngantuk. Dan paginya Opi makan sendirian di dapur, makan daging ayam sisa semalam, dan tidak pake nasi. Alhasil nyampe tanah abang, capek, lemes. Mana tanah abangnya ruame buanget... Orang yang tidak berpuasa itu lebih lemes daripada orang yang berpuasa. Kalau lagi puasa, jalan sejauh apapun, Opi kuat-kuat aja. Itu kemaren, rasa mo pingsan, "OYONG"...

Ditengah ke "oyong"an diriku, aku sempat memperhatikan beberapa orang yang ikut mondar-mandir di tanah abang tersebut. Tak sedikit yang nyantai saja minum dan makan di tengah keramaian seperti itu. Yah, inilah Jakarta. Yang sempat terpikirkan olehku adalaaaaaaaaaah......

Orang-orang yang demi membeli baju lebaran, muter-muter, dan kecape-an, malah buka puasa seenaknya... Hm... agak miris... Demi baju lebaran, orang rela membatalkan puasanya... Kurang gimana ajaaa gitu kesannya... Lebaran kita raih karena kita telah berjuang dengan maksimal di bulan Ramdhan kan??? nikmatnya lebaran akan sangat terassa jika Ramadhan kita jalani dengan baik. Tapi??? sepertinya bagi sebagian umat, lebaran itu lebih penting daripada puasa, daripada beribadah. Baju lebaran, bersolek di hari raya, cantik dan ganteng ketika lebaran itu lebih penting bagi mereka dibandingkan beribadah puasa dengan penuh keikhlasan... Astaghfirullah.. Na'udzubillah... :|

Ok, next. Lagi nemenin teman shalat di Mesjid tanah abang, opi di sms ahmad. Dia mau traktiran "Sarjana"-nya. So, malam 12 agustus 2012, opi ngumpul bareng pak Adri dan Ahmad. rame banget di atrium. Alhasil berbuka puasa di AW dengan duduk alakadarnya. Kemudian habis shalat, kita minum di Jco. 

Satu hal lagi yang menggelitikku untuk ngeshare disini.... Doa...
Ahmad, klo lagi kepepet dia rajiiiin banget ibadahnya. Waktu mau ketemu sama pembimbingnya, dia baca doa "meluluhkan hati seseorang" sampai beberapa kali. Trus, sehari sebelum sidang, dia ngaji (tumben-tumbenan nih). Dan memang benar doanya terkabul. Sementara, Pak Adri yang selalu rajin mengaji dan selalu rajin berdoa, doanya belum terkabul sampai saat ini. Apa sesungguhnya yang terjadi...

Yup... Ahmad, berdoa hanya ketika kepepet, opi sarankan untuk tidak hanya sekedar berdoa disaat kepepet. Dan satu hal yang Opi lupa sampaikan ke Pak Adri... Doanya tidak benar-benar sungguh-sungguh.. Kenapa doa orang yang kepepet itu lebih cepat dikabulkan??? Rahasianya adalah "SUNGGUH-SUNGGUH" 

Orang yang kepepet itu pasti berdoanya lebih khusyu' dan lebih benar-benar meminta bahkan sampai mengemis.... Makanya Allah mengabulkan doa mereka. Tapi Opi juga tidak menyarankan hal ini. LEBIH BAIK KITA BERDOA DAN BERUSAHA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH SECARA RUTIN... 

DOA RUTIN, SUNGGUH-SUNGGUH, DAN BERUSAHA.... ^_^ ^_^

Saturday, 28 July 2012

Korupsi, Wartawan, Idealis, etc


Tadi ngomongin politik lagi. Suka greget sendiri kalau udah ngomongin politiknya Indonesia. Kalau saja tidak ada korupsi di negeri ini, mungkin kesejahteraan rakyat sudah terpenuhi. Dan lagi-lagi apa yang bisa ku perbuat untuk mencegah korupsi ini? Apa?

Sebelum kuliah lagi, aku sempat berkeinginan untuk menjadi wartawan. Daaaan, bertubi-tubi "serangan" menentang mentah-mentah keinginanku ini. 

1. Aku seorang perempuan
2. Wartawan itu pekerjaan keras
3. Wartawan itu pekerjaan penuh resiko
4. Wartawan itu pekerjaan yang tidak manusiawi

Haaah, apaan coba.. Orang yang kuharap dapat support dari beliau pun, ternyata menyarankan ku untuk tidak menyentuh sama sekali dunia wartawan tersebut, karena alasan nomor 4. 


Dan sekarang seolah menyesali hal ini. Karena tidak bebas berekspresi dan tidak tahu kemana musti mengadu. Melihat korupsi bertebaran kesan kemari. 

TEMAN, KORUPSI ITU SEBUAH KEJAHATAN, BUKAN SESUATU YANG PATUT DIBANGGAKAN... Na'udzubillah min dzalik... 

Perkenalan

Awal perkenalan, pertengahan perkenalan dan akankah ada akhir perkenalan??? Its mean perpisahan??? hm... Sedapat mungkin hindari sebuah perpisahan... *pengecualian untuk kematian.

Awal perkenalan, semua baik-baik saja. Semua terlihat tidak ada yang terganggu antara satu dengan yang lain. Pertengahan perkenalan ada beberapa yang mulai disukai dan mulai tidak diterima dengan baik. Dan saat ini, apakah harus aku nyatakan sebuah akhir dari perkenalan??? Di saat fakta sebenarnya telah terungkap dan sebenarnya ini bisa ditoleransi jika aku punya jiwa yang cukup besar untuk memahami setiap karakter manusia. Dan memang tidak ingin menyatakan sebuah akhir dari perkenalan. Karena mempunyai begitu banyak teman, mempunyai begitu banyak saudara baru itu sangat menyenangkan.

Tapi, dimana mereka saat ini??? Kenapa terasa begitu jauh wahai "saudara"ku???
Rabb... hamba tidak mau menyatakan "akhir perkenalan"...
Izinkan hamba menjadi orang yang bermanfaat dimanapun hamba berada Ya Rabb...



Sunday, 15 July 2012

Ketemuan, Reunian, Seru-Seruan... ^_^ ^_^

14 Juli kemaren kita reunian. Reunian Biologi 05. Hihihihi, agak lebay sih kalau ini dibilang reunian. Soalnya cuma berempat ketemuannya. Tapi lumayan seruuu... Ketemuan sama Deo, Inyuk dan Cadut. Satu hal yang aku senang kalau jalan bareng mereka. Mereka "ga tau malu". hahay. Tapi "ga tau malu"-nya bukan berarti malu-maluin... Mereka cuek melakukan hal-hal baru, cuek untuk mencoba, cuek untuk melakukan sesuatu sesuai keinginan dan tidak malu bertanya. Tidak gengsi berlebihan. Hal ini yang tidak kutemukan selama jalan-jalan dengan teman kuliah S2. Mungkin karena kebanyakan mereka dengan background dokter kali ya, jadi kalau kemana-mana, bawaannya yang diutamakan adalah gengsi. Mo minta foto aja, aku dibilang narsis. Iya emang sih, aku narsis, tapi cara mengutarakan bahwa "aku seorang yang narsis" itu, seolah-olah "narsis" itu adalah pekerjaan yang memalukan sekali. Hew... +,+

Nevermind. Lain orang lain pula karakternya. Dan aku bersyukur pernah mengenal dan bergaul dengan berbagai banyak karakter teman-temanku...

Ok, mari lanjut cerita tentang reunian kecil-kecilan ini. Janjiannya jam 8 di shelter Balai Kota. Tapi, akunya, baru selesai mandi jam setengah 8. Hehe... Dibilang telat bangun juga ga sih. Malas bangun lebih tepatnya, soalnya semalam sebelum ketemuan, aku ngeprint-in skripsinya Ahmad, lima rangkap sampai jam 4 subuh. Lama, tambah lagi printernya kalau udah habis tinta, waktu diisi lagi, musti nunggu tintanya turun dulu, klo tetap diprint sementara tintanya belum turun, hasilnya malah putus-putus. Dan di tengah asyiknya ngeprint dengan si printer, jam 2-an mati lampu, jatuh sekring. Gondok!!! Soalnya kasusnya adalah jatuh sekring. Lampunya si ibu kos udah nyala, nah bagian atas dibiarkan mati. Alhasil, aku sms si ibu kos, bodo amat udah tidur apa belum, eh ternyata belum tidur, lampunya diidupin. Dan keesokan harinya, si ibu kos minta maaf lampunya mati dan ga balas sms, soalnya kehabisan pulsa, dan aku juga minta maaf karena ganggu si ibu malam-malam.. hehehehe :p

Selesai mandi, bukannya beres-beres, malah ngobrol sama si Ahmad, di bawah kosan. Hahay, gpp lah, sambil nemenin dia nungguin counter foto buka. Kalau ga ditungguin, nanggung kan dia balik ke kosan lagi, trus balik lagi dekat kosan opi buat ngambil foto-nya. Dan lagian Deo dan Inyuk adalah tipe orang penyabar dan ga suka ngomel kalau kelamaan nunggu. I know about them. Inilah satu hal yang juga tidak kudapatkan ketika bersama teman kuliah S2. Kalau janjian sama teman kuliah S2, kalau kita telat, minta maaf sekali pun, masih gondok dianya. Giliran dianya telat, ditanyain dimana, malah bermain kata di sms. Example, dia telat, aku sms. Jawabnya "otw..." Padahal baru otw ke kamar mandi... ckckckck... Kalau aku dengan teman Golex sih, kalau emang telat ya bilang telat, ga pake manipulasi keberadaan lewat sms... 

Ketemuan di Shelter Balai Kota. Akhirnya nyampai shelter sekitar jam 9-an. Kita langsung menuju Monas. Rute kita hari ini adalah PRJ. Sebelum ke PRJ, kita makan pagi dulu. Sambil makan cerita-cerita. Ceritanya tau ga apaan??? Politik!!! Hahahay, ternyata kita-kita emang udah pada berumur ya. Topik bahasannya udah ganti. Udah mulai cerita politik, ngomongin calon gubernur Jakarta dan visi misi cagub tersebut. 

Setelah makan, kita menuju ke halte pemberhantian Bus PRJ. Naik busnya, kirain udah mau jalan, ternyata lamaaaa banget, mana AC-nya ga diidupin lagi. "KAMPUAH"... Udah berangkatnya lama, pas jalan pun, nih bus lemooot banget. Ngesot!!! hihihihi, tapi tetap fun... Masih bisa ketawa-ketawa di bis bareng Inyuk dan Deo. 

Nyampe PRJ, kita nungguin Cadut, baru deh masuk ke PRJ. di PRJ, kita keliling-keliling. Deo ngeborong, Inyuk apalagi, Cadut tidak mau ketinggalan, apalagi aku... hehehehe :p
Kita muter-muter, benar-benar menikmati perjalanan. ^_^ ^_^

Selesai dari PRJ, Cadut pulang ke Bekasi, dan kita bertiga melanjutkan perjalanan ke Balai Sarbini. Pergi naik bus PRJ, pulang pun juga naik bus PRJ dunk, biar hemat... Naik bus PRJ GRATIS lhooo.. :D

Nyampe Monas, kita berjalan ke shelter busway.. Jalan kaki euy, setelah seharian juga jalan-jalan di PRJ, tapi tetap kuat aja nih kaki.. Dan tak lupa di depan gerbang Monas kita-kita foto-foto lagi. Nemu tempat bagus terus buat foto. Foto terus biar semangat... :D

Ada satu hal yang baru ku tahu ada di Jakarta. Waktu mau menyeberang, kita nunggunya lamaaa banget. Mana mobilnya pada ngebut-ngebut banget. Tapi ga kepikiran juga ada yang "tidak biasa" di penyeberangan tersebut. Kemudian berbicaralah tukang jualan minuman ke kita "Mas, kalau mau menyeberang, pencet tombol lampu merah-nya dulu"... Eng ing eng.. Ternyata kita menyeberang di jalan yang lurus (ga ada cabangnya sama sekali), makanya kalau mau menyeberang, kita musti pencet tombol lampu merah, biar lampunya merah, dan mobil berhenti dan kita bisa menyebrang jalan.. Hahahahahahha.. ngakak ampe di seberang... :D

Di Balai Sarbini, Deo ikutan donor darah. Ada acara donor darah dengan sponsor tupperware... Sambil nunggu Deo donor, kita muter-muter keliling-keliling nyari sepatu. Bagooos, Harganya muahal-muahal. Mending beli sepatu di Bukittinggi aja lah ntar.. hehehehe :p                 HEMAT BEIBH... :D

Selesai Deo donor, Deo dapet tupperware dan Baju Kaos. Tupperwarenya dikasih ke Inyuk, Baju Kaosnya dikasih ama aku.. hahay.. Lumayaan, Walau belum pernah donor darah, setidaknya ada baju berlambang donor darah.. hahahay. Abisnya mo donor darah, masalahnya di berat badan terus siiih, mana ni badan ga gemuk-gemuk.. Haw haw.. :|

Ok. Next, Maghrib datang, kita menuju lantai 7A, shalat. Pas mau naik lift, eh.. ketemu si Ahmad... Ahahahahaha, tapi ekspresi kita berdua kayak orang kenal baru beberapa hari. Cuma pertanyaan basa-basi dan jawaban alakadarnya. Udah. Gitu doang... Padahal tiap malam sebelum reunian kecil-kecilan ini kita pergi bareng terus.. :D

Habis shalat, kita nongkrong lagi. Nongkrongnya ini nih, "Baselo" di dekat lift di lantai 7A. Sambil Nge-charge Hp. Dan ketawa-ketiwi. Lepas banget... Alhamdulillah bahagianyaaa... ^_^ ^_^

Selesai ngakak di lesehan lantai 7A balai Sarbini, kita menuju daerah paling atas, "sky dining"-nya Balai Sarbini. Mencari tempat foto-foto yang enak. Ketemu!!! Dan mulai lah narsis dengan riangnya...

Ahahahahaha... Lain teman lain pula seru-serunya... Hm.. Semoga mendapatkan teman yang lebih banyak lagi buat seru-seruan.. Ajiiiib.. ^_^ ^_^


Friday, 13 July 2012

Detik-Detik Terakhir

Hari Senin alhamdulillah akhirnya tinggal 3 hari lagi. Tapi, di detik-detik terakhir aku di Jakarta, seorang teman ngajakin putar-putar Jakarta dengan motornya. Niatnya sih, pengen ngerjain skripsinya, aku cuma nemenin dan bantuin menyemangati, bantuin nyusun-nyusun kertasnya dan sesekali berikan arahan tentang penggunaan komputer.

Malam pertama, diajakin ke McD salemba. For the first time melangkahkan kaki ke McD. *padahal McD ini deket dari kosan, tapi baru kesini sekarang. Hahay, namanya juga anak kos, hemat beibh... :p
Satu hal yang lucu menurut si teman... "Ncit, opi ga pake saus tomat ya..." ini perkataan ketika si teman ngisiin piring kita dengan saus sambal. Sebelum masuk aku sudah menyatakan kalau aku belum pernah sama sekali ke McD, untungnya dia ngerti, tapi kalau diingat lucu juga. "Ternyata memang benar opi belum pernah ke McD ya, di Mcd ga ada yang namanya saus tomat, emang di bukittinggi ga ada McD?" hihihihi... :p
Kita makan di lantai 2-nya. Nyaman. Tapi suara ketawa orang kedengaran dimana-mana. Senaaaang banget kayaknya, jadinya tuh si teman ga bisa mikir, jadi ngerjain skripsinya ogah-ogahan, dan akhirnya, narsisnya keluar, minta difoto. Cuape deeeh... +,+

Karena skripsi belum selesai, dilanjutkan hari esoknya. Berangkat sekitar jam 9-an, muter-muter nyari tempat yang asik buat belajar. Jauuuh banget muter-muternya, tuh anak juga linglung, nanya aku tentang tempat yang nyaman di Jakarta. Lha??? Mana aku tau.. hahay... :p
Muter-muter, eh aku liat Senayan City. Katanya teman kuliah sih, disana bagus. Dan kawasan elit ini pasti ada wifi-nya nih (ceritanya, kita nyari tempat nongkrong yang ada Wifi-nya. McDonald salemba ada wifi-nya. Username: mcdonald dan pw: cheeseburger *berlaku di McD manapun). Penasaran, aku bilang sama si teman. Eh, malah dia muter kesana. Baru jam 10- kurang (bayangkan muter-muter nyari tempat sampai se-jam-an, ckckckck), kita parkirnya di gedung sebelah, di STC (Senayan Trade Center), kata si teman sih takut parkiran di Senayan City-nya penuh, tapi aku rasa alasan paling utamanya adalah, parkiran di SenCi, muahal.. hihihihi.. Maybe.. :D

Setelah parkir, kita ke SenCi, ternyata belum buka, dan banyak orang yang menunggu di luar. Setelah buka, kita masuk, masih belum terlalu rame. Masih banyak toko yang belum buka. Jam 10, mall yang katanya paling "wah" itu belum buka. Yah, inilah Jakarta. Kalau di Bukittinggi, jam 10 ini udah pada jual beli tuh di pasar atas.. hehe :p

Tapi, ga heran juga sih mereka bukanya lama. Walau palingan mall ini hidup sampai jam 8 malam sekali pun, duit si penjual udah banyak kayaknya tuh. Mengapa??? karena barang-barang disana emang muahal-muahal. Ini kawasan orang kayanya nih. Banyak bule juga disini. Masuknya tertata rapi. Sebelum masuk, tas kita diperiksa kayak pemeriksaan di bandara, trus lift-nya juga pake petugas tinggi kurus rapi.. hehe :p 
Liat sana liat sini, nyari-nyari tempat yang ada Wifi-nya. LG (Lower Ground), ada sih yang pakai Wifi, tapi makannya cuma kue doang, dan perkiraanku harganya juga muahal tuh. Kita sempat searching sebelumnya, di SenCi, tempat yang ada wifinya dimana. Kata info mbah google, lantai 1 dan lantai 5. Alhasil, kita ke lantai 5, yang isinya foodcourt. Mumpung masih sepi, kita bebas memilih, muter-muter cari tempat wifi, ga ada yang punya tanda wifi. Akhirnya kelaperan, ya udah makan dulu aja. Kita pesan di salah satu counter makanan, nyari tempat duduk, makan dengan lahapnya. Nyam nyam.. Enak.. ^_^ ^_^

Karena masih sepi, mulailah belajar di tempat makan tersebut. nyari-nyari wifi, ternyata "Mie Tarik" lah yang memiliki gratisan ini. Sayangnya kita ga makan disini tadi. Ok, nevermind. Tadi sebelum masuk ke SenCi, si teman juga ngirimin pulsa 5000 ke nomorku, biar bisa internet-an seharian unlimited. Akhirnya kita ngandalin internetan di x-ray-ku aja.

Seru. tempatnya seru. Apalagi udah hampir jam 12-an, foodcourt udah pada rame. Aku lihat dandan-an mereka. glamour semua. Ciaaaah, mulai keder deh. Ah nevermind, its me... :D
Saat si teman sibuk dengan skripsi-nya, aku sibuk memperhatikan sekeliling. Berbagai macam karakter manusia. Tapi kesamaan dari mereka adalah, mereka orang yang hidup dengan ke-glamouran... Makanan disana lumayan, hm.. yaaah, tergolong untuk menengah ke atas lah. Aku mesan makanan yang paling murah. Dan yang paling murah itu adalah Rp. 15.000,-

Bayangkan saja. Jadi sempat terfikir. Harga sepatu mahal, baju ada yang berkisar ampe sejutaan, tas, makanan juga. Wah, di Jakarta emang butuh banyak duit kalau pengen coba semua yang glamour itu.. ckckckck :o

Zuhur datang, kita menuju ke musholla SenCi. Kirain bakalan sama dengan mall-mall yang lain, mushola di taruh di dekat parkiran. ternyata ga ding. Ini yang sangat luar biasanya, terpesona dan alhamdulillah, walau glamour mereka masih ingat Allah. Toilet bersih, tempat wudu bersih dan tempat shalatnya apalagi, bersih dan luas. Dan ketiga ruang itu ber-AC. Mukenanya ga tau ya, bersih atau ga, soalnya aku selalu bawa mukena kemana-mana, jadi ga sempat liat mukenanya bersih atau ga, tapi kayaknya bersih. Dan ter"unik"nya lagi, tidak hanya orang yang berjilbab yang shalat disini. Orang yang berpakaian seksi pun, ikut shalat. Hm... 

Setelah selesai shalat, skripsi juga belum selesai. Kita nyari tempat nongkrong yang lain. Dan pilihan jatuh di McCafe... McCafe ini adalah hm.. apa ya... tempat minum gitu deh, dan kayaknya masih ada hubungan sodara sama si McD.. :D

Minumannya bukan minuman keras gitu, minumannya coklat, dan tempatnya enak banget, terang, pemandangan indah kota Jakarta dengan gedung-gedung gede-nya, ada wifi, ada colokannya, dan ada teman yang bawel ngurusin skripsinya.. hihihihi :p

Waktu ashar telah masuk, skripsinya juga udah kelar, tinggal dikirim ke email pembimbing, dan kita shalat di dekat McCafe, toiletnya ga deh.. bersih, tapi ga bersih.. hahay.. apaan coba??? :p
Musholanya juga kecil... 

Ok, next. mencoba mengirim email ke pembimbing, susah amat. Tapi akhirnya bisa kok. Daaan, kabar bahagianya adalah si teman disuruh ke bandara besok untuk dapat tanda tangan acc dari pembimbingnya. Jam 9 pagi harus ada di terminal 2F. Dia terharu, ampe ingusan gitu nelp opi. *nangis bahagia.. cieee.. :D

Next trip. Abis subuh, aku langsung mandi. Dan setengah 6, si teman udah nyampe kosan. Ngeprint beberapa lembar skripsi yang belum sempat ke-print semalam. Daaaan, set set set, pasang jilbab kilat, pasang jaket kilat, seadanya, go to gambir station... Nyampe gambir kita naik damri ke bandara. Daaan, eng ing eeeeng... nyampe terminal 2F, cari tempat keberangkatan Garuda, daaan, aku ditraktir makan sama si teman di AW... setelah makan, si teman ngajak ke toilet dulu. Belum "nyetor" pagi kayaknya tuh. Aku juga butuh ke toilet, memperbaiki dandanan kilat yang walau masih rapi, tetap aja ga rapi.. hehehehe.. *bahasa mulai berbelit-belit :p

Abis nyetor, masih tersisa 1 jam untuk menunggu si dosen. Ternyata ga ada tempat duduk ya, di terminal 2F ini. Alhasil si teman ngajakin nongkrong di starbucks, sambil ngecharge hp juga, dia mesan minuman coklat juga. Dan narsisnya keluar lagi... hayyah.. +,+

Lagi-lagi disini ketemu dengan orang-orang berpenampilan glamour. namanya juga keberangkatan garuda. Orang di sekitar itu adalah orang-orang yang banyak duit euy. Waktu nongkrong di starbucks, kita sebelahan duduknya sama orang India. Logatnya itu lho, unik banget buat di dengar. Akhirnya aku nguping pembicaraan mereka. Riang banget... ^_^ ^_^

Oya, ada yang kelupaan. Waktu mo ke SenCi, kita muternya melewati daerah Menteng. Subhanallah.. disini kawasan orang glamour tinggal. Rumahnya bagus-bagus, daaan, suasananya asri banget. Sejuk, adem... "buat lari pagi kayaknya asik ke sini ya pi, coba aja Jakarta semua kayak gini" si temen ngajakin ngobrol, sambil tuh motor di pelan-in (biasanya ngebut nih), menikmati udara sejuk daerah Menteng. Tapi tetap aja, di depannya ada kali... Kali-nya ga sebau yang dekat kos-an sih, tapi udaranya masih terngiang-ngiang sesekali. Tapi daerah Menteng dengan ini aku nobatkan sebagai tempat perumahan terindah di Jakarta *ini berdasarkan penilaian dari daerah-daerah yang pernah aku kunjungi ya.. hehehehe :p

Selesai dari bandara, kita menuju kampusnya si teman. Trisakti. Overall, dimana-mana kampus sama aja. hehe :p
Tapi ada yang unik, keliatan pas mau keluar dari kampus tersebut. Parkirannya ada di LG, "kayak mall aja nih kampus" kata si teman, ntah niatnya memuji ntah mengeluh.. hahay :p

Kemudiaaan, aku diajakin menjemput surat ke kantor tempat penelitian si teman. Petrochina, daerah kuningan. Ampun dah, tepos nih pantat, jauuuh buanget, panas, ketemu lampu merah mulu, si teman muter-muter mulu (lupa jalan). Nyampai di gedung, ketemu sama si bapak yang baik banget di lantai 25. Untuk surat yang jadi cadangan kita, si bapak yang copy-in. Kalau aku dulu, cuma dikasih yang asli. mau di copy lagi buat sendiri mau ga, ya terserah. Baik banget ya.. Eh, pas dibilang sama si teman, dia malah narsis ga jelas.. "Ahmad kan manis pi, makanya si bapak baik sama ahmad" *gedubrak... +,+

Selesai urusan si teman semuanya, dan mari pulang. Pulangnya dia ngebut banget. haw haw... Aku pernah ngebut, tapi membawa motor selincah itu, dan pake lepas tangan segala dari rem dan gas, "takuik denai". Sering hampir keserempet. Satu hal yang jadi perhatian. Kita hampir keserempet dengan taksi. Taksi mewah gitu deh. Aku marahin si teman. "hati-hati bawa motornya nciiit, opi belum nikah...". Eh ternyata, setelah diliat, si supir taksi malah lagi sms-an.. hahay... "Bukan kita yang salah pi, tuh taksi, supirnya emang pada songong, ketahuan ma polisi kena tilang tuh... " Si teman malah sewot.. ahhay.. Iya deeh... +,+

Dan itulah perjalanan bersama si teman dalam 2,5 hari. Di saat-saat mau pisah, selalu saja ada kenangan manis. Dulu waktu mau pisah sama PQK, kita juga jalan-jalan terus. jadinya kangeeen banget sama PQK. Sekarang, ama si buncit dan Pak Adri. Tapi, kayaknya di rumah juga cuma bentar doang. hhh... Mudah-mudahan energi dan mental-nya bisa di charge hanya dengan waktu seminggu... 

Tapi ga tau deh. Pas nyampe Bukittinggi, takutnya malah ingat Jakarta, karena ada beberapa orang yang masih tinggal disini, teman-teman, Diana, mbak Hindun, Pak Steffy, Nanda, teman seru-seruan lainnya, dan dua cecunguk yang menghiasi hari-hari bete-ku menjadi bertambah bete kadang sampai panas tanganku buat nabokin mereka. Manusia emang ga pernah puas ya. Udah di Jakarta, ingetnya pulang, udah pulang, ingetnya Jakarta... Detik-detik terakhir sebelum pulang ke Bukittinggi. Ramadhan segera datang... :) :)

Thursday, 28 June 2012

BackPacker??? :D

Hm.. apakah ini termasuk cerita seorang "backpacker"??? Ntahlah, yang jelas opi memang menyandang tas ransel dan menuju daerah yang lumayan jauh dengan seorang diri.. hihihi...

Perjalanan itu mengasyikkan apalagi ketika mencoba hal-hal baru. Seperti, mesan tiketnya gimana, naik bisnya gimana *naik bis ya tinggal naik aja kan ya?? ribet amat.. hahay :D

Baiknya diceritain dari awal aja. Sebenarnya sempat kesel dan kecewa. Opi ada panggilan interview di Rumah Sakit SamMarie Jakarta Selatan. Ga tau kenapa tiba-tiba nyali jadi ciut untuk menjelajah, mungkin karena udah lama ga "try error" lagi kali ya karena kesibukan kuliah. Alhasil aku ngajakin teman buat nemenin kesana, soalnya tiba-tiba rasa takut itu menyapa hatiku. Takut nyasar, takut digodain di jalan sama preman-preman ga jelas, soalnya rute perjalanan menuju rumah sakit itu melewati Blok M, paling wanti-wanti sama keamanan Blok M. Kabarnya disana pada brutal. *Tapi setelah dijalani alhamdulillah aman.. ^_^ ^_^

Rencananya gini, selesai interview, mo ke PRJ, trus mo beli oleh-oleh buat sanak saudara. Sekalian refreshing, masa selama liburan di kosan mulu, kosan sepi lagi, ga ada TV, ga ada hiburan. Nah si teman yang satu, ogah-ogahan perginya, teman yang satunya lagi, itung-itungan (maklumlah namanya juga mahasiswa), tapi dia ragu antara mau, tapi duit ga ada, trus teman yang satunya lagi dengan jelas menyatakan tidak mau ikut karena lagi bokek. Ya wes, daripada semua ragu dan ga mantap hatinya buat jalan-jalan, diputuskanlah untuk pergi sendiri. Hitung-hitung bertualang lagi, have fun with "me time" lagi... Dan sebenarnya juga banyak untungnya pergi sendiri, para teman-teman yang lagi bokek juga ga ikutan kekuras isi kantongnya, soalnya kalau mau ke PRJ, ga cukup duit 50 ribu.. ckckck...

Emang agak takut, tapi diberanikan diri demi pekerjaan. Sebelumnya, malam sebelum interview sudah searching jalan menuju kesana dan sudah melakukan sedikit persiapan jawaban-jawaban yang kira-kira nanti akan ditanyakan. 

Bismillah, perjalanan dimulai. Naik busway sampai harmoni, dari harmoni transit menuju Blok M. Dikirain bakalan lama ngantrian di busway transit di harmoni, ternyata ga juga. Alhasil nyampe blok M-nya kecepatan. Ga tau mau ngapain, Blok M juga toko-toko banyak yang belum buka, masih sekitar jam setengah 9-an. Dan, timbul ide. Opi berdiri di terminal Blok M, seolah-olah lagi nungguin orang.. ahihihihi. Alhamdulillah, bersyukur cuma ada beberapa orang di sana yang sibuk dengan kesibukannya masing-masing, jadi tidak terlalu memperhatikan diriku yang menghabiskan waktu dengan melihat-lihat berbagai tindak tanduk manusia di sana. 

Udah hampir jam 9, aku putuskan untuk naik taksi, soalnya emang ga ada angkot atau kopaja atau minibus menuju rumah sakit itu *ini menurut info dari site yang dibaca semalam sebelum berangkat nih. Si supir taksi juga ga tau persis dimananya, dan aku membiarkan hal tersebut, yah, kalau emang ga tau kan itung-itung ngabisin waktu juga, muter-muter di Jakarta Selatan. Interviewnya jam 10-an soalnya. Ternyata nyasarnya ga begitu jauh. Si pak supir inisiatif nanya sama penduduk setempat, yap, dan bertemulah rumah sakit tersebut sebelum jam setengah 10. Bayar taksinya, dan masuk rumah sakit yang bangunannya seperti rumah mewah, bukan seperti rumah sakit biasanya. Banyak pasien, tanya bagian informasinya, dan sepertinya hanya aku yang terpanggil untuk interview saat itu. Disuruh ngisi formulir, dan duduk diruang tunggu, syukurnya di ruang tunggu ada TV dan sepi pasien, jadi bebas berekspresi, mo ketawa, mo cemberut liat tuh acara TV, feel free... :p

Tapiiii... Penantian semakin lama terasa. Sudah jam 11-an, tak kunjung dipanggil untuk interview, takutnya sang interviewer lupa kalau ada seseorang yang sedang menunggu diruang tunggu. Coba tanya bagian informasinya lagi, katanya, lagi nunggu dokter, dokternya belum datang. He??? Agak kaget sih, tapi ga kaget-kaget amat, aku kan bukan Alay... hihihi :p 
Jadi interviewnya ternyata sama dokter??? Semakin agak tidak tenang, akankah seorang opi bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik dan benar ataukah memalukan seperti yang lalu-lalu??? hehe :p
Waktu pun terus berjalan, benar-benar penantian yang tidak tenang. Setengah 12, aku dipanggil lagi. Taraaaaa... semakin surprise. Ternyata yang interview dosen kuliah di UI. Dosen yang menurut teman-teman sering muter kemana-mana kalau kuliah. dan lebih kagetnya, setelah memasuki ruang interview, si bapak ga ramah sama sekali. Wajahnya sih datar, ga cemberut, tapi ga ada basa basi. Opi nungguin sampai disuruh duduk, tapi ga kunjung ada kata-kata "silahkan duduk" itu. Akhirnya duduk aja setelah bersalaman dan disambut dengan alakadarnya oleh si bapak. Dan memang tidak ada basa-basi sama sekali. Si dosen langsung ke pertanyaan inti. Awalnya beliau sempat bertanya, "Anda kenal dengan saya?". Pertanyaan ini mungkin terlontar karena ekspresiku ketika bersalaman dengan beliau. "Sudah pak, bapak dosen saya". Dan mengalirlah pembicaraan. Tidak banyak yang beliau tanyakan seputar lab. Palingan cuma, Opi lulusan S1 darimana, penjurusannya apa, trus nanya-nanya tentang mikroskop. Yang tentang interviewnya udah itu doang. Lebihnya nanya tentang, kuliah dan kerja. Endingnya yang paling ga banget. Si dosen malah ngeliat si asisten "Udah, pertanyaannya segitu aja". Ah *gedubrak deeeh... Nunggunya lama-lama, interviewnya cuma beberapa menit. Dan yang ditanyain interviewer juga ga banget. Opi pamit. Dalam perjalanan pulang, berharap dapat kerjaan tersebut. Tapi ga tau jugalah, kayaknya si bapak, ga mau mengganggu kuliah Opi dan beliau butuh yang bisa selalu standby disana. Tapi, di surat lamaran, Opi sudah nyatakan kalau Opi mencari kerja part time, dan yang diinterview juga diriku seorang. Ah tunggu info aja. Kalau ga ada info ya ga rezeki, kalau ada info untuk dipanggil kerja di sana ya Alhamdulillah wasyukurillah.. ^_^ ^_^
*Mudah-mudahan lulus.. Aamiin.. :) :)

Ok. Perjalanan pulang, ke blok M nya naik bajaj. Nyampe blok M, naik busway. Hati yang udah terlanjur kecewa dengan para teman-teman yang ga mau diajakin liburan. Alhasil diputuskan untuk pergi ke Lampung. Tempatnya teman kuliah S1 dulu. 

Niatnya berhenti di shelter gambir. Pas mau lewat, tuh penumpang lain ga denger suaraku, atau ga mau beranjak, ga dikasih lewat. Berusaha untuk minta tolong ke petugas untuk menunggu tetap berhenti di shelter gambir, eeeh, buswaynya jalan... si petugas malah ngomong gini "Kalau mau turun, siap-siap mbak". Heh!!! Gondok super... Aku yang ga dikasih lewat, aku juga yang diceramahin. Bagooos!!! Karena gondok, aku berhenti di shelter berikutnya, lumayan jauh euy. Kembali ke Gambirnya pake ojek. Great!!! pertama kali naik ojek sendirian di Jakarta!!! *hehe, biasa aja kali yaaa.. :p Soalnya agak parno naik ojek di Jakarta. Belum biasa.. :p

Si tukang ojeknya malah ngenebak tepat banget "tadi kelewatan ya naik buswaynya" *bener banget pak +,+

Nyampe gambir, mesan tiket buat ntar malam. "HABIS MBAK"... fiuh... akhirnya diputuskan untuk berangkat besok malam aja. tepatnya 24 Juni 2012 jam 8 malam.

Nyampe kosan, ga sabaran nunggu besok. Searching daerah kotabumi lampung itu seperti apa, tanya-tanya Vina, gimana mo naik bisnya atau naik kapalnya prosedurnya kek mana. hehehe... malu bertanya, jalan-jalan dan malu-maluin. Makanya siap-siap informasi daerah dan kendaraan dulu.. ^_^ ^_^

24 Juni 2012
Siangpun datang. Packing. Ancang-ancang berangkatnya ntar sekitar jam 5-an. Biar ga terlalu cepat dan tak terlalu lambat. Ancang-ancang tersebut sudah termasuk toleransi terhadap busway yang sering lama, penuh dan sesak di jam pulang kantor. tapi Opi lupa, ternyata hari itu adalah hari Minggu. Berangkat jam 5, ke atrium dulu, beli Jco buat oleh-oleh. Pelayannya lamaa banget. Tapi tetap santai aja deh, masih lama kok jam 8 malam ntu. Selesai beli jco. Naik busway. Eits, ternyata buswaynya ga rame dan ga ngantri seperti yang dibayangkan. Ngebut lagi tuh busway-nya. Akhirnya nyampe gambir sekitar jam setengah 6 lewat. Selalu intime... ckckck. Trus ngapain dong di gambir sendirian? nunggu 2 jam-an??? Haw haw, beginilah resiko kalau bepergian sendirian. Bengongnya juga sendiri. 

Nyampe di gambir, duduk dulu di poolnya damri. Ga betah, ga ada yang bisa dilakuin. Mo ngenet atau fun dengan x-peria takutnya ntar baterainya low. Kan selama perjalanan ga ada tempat buat ngecharge. Tapi di pool Damri itu ada lho tempat charger hp, dikenakan biaya Rp. 2000,-. Dan x-peria saat itu dalam kondisi sedang full baterai, siap sedia dengan e-book di x-peria buat di dalam bus nanti. Jadi baterainya musti di hemat dulu.

Ga betah, akhirnya jalan-jalan nyari mushola. Ga terlalu jalan-jalan juga sih, nyari musholanya ga yang sampai muter-muter banget gitu. Tinggal jalan lurus, masuk ke dalam, belok kanan, nemu deh tuh mushola. dan untungnya kedatanganku selalu intime. Ngambil wudu, dan setelah Opi ngambil wudu, rameeeeeeee banget yang ngantri, soalnya baru azan... Ada untungnya juga menjadi orang yang intime.. hehehe :p

Musholanya bagus, bersih, tapi, keciiiiil banget. Sujud pun, musti ati-ati, takut ntar kena orang yang lagi shalat di depan. Jadi ga konsen shalatnya. Bis shalat, cari tempat makan. Makan sendirian lagi... Ga enaknya gitu kalau pergi sendirian, ga ada yang bisa diajak ngobrol, ga bisa ketawa-ketawa rame-rame. Tapi keuntungannya kalau pergi sendirian, mo kemana aja, "semau gue". Abis makan, nongkrong lagi di pool nya damri. Ga terlalu lama juga, trus, nanyain bisnya ke lampung yang mana, ditulis sama si mbak nya nomor mobilnya. Setelah itu terdengar teriakan petugas "Yang tiketnya jam8 sudah boleh naik mobil sekarang". Opi bingung, apakah disini semuanya pada tujuan Lampung??? akhirnya nanya ke si petugas tadi sambil liatin tiketku yang sudah di tulisi nomor bis Damrinya. "Ya, silahkan naik mbak, di kiri paling depan ya mbak bisnya"... "Owh, ya.. ok. Makasi pak... "

Hihihihi, ternyata Opi sudah besar ya.. Sudah bisa jalan-jalan sendiri.. Hahay.. :p

Cari-cari-cari... Nyari nomor mobil Damri, dan ternyata di setiap bus itu ada nomornya di depan dan belakang bagian luar. Ooooo baru tau bagaimana cara nandain bisnya.. hihihi :p

Ok, duduk di bus gpplah lama, sekitar 1 jam-an duduk di bus yang dieeeem tak bergerak. mulai baca-baca e-book, tentang sebuah pernikahan. Ngena banget tuh e-book. Si tokoh cerita melakukan simulasi pernikahan... Hm... 

Ok, back to my adventure.. Soal pernikahannya nanti aja.. hehe :p

Jam 8, bisnya berangkat. Bismillah. semoga perjalanan ini menyenangkan. Penumpang sebelah kiri ibu dengan ponakannya, sebelah kanan si bapak dan sebelah kanannya lagi, seorang mahasiswi. Di depan si bapak dan si mahasiswi ada ibu dengan 2 orang anaknya. Nah lho??? pemerhati orang nih Opinya.. hehe :p

Selama beberapa menit setelah bis jalan, aku masih mendengarkan musik dan masih terus membaca e-book. Ga kuat, perut mulai loyo. Aw aw aw.. gini nih kalau dalam perjalanan. Selalu suka mual ga jelas. Apalagi kalau ga ada tas di atas perut. Biasanya selama jadi mahasiswi di Padang, bolak balik Padang, pas awal-awal juga sering kek gini, trus diakalin, tasnya dipangku aja, jadi ada yang memberi tekanan buat nih perut, jadi ga mual. Urgh, benar-benar tidak nyaman menahan mual perut. Akhirnya tas ranselnya disuruh duduk di atas pangkuanku saja. Hm.. beberapa menit kemudian sudah agak nyaman. 

Lanjut baca e-book, tapi semua pada tidur, ya ikutan ngantuk deh. tidur juga. Nyampe di pelabuhan merak, Si ibu sebelah kiriku menyapa, ngajakin ngobrol, lumayan banyak yang beliau bahas tentang keluarganya, Opi cuma manggut-manggut dan mengiyakan. menjadi pendengar yang baik. Masuk kapal, jadi ada teman deh.. hehehe... Si ibu emang duluan naik kapalnya, pas mau cari tempat peristirahatan, Opi minta bareng sama si ibu. Ternyata sang mahasiswi yang duduk di sebelah kananku juga ngikutin kita. Akhirnya kita kenalan. Namanya wiwik. Mahasiswa Hukum UI angkatan 08. Pulang ke Lampung karena ada yang mau nikahan. Bahas-bahas tentang kuliah, tentang UI, ramah ^_^ ^_^

Awalnya pas baru naik kapal, kita salah memilih tempat, malah memilih istirahat di tempat peristirahatan supir. Alhasil disuruh pindah ke tempat peristirahatan penumpang "maaf ya pak..." I say it... hahay, kata "maaf" dan "terima kasih" kadang suka loncat keluar, kebiasaan.. :p Sibapaknya juga bilang "gpp, iya, silahkan menuju ruang sebelah sana..."

Waw.. beginilah kondisi kapal laut itu. Ada tempat peristirahatannya, dan bayar Rp. 10.000,- di beri bantal per orang dan ada televisi layar datar dengan pemutaran movie yang sama, diulang-ulang. Ciaaah.. hahay... Opi bawa cemilan, nonton sambil makan cemilan. dan cemilan buat perut mual lagi, cemilan siih, cemilan kan sifatnya kebanyakan angin. setelah movie dan cemilan abis, perut kembali mual, mana ga bawa ransel lagi. Alhasil tidur bareng Wiwik. Kek udah kenal lama aja sama si Wiwiknya, kita tidur 1 bantal saling hadap-hadapan, berasa nyaman, akhirnya terlelap sempurna. 

Sekitar jam 3-an, terdengar pemberitahuan, bahwa kapal sudah menyeberang dengan selamat. Wiwik bangunin Opi yang sudah terbangun, tapi masih malas buka mata. Ngantuk bener... Enak banget tidurnya... Kita ke bus lagi, dan lanjut tidur. 

Sekitar jam 5-an, para penumpang turun satu persatu karena udah nyampe tujuannya masing-masing. Ibu di sebelah kiriku dan Wiwik berhenti di Bandar Jaya. Si bapak yang di sebelah kanan, pindah duduk ke depan.  Tinggallah aku sendirian, melihat Kota Lampung yang begitu indah.. Indah karena masih banyaaaak pemandangan hijau disana. "Lapeh mato mamandang"  Nice view.. Love it.. ^_^ ^_^

Finally, nyampe di kotabumi sekitar jam 6-an. Nanya si petugas Damri, dimana letak mushola. Ada mushola di belakang pool Damri. Sholat subuh disana dulu. Gosok gigi. Save, I feel save di musholanya.. Ga berasa di daerah orang. Berasa di kampung sendiri. Abis shalat, Vina jemput.

Rumah Zubong (Vina) ^_^ ^_^
Nyampe rumahnya, bis tu kita berangkat ke PG.. Vina masih kerja. Sekitar jam 12-an, kita pulang. Vina minta izin. Shalat zuhur di rumah dan berangkat sekeluarga ke Tanjung Karang. Mereka keluarga yang heboh. Ga nyangka aja serame itu. Uni Siska dan suaminya Bang Eri, Fun banget liat mereka, Orang tua yang Gahoool... :D

2 orang anak mereka, Tarisa dan Rafli, juga super heboh, Beruntungnya mama punya anak heboh seperti mereka... Apalagi Vina, Vina itu super iseng dan super heboh. Diperjalanan mereka ganti-gantian jadi guide. Memperkenalkan daerah mereka, memperkenalkan bangunan-bangunan penting. Ciaaaah... Pirtikiw... :D

Sebelumnya Vina sempat cerita tentang Bupati Kotabumi. Bupati yang narsis. Dimana-mana ada fotonya dia,  dan selalu update, gonta-ganti sesuai moment. Dan hari itu adalah pernikahan anaknya. Katanya setiap PNS musti nyumbang untuk pernikahan itu. Opi juga liat acara arak-arakannya.. Disana nama arak-arakannya  "Begawi". Kalau di minang kan namanya "Baarak".

Ikutan narsis dengan Fotonya Bupati Narsis :p
Ada satu hal juga yang menarik. Tentang "gonjong"nya adat Lampung. Kalau di minang ada rumah adat dengan gonjongnya, Lampung pun juga ada, tapi dalam bentuk yang berbeda. Nih, coba liat deh, gonjongnya kek gini nih... 
"Gonjong" Lampuang

Nyampe di Tanjung Karang, udah maghrib, trus kita makan bareng. Makan dibayarin nih, sama mama Vina. Waaah, Hidup gratisan nih di Lampung... Hahay, Opi jadi enak.. hehe :p
Nah, pilih-pilih makanan, awalnya mo makan yang udang saos tiram aja, eeee, zubong nawarin pindang. Disuruh nyoba, ya udah. Opi nyoba. Nih dia pindangnya. Katanya ini khas Lampung. Enak banget, tapi sayang perutnya cepat kenyang, jadi cuma setengah terhabiskan, Porsinya gede amat. Enak, Ikan sama kuahnya enak banget. Tabik aia liua liak, mangana raso pindangnyo.. Lamak bana.. :D

Pindang, khas Lampung. Sueger.. :D
Habis makan, kita jalan-jalan ke... keee.. mm... namanya apa ya?? lupa ding.. Kayak supermarket gitu... Si zubong dan keluarga beli keperluan dapur.. pengen masak spesial buat aku katanya gitu.. hihihihi :p
Enak banget dah jalan-jalan ke negeri orang, hidupnya gratisan.. hehe :p
Mudah-mudahan rezeki mereka bertambah banyak. Aaamiin.. ^_^ ^_^
Selesai belanja-belanja, kita pulang ke kotabumi lagi. Wuis, si bang Eri-nya ngebut dan heboh banget ngobrol sama temennya.. hihihi... Keluarga ini super duper heboh deh... suka.. :D

Nyampe rumah, shalat, ngobrol2 bentar, dan tidur lelap. Nyampe rumahnya udah sekitar jam 12-an, ngobrol ngalor ngidul sama zubong ampe sekitar jam 1-an. Daaan, akhirnya subuhnya telat.. ckckckck...

Hari kedua. Vina masak buat sarapan. Abis sarapan, pesan tiket Damri. Baru deh ke PG lagi. Jam 12-an kita ke tokonya Vina. Makan sate.. Nyam nyam nyam.. Enak banget dah... *gratis lagi nih... :p
Trus, iseng-iseng nyobain kain Tapis-nya Lampung... Dan mulai lah narsis... hihihihi :p
Kain Tapis, Gadis Lampung.. :p

Abis istirahat dan makan siang di toko, kita ke PG lagi. Sekitar jam setengah 4, kita pulang jalan kaki, sambil beli oleh-oleh, singgah ke taman kota, foto-foto, nyobain kue, nyobain kwetiawnya, nyobain.... aw aw aw.. perutku fuuuullll... hihihihi :p

Akhirnya nyampe rumah udah sore, niat Vina masak spesial ga jadi. Alhasil sambil Opi beres-beres, Vina nyempatin buat es goreng. Ah, ga bisa nolak kalau yang ini. Enak banget.. haw haw.. seger enak gimanaaa gitu... Dulu pernah sih nyobain es goreng di Bukittinggi, tapi rasanya ga kek yang Vina buat. lebih enak yang Zubong bikin.. :D

Buru-buru, dianterin sekeluarga lagi ke pool damri-nya. kecuali mama sih. mama stay at home. pamit sama mama. Hm.. berasa punya keluarga lagi.. Senangnya bersama mereka. baik banget, heboh. Sebelum berangkat, Tarisa ngajakin main gelembung. Berasa gimaaanaaa gitu.. Di Jakarta mana bisa main kek gini sama anak kecil?? Rafi dan Rifa anaknya ibu kosan sibuk mainnya di rumah dan sama teman-temannya doang. Ga nemu lagi deh anak kecil di Jakarta. Main sama Tarisa dulu bentar sambil nunggu maghrib. 

Maghrib datang, shalat, dan kita caw ke pool Damri. Dalam perjalanan mereka nakut-nakutin, Damrinya udah berangkat... Haw haw, cemas juga sih, kalau telat datangnya ke pool, tiketnya hangus. wew... pulangnya kek mana kalau tiketnya hangus? duit sih masih ada, tapi 140 ribu hangus begitu saja karena telat??? ga banget itu namanya.. hehe :p

Nyampe di Pool, keinget. Jaketnya ketinggalan di rumah Vina. Trus juga buru-buru. Kayaknya tuh Damri cuma nungguin Opi doang deh. taruh barang ke atas mobil dulu, trus turun lagi, pamit sama Uni sama Vina sama Tarisa dan Rafli. Fiuuuh... Di klakson-in ama si supir. Iya, ini pamit dulu.. Haw haw... Naik bis. Bismillah, ternyata bisnya langsung berangkat. Setelah Bisnya berangkat, baru nyadar, siang pas beli tiket Damrinya, ga ada kembalian, jadi pas mau naik Damri aja ingetin kembaliannya, gitu ka ta si mbak penjual tiketnya. Tapi... kelupaan minta kembaliannya.. haww haw.. Alun gaek lah tuo.. hehehe :p
Ya sudahlah.. Rezekinya dia... 

Lanjut... di bus, duduk di bangku nomor 18. Di samping seorang gadis. Berharap bakalan seru, ternyata aku dibuat speechless. Langsung nembak aja nih anak. Nanya-nanya tentang aku, dan nawarin abangnya... Haw haw.. apa-apaan ini??? hihihi... iya, buat melumerkan suasana emang musti gokil, dan terus terang opi suka kepribadian Dewi (namanya nih). Kerja di rumah sakit Persahabatan di Rawa Mangun. Cerita-cerita tentang kuliahnya, keinginan dia. Persis. Cerita tentang masa lalu abangnya. Persis. Ga jauh-jauh dari kisah hidupku.. hehe.. Dewinya juga tertarik komputer, bawa motor, kayaknya juga jiwa petualang nih. Di awal perkenalan, banyak yang dia ceritain. Di pertengahan jalan, tapi setelah dia nyomblangin sama abangnya, jadi speechless, ga tau ngomongin apa, Alhasil di pertengahan jalan, diem, tidur, diem dan tidur. Palingan juga sekali-kali doang ngomongnya, apalagi nih perut nambah mual. Jaket ketinggalan, dingin, mual. Haw haw.. Gimana mo menjelajah lebih jauh... mabok darat, mabok laut, mabok udara... ckckckck... Terpaksa make selimutnya bis. Dan alhamdulillah, nyampe di salah satu pool Damrinya, Selimutnya ditukar, ama yang lebih bersih, Harum, Hangat. Alhamdulillah.. ^_^ ^_^

Jam 12 kita udah nyampe di pelabuhan. Tapi ngantrinyaaaaa, MasyaAllah... panjaaaaang. Alhasil baru sekitar jam 3 baru naik kapal. Tapi kapal yang satu ini, walau terkesan tidak semewah kapal sebelumnya, tapi nyaman banget. Kita istirahat di ruang peristirahatan. Bayarnya cuma Rp. 5000,- per orang. Trus, jendelanya kebuka, jadi lepas memandang lautan. Pas baru naik pun, berasa banget angin lautnya. Bernostalgia-lah Opi mengingat masa kecil. Untuk pertama kalinya naik kapal laut bareng MaPa dan kakak. Nice memory... I miss my family... :) :)

Nyampe diruang peristirahat, tempat yang disediakan seperti tempat duduk yang memanjang, Jadi Opi dan Dewi, ngambil posisi masing-masing satu kursi, dan tidur deh di sana, walau badannya musti dilipet.. hehe :p
Awalnya ga bisa tidur, posisinya ga Pw, tambah dingin, jaket ga ada. Akhirnya ngatur-ngatur posisi tidur di kursi panjang, lipet tubuh (kebiasaan kalau tidur di rumah, juga suka kek gini, badannya dilipet jadi dua... :p),  tangan di perut biar ga masuk angin, daaan... zzzzzzzzzzzzzzz.. nyenyak banget... 

Sekitar jam setengah 5, kebangun, dan kapal sepertinya hampir sampai di pelabuhan Merak... Nice view... Lampu-lampu rumah terlihat begitu indah dari kapal... ^_^ ^_^
Dewi ngajakin pipis.. hehehe... *ini penting ya dibahas di blog ini?? Penting.. Soalnya Opi mo ngegambarin, gimana kondisi toiletnya kapal.. Pesiiing.. hahahay... Hueeek... :p
Airnya juga kayaknya ga sejernih di rumah.. ya iyaaalaaaah.. hehe... Toiletnya ngantri lagi tuh... hm...

Setelah mencoba toilet kapal, kita kembali ke bus. Pas keluar, Subhanallah, angin lautnya, berasa ada yang terbersit di hati ini, "kangen pulang, kangen rumah".. Benar-benar laut sepertinya membangkitkan kenangan indah jalan-jalan sama keluarga. Viewnya... Subhanallah.. Tak terlukiskan dengan kata-kata perasaan ini. 

Nyampe di bus, Dewinya tidur lagi.. Hm... Nothing to say... I am very speechless... Sekitar jam 6-an, ada pemandangan menakjubkan juga. Ngeliat matahari terbit. Sebenarnya udah biasa ngeliat matahari terbit atau tenggelam. Tapi yang ini beda. Seperti benda bulat yang menggantung di langit. Orange... Biasanya kalau liat matahari, itu ada pendaran cahayanya kemana-mana. Yang ini beda. Benar-benar bulat bersih warna orange. Subhanallah.. pemandanganMu Ya Rabb... Indahnyaaa.. :) :)

Gambir, jam menunjukkan jam 7 pagi. Dewi pamit mo duluan. I just can say "yup, keep contact ya..." Haw, kalimat apa itu?? hihihihi :p
Ah si bodo teuing... Turun dari Damri, Opi nyari Mushola, Mo shalat subuh dulu. Biar terlambat daripada tidak sama sekali. Nyampe mushola, musholanya ga bisa dibuka, ternyata ada "teknik" tertentu buat buka pintunya. Haw haw... Nyampe di mushola, gosok gigi, cuci muka, wudu, shalat... Abis shalat, para pria bawel yang jemput pada bawel nanyain posisi. 

Selesai pasang jilbab, keluar, dan aku menemukan dua sosok pria bawel di luar mushola sedang duduk dengan nyamannya, sementara aku keberatan bawain oleh-oleh buat mereka.. hehehe :p

Mereka memang sosok yang unik... Kita duduk-duduk di depan mushola dulu. Cerita-cerita. Yaaah, kalau dengan mereka tidak akan pernah kehabisan bahan cerita. Namanya juga para pria bawel.. Adaaa aja yang mau diceritain. Si kakek kelaparan, dia ngotak-ngatik tuh barang bawaan opi, nemu roti, langsung aja dimakan tanpa babibu. Hehey... Itu roti yang dimakan roti pemberian Damrinya.. Jadi roti biasa aja. Setelah si kakek makan, Opi ngeluarin Roti juga deh. kemaren sebelum pulang, sempat beli roti dulu di Lampung. Niatnya buat cemilan di bus atau di kapal. Tapi perut ga bisa diajak kompromi, pengennya tidur, ga jadi dimakan tuh roti. Opi keluarin. Satu pizza, satu abon... haw haw haw.. kasih ahmad satu, satu rencananya buat aku.. Ciaah.. si kakek malah kasian, dia cuma dapet roti kecil. Ya udah, Opi potong sedikit, lebihnya kasih si kakek. Kasian para pria bawel yang selalu kelaparan. Dan dapat info juga kalau ahmad abis disuntik, katanya sakit asam lambung. Haw haw.. Ya iyaaalah sakit... Demi nonton sama teman-teman, dia rela nahan perut sampai kelaparan. Ckckckck.. Para cowok emang suka gitu ya??? Hadeeeh... Melihat sepertinya mereka masih kelaparan, dan masih saja berciloteh, Opi ngeluarin coklat. Awalnya juga niatnya nih coklat buat ngemil pas mau berangkat ke Lampung. Cuma ada 2, ya udah, kasih mereka aja, lagian Opi juga ga terlalu lapar. 

Setelah ngomong ini itu, udah sekitar jam setengah 9-an, Baru kita jalan pulang. Udah nyampe shelter busway, Si kakek menggoda untuk naik ke puncak Monas.. Waw... pengen bangeeeet... Akhirnya kita ke Monas. Dan diluar dugaan. ternyata panas banget!!! Muter-muter nyari tempat masuknya dimana.. ternyata oh ternyata, klo mau ke puncak Monas, pembelian tiket masuknya kita musti lewat terowongan. Ampun dah, mana udah tawaf lagi sekeliling Monas.  Bagooos... 

Setelah beli tiket, mau naik ke atasnya pun ngantriiiiii.. Alhamdulillah ya sesuatu.. Rame banget nih umat... Sambil ngantri, taukah saudara-saudari apa yang terjadi??? Aku kena muntahan pengunjung lain.. Hiks... Awalnya sambil enak-enak becanda sama tuh dua pria bawel, tiba-tiba berasa anget nih kaki. Liat ke bawah belakang... Euuuwwwhh.. Si adek ternyata muntah, ngenain kaki dan celanaku. Untungnya cuma sedikit. Awalnya sih gpp... Tuh adek kasian, diurutin punggungnya, disuruh minum dulu, duduk dulu, pucet abis tuh anak... Mereka perginya bertiga. Pak adri ambil inisiatif, ngelaporin petugas, biar disuruh duduk dulu, istirahat dulu. Takutnya ntar pingsan lagi, antriannya masih panjang. Kemudian, keluarlah mereka dari antrian. 

Beberapa menit kemudian, kakiku berasa lengket. Eeeuuuwh... Akhirnya beli minum, cuci kaki di antrian. Pas udah mo naik (Naiknya pake lift), pak adri malah ikutan pucet. Dia takut ketinggian katanya. Ya udah, minum yang dibeli tadi kasih ke dia. Si kakek duluan naiknya, soalnya hitungannya 12 orang naik lift-nya. Opi dan ahmad nyusul. Kasih minum tuh kakek, biar ntar ga ikutan muntah di atas. Haw haw... ada ada aja nih para pria... Nyampe Atas.. Rameee.. Pemandangannya juga panas banget, ga sesejuk yang dikira. Apa ya uniknya, hm.. ga ada, palingan juga, dari atas Monas, kita bisa liat Jakarta secara keseluruhan. Jakarta Timur, Barat, Utara dan Selatan. Dan pemandangannya adalah gedung-gedung tinggi. Alhamdulillah ya sesuatu banget. Untung harga karcisnya ga mahal-mahal banget. Awalnya dikirain harga tiketnya sekitar 50-ribuan. ternyata ga ding. Dan kita dianggap mahasiswa sama si mbak yang jual tiket. Padahal kita awalnya beli yang untuk umum, dikasih yang mahasiswa, Rp. 3.500,- per orang.. Hihihihi :p
Si mbak nyangka kita mahasiswa karena tampangku kucel atau emang tampang kita mahasiswa banget??? hehehe :p

Setelah foto-foto ga jelas di puncak Monas, kita turun lagi karena melihat rombongan anak SD sudah nyampe di atas. Ngantri di lift, ada kejadian lucu. Pak adri ngeliat ada yang ga antri, malah dia tegur, ternyata itu petugas.. hahahahaha.. Lawak... malu euy.. malu tuuuu.. hihihihi :p

Liftnya berhenti di lantai 2, setelah diliat-liat, tertarik juga untuk melihat pemandangan dilantai 2 ini. Dan inilah  pemandangan yang terlihat dari lantai 2... 

Eits, jangan mikir aneh2, ini yang namanya Ahmad,
satu-satunya foto yang bisa menggambarkan keadaan lantai 2 Monas
Dan setelah foto sana foto sini, kita dikagetkan oleh teriakan rombongan anak-anak lagi. Bukannya tidak suka dengan kehadiran mereka, cuma, rame banget.. penuh... Jadinya, kita turun melalui tangga ke lantai 1.

Nyampe bawah, Astaghfirullah, cerahnya dunia, panas buangeeeet... Kita jalan di bawah matahari kayak orang ketakutan ama cahaya matahari.. xixixi :p

Nyampe gerbang Monas, Ahmad ngajakin minum es doger. Dianya haus. Rp. 4000,- satunya. Ahmad yang bayar. Emang bikin seger. Es dogernya enak... Segar banget. Tapi ga habis. Perut kalau udah telat makan, pas makan, ga bisa makan banyak-banyak, cepat kenyangnya. Ahmad saking hausnya, es dogernya cepet amat habisnya. Opi nyisa. hehe :p

Kemudian kita pulang... Pulangnya Opi putuskan naik taksi. Soalnya sumpah panas banget Jakarta hari itu. Mana busway berdesakan lagi. Pulang pake taksi, nyampe kosan, Opi beli nasi, daaaan, terkapar lagi dikosan. Jam 11 nyampe kosan, ketiduran, ampe jam 3 sore. Waw, kaget. Bangun tidur langsung lari ke kamar mandi, wudu, shalat Zuhur. Alhamdulillah, masih sempat. Abis shalat, baru makan.

Waaah.... walau pun capek, tapi melihat pemandangan indah dan seru-seruan bersama teman membuat hati tersenyum riang.. ^_^ ^_^
Dan sekarang, mengisi kesepian dikosan, Opi menuliskan cerita ini.. Mengingat-ingat indahnya bertualang.. Hahay, Next trip??? will be.. InsyaAllah.. Nabung dulu lagi... hehe :p

Sampai ketemu di perjalanan berikutnya... :D

Friday, 15 June 2012

Korupsi, Politiknya Politik, Sebuah Pemikiran dan Hati

Tergelitik lagi untuk nge-blog setelah baca-baca berita di Yahoo... Naik darah lagi ketika baca postingan salah satu Yahoo tentang korupsi. Putrinya Amin Rais. Satu sisi ingin membahas tentang korupsi itu sendiri. Sisi lain ingin membahas tentang Yahoo, karakter penulis dan mindset. 

Kita bahas satu persatu dulu. 
Korupsi... Salah satu komentarnya berkata seperti ini... "Di dunia ini jangan jadi orang baik, bisa celaka..". Lha??? Kalau semua orang di dunia ini jahat semuanya, trus mo jadi apa dunia ini? mo kayak di movienya zombie kali ya. Kalau manusia udah pada jadi zombie semuanya, ntar antar zombie saling memakan. na'udzubillahi min dzalik... Miris. Lagi-lagi aku berfikir, apa yang harus aku lakukan agar semua orang berpikir untuk berkelakuan baik??? Marah, sedih, sakit hati. Satu lagi. Aku berdiskusi dengan teman satu kosan "Ga malu mereka apa ya? korupsi sampai kayak gitu, melibatkan keluarga, segala macam, ga takut dosa tuh orang?". Si tetangga kos jawabnya gini. "Ya, mereka kan kekurangan pi, makanya korupsi. Lagian korupsi itu banyak untungnya. Ketahuan pun, palingan dihukum 4 tahun, Dan hartanya tetap banyak. Lagian dunia kan sebentar, ngerasain malu cuma sebentar, akhirat itu mikirnya nanti-nanti aja"... Hahay, niatnya si tetangga sih kayaknya nyindir si para koruptor, Tapi jadi kepikiran juga. Kalau memang benar pemikiran mereka seperti itu, betapa meruginya mereka. Astaghfirullah. Jauhkanlah hamba dari hal-hal merugikan seperti itu Ya Rabb.. luruskan niat kembali. hidup di dunia hanya untuk BERIBADAH KEPADANYA, KEPADA SANG KHALIK TERCINTA... 

Hm.. harusnya setiap koruptor itu dihukum mati aja kali ya.. Atau setidaknya semua harta bendanya tak terkecuali di sita dibagikan ke kaum fakir miskin. Jadi mereka kapok. Opi pernah baca, di sebuah negara, para pemimpin atau aparat yang menjalankan dan mengamankan negaranya malah menjadikan sebuah "korupsi" menjadi sesuatu yang sangaaaaaat memalukan. Coba Indonesia memiliki rasa malu itu... Padahal Indonesia terkenal dengan adat istiadatnya ya, tapi mengapa jadi kekurangan urat malu begitu? Astaghfirullah.. Astaghfirullah.. Astaghfirullah...

Hhhhh.... Bahasanku ini apakah ada manfaatnya? Hm.. mudah-mudahan ada manfaatnya, siapapun yang berkunjung membaca tulisan ini, Opi sangat berharap, kita bisa berpikiran seperti ini, KORUPSI ITU ADALAH HAL YANG MEMALUKAN... Memalukan karena koruptor itu termasuk orang yang sebenarnya dilanda MISKIN HARTA (miskin harta makanya korupsi) dan sesungguhnya termasuk orang yang MISKIN IMAN, MISKIN HATI.

Sebuah pemikiran dan Hati... Mereka bisa berjalan dengan sinkron jika hati itu baik. Baca-baca komentar di berita korupsi tersebut, salah satunya menyatakan bahwa berita di Yahoo kadang suka memprovokasi. Hm... Yaaah, boleh dibilang begitu juga. Di berita tersebut, putri Amin Rais disebut "kecipratan" korupsi karena dikasih uang 2,5 juta oleh si tersangka koruptor. Beberapa komentar dari komentator yang jadi perhatianku :


"2.5 Juta dari milyaran kok disebut kecipratan ?.. Kalau ratusan juta, bolehlan disebut kecipratan... Kalau mau nulis berita diuji dulu dong validitasnya.. Anak-anak negeri ini sangat mudah marah, anda provokasi lagi.. Kacau nich Yahoo.... Yang cerdas dong kalau nulis.."

"dicek dlu mas berita lengkapnya,, jgn mpe telan mentah2 berita kayak gni,, nenek2 aja tau, masa iya cma kebagian 2,5juta klo emang aliran dana korupsi... di berita tetangga lebih lengkap beritanya mas.. :)"

"itu mah bli tas dari bisnis onlen kalii, masa korupsi cuman 2,5 juta perak
malu2in bapakny yg tokoh nasional,,,,asbun aj ni judul"

"Beritanya kurang lengkap tuh. Media sebelah menjelaskan lebih lengkap. 2,5 juta itu utk pembelian baju batik di butiknya Tasniem. Di akun FB Tasniem, kmrn dia posting foto nota pembelian baju batik yg totalnya 2,5 juta. Monggo di cek ya... :)"

Nah, inilah yang terjadi di dunia maya saat ini, di dunia media massa. Berita ga jelas, digembor-gemborkan hasilnya menyebar fitnah, menulis hanya untuk mencapai target pekerjaan tapi tidak untuk mendidik bangsa, menulis berita tanpa menyelidiki fakta yang ada. Nah beginilah hasilnya... Astaghfirullah... Mulai dari diri sendiri dulu. Bismillah, mga dijauhkan dari segala penyakit jiwa dan raga.. Aamiiin Ya Rahiiim...