Wednesday, 30 January 2013

Sebuah Arti "Panggilan"

Kalau ngomong sama seseorang, kita biasa menggunakan panggilan tertentu. hari ini tiba-tiba saja lagi whatsapp-an sama teman-teman "Golex", terlintas, mereka para cowok sering memanggil dirinya sendiri dengan pangggilan "wak" singkatan dari "awak" (minang languange). 

teman-teman cowok minangku yang lain juga sering menggunakan panggilan ke diri sendiri seperti itu. Tapi ada beberapa cowo yang memanggil dirinya dengan nama panggilannya masing-masing. Dan tidak hanya cowok minang saja yang menggunakan nama panggilan ke dirinya sendiri. Teman-teman cowokku dari luar minang juga ada yang sebut nama, sebagai panggilannya ke dirinya sendiri. 

Panggilan, sesuatu yang sangat penting. Hal ini pernah jadi permasalahan beberapa waktu yang lalu. Aku dan sahabat karibku, biasa menggunakan panggilan "kau" dan "den". Ga inget juga itu panggilan asalnya darimana. Udah nyaman dengan panggilan itu, dan berasa lebih akrab saja. Kalau zaman sekarang sih, kalau para wanita menggunakan panggilan "kau dan den" ketika berbicara, itu terkesan "liar" atau "kurang sopan". Kalau zaman dahulu, itu adalah panggilan sehari-hari siapapun di kampung ranah minang. Yah, bagi sebagian orang mungkin terdengar agak kasar, tapi ketika kami mencoba untuk mengubah panggilan tersebut dengan menggunakan nama masing-masing, terasa sangat jauuuuuh sekali, Dan diputuskan lah untuk selalu menggunakan panggilan "kau dan den" tersebut *si bodo teuing orang mo bilang apa.. hehe :p

(tapi sekarang, karena adik sahabatku sudah mau melahirkan, dan dalam waktu dekat kita akan punya keponakan, jadilah panggilan berubah menjadi "mak etek" = panggilan untukku dan " mak dang"= panggilan untuk sahabatku).

Lain daerah lain pula sistem panggilannya. Di kampus, aku biasa menggunakan "aku dan kamu". Dan dengan teman yang akrab kadang kami memberi nama panggilan spesial masing-masing, yang di ubah dari nama dasar kami. Contoh : yudi menjadi yuyud maruyud, opi menjadi opi suropi, dan cut menjadi cucut marucut. *panggilan yang aneh.. but, ini yang membuat kita terasa begitu dekat.

Beda suasana, beda lagi panggilannya. Dengan 2 cecunguk yang bawel, kita punya gelar masing-masing juga. ahmad = buncit, adri = kakek/gembrot, opi = nenek.
*hahay, sudah dua orang yang memanggilku nenek (ahmad dan eli)
*dan panggilan "mak" pun sudah mulai melekat --> beberapa link dari Golex... weh weh weh.. :p

Satu hal lagi yang mungkin dengan terpaksa aku selipkan di akhir postingan ini. Panggilan kepada kekasih.. *eleuh.. :o

Macam-macam juga panggilan kepada sang kekasih. Tapi pada umumnya mereka yang pacaran memanggil sang kekasih hati dengan panggilan "ayank". Dan tidak sedikit juga memanggil dengan nama panggilan yang aneh-aneh. Dan panggilan tersebut punya sejarah masing-masing dan mempunyai kekuatan tersendiri dalam menjalani hubungan... 

*apapun panggilannya yang penting tetap FUN.. ^_^ ^_^


Sahabat menjadi Cinta


Prambors pagi ini, di Selamat Begi, membahas tentang sahabat dan cinta. Katanya 80% sahabat itu berbakat menjadi cinta... Yup, memang benar. Tidak bisa dipungkiri, kalau kita sahabatan dengan lawan jenis, minimal kita pernah mengalami yang namanya "rasa suka"...

*hihihi, curcol nih??? 

Yaaah, selama aku temenan dan sahabatan dengan para sahabat yang berlawan jenis, emang aku akui aku suka. Dan bersama mereka, aku bisa tampil apa adanya. Lengkap dengan bawelku, marahku, ngambekku, dan segudang kebaikan lainnya.. (hehehe :p).


Tapi aku punya prinsip, yang masih dipegang sampai sekarang (entah kalau untuk yang akan datang.. hehe :p) bahwasanya "aku ga pengen 'jadian' sama sahabatku sendiri. Kenapa? karena aku takut kehilangan mereka. Ok, kalau seandainya berakhir ke jenjang selanjutnya yang lebih serius dan selalu menjadi teman hidup yang bertahan sampai maut memisahkan... *sa elaaah.. :p
Nah itu perumpamaan yang positif, nah kalau perumpamaan negatifnya, kalau seandainya kita punya masalah yang tidak bisa terselesaikan dan akhirnya putus??? wew... aku jamin kita ga akan seakrab dulu lagi walau masih berkomunikasi dengan baik. 

*pagi-pagi udah membahas tentang cinta... ckckck.. topik yang selalu dihindari di blog, tapi ke-posting juga.. :p

Saturday, 26 January 2013

Tampilan Baru


Wiii.. Tampilan blog baru nih...

Setelah berulang kali mencoba pembuatan "Read More" --> ga bisa-bisa (karena bahasa pemograman berdasarkan petunjuk dari kebanyakan searching dari blog lain, tidak sama dengan bahasa pemograman blogku *blogku ternyata berbeda dengan blog yang lain... ckckck ), akhirnya diputuskan untuk merombak penampilan blog sepenuhnya (karena ga bisa lagi balik ke settingan awal *lupa formatnya.. weleh-weleh).

Dan jadilah penampilan blogku seperti ini. Ibarat kamar, setelah lempar sana lempar sini, berantakan dimana-mana, kemudian aku sapu, bereskan, taruh barang ditempatnya, pel, dan... *kok jadi ngelantur membersihkan kamar??? *heleuh O.o

Blog dengan tampilan baru kali ini, diharapkan bisa mencerahkan mata si pembaca dan tetap berasa fresh disini, menemukan sesuatu yang fun, dan.. si blog emang terkesan abis mandi ya... segerrrr.. :p

Thursday, 24 January 2013

Turki


Lagi enak-enak tidur siang, digangguin sama sms seseorang yang request ngeshare tentang sesuatu about Turki. Antara ada dan tiada, fikiran jadi flashback ke kejadian tadi pagi. Tadi pagi, selesai beres-beres, tongkrongin fb, dan disapa oleh salah satu karib dari belahan dunia sebelah sana. Turki. Awalnya hanya sapaan biasa saja. Kemudian, sambil chating, aku mengambil sepiring nasi dan lauknya, dan menawarkan/berbasa basi kepada sang karib untuk makan. Dan mulailah kita membahas tentang makanan Turki yakni "kebab". 

Sang karib menjelaskan dengan bahasanya yang berbelit-belit, bahwasanya kebab yang kita kenal di Indonesia itu sebenarnya bukanlah kebab tapi doner. Bedanya apa? si karib menjelaskan bahwa kebab itu sistem pengolahannya "manggal" sedangkan doner sistem pengolahannya seperti yang kita lihat di Indonesia. Sempat terjadi perdebatan yang tidak jelas pagi itu, tentang kebab dan doner. Si karib menjelaskan sekuat tenaganya tentang perbedaan kebab dengan doner. Aku bingungnya tentang kata "manggal", tapi si karib malah menyangka aku bingung di bagian "doner". Jadi aku searching sendiri. Dan kembalilah jalan-jalan di blog orang. 


Salah satu blog menjelaskan alakadarnya tentang kebab dan doner, tidak terlalu puas dengan jawabannya, aku kembali searching dan sampailah di suatu blog seorang mahasiswa Turki (yang sepertinya juga berasal dari Indonesia). Kalau mau lebih puas tentang infonya seperti apa, silahkan jalan-jalan ke blognya Arsyil (just click his name on this story).


Jadi, perbedaan kebab dengan doner itu adalah dari segi proses pengolahan dagingnya. Kebab itu dagingnya diproses seperti memanggang barbeque dan doner itu diolah atau dipanggang dagingnya dengan diputar di atas api. Hm... bagusnya ada gambar biar jelas, sebentar, aku searching gambarnya dulu.. :p

Nah, ini contoh pengolahan doner.....


Wiii,, jadi ngiler lagi liat-liat gambar kebab, ops... doner lebih tepatnya... udah berasa di mulut... nyam.. nyam.. 

Ok, itulah perbedaan kebab dengan doner yang aku pahami. Jalan-jalan di blog si Arsyil, ada sesuatu yang baru ku ketahui. Aku kira Turki itu adalah negara yang Islam banget. Agak terkaget-kaget membaca tulisannya. Seperti aku terkaget-kaget mengetahui fakta tentang Arab. Dulu waktu kecil, aku mengira Arab itu juga kota Islam yang sangat Islam, tapi, yaah, namanya juga masih kecil, aku terkaget-kaget kalau di Arab itu juga ada agama lain.. hehe :p

Tapi, sepertinya kekagetanku kali ini lebih "high quality"... Ya, di Turki memang banyak orang Islam, tapi kehidupan mereka tidak se"islam" yang aku bayangkan. Ku utarakan kekagetanku kepada si karib yang sedang menuntut ilmu di sana. Si karib malah lebih memperjelas. 

Silahkan di baca sedikit percakapan kita di pagi hari.. (pukul 07.00 di Indonesia = pukul 03.00 di Turki)
A = Aku
K = Karib

  • A : 
    ternyata turki itu tidak se"islam" yang dikira ya? sabaleh duo baleh jo jakarta bantuaknyo. *hasil baca blog si mahasiswa turki, pada shalat jumat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung


  • K: 
    itu baru seberapa tu nek. baco sejarah kemal attaturk nek. nyo melarang azan. menutup madrasah. mushala berubah fungsi jadi kandang sapi. baru duo tahun belakangan di izinkan berjilbab di kampus. org islam sibuk pado pulang kampuang pas menjelang tahun baru untuak merayakan crishmast. pd hal islam. tukar2 kado pulo kyak kristen. pakai topi merah santa. iyolah lawak


Hm... Ternyata ke-Islam-an di Turki belum semaju di Indonesia. *walau Indonesia masih belum bisa dikatakan "maju" sepenuhnya tentang Islam.

Tertarik, kusikat habis, bacaan di blognya si Arsyi...

Belajar bahasa Turki, membuatku teringat kembali pada pelajaran bahasa Arab dan Bahasa Prancis-ku. Penggunaan lar/ler. Turki, sesuatu yang benar-benar baru bagiku. Bahasanya, kebudayaannya, tulisannya. 
Aku sempat bertanya juga sedikit tentang bahasa Turki kepada karibku itu. Dan kembali terjadi diskusi yang menarik tentang penggunaan lar/ler. Kalau pada bahasa Arab, pada kata benda yang berjenis kelamin perempuan, ditambahkan "ta marbutah" di akhir katanya, sama juga halnya dengan bahasa Prancis, pada kata benda yang berjenis kelamin perempuan, akan dibubuhi "la" pada awal katanya. Ketiga bahasa ini sama, sama-sama menggunakan suatu imbuhan untuk membedakan laki-laki dan perempuan. Bedanya, pada bahasa Turki, lar/ler ini digunakan untuk "jamak = jumlah yang lebih dari satu (banyak)".

Karena sang "kakek cangkul" request tentang sesuatu yang berbau Turki, lets we learn about this country...
Kakek cangkul, adalah seorang tamatan jurusan politik *kok jadi ngebahas kakek cangkul??? hehe :p
Ada hubungannya kok, karena kakek cangkul berlatar belakang politik, jadi mari kita bahas sedikit tentang politik Turki.

Heleuh, searching tentang politik Turki malah jadi belajar "kewarganegaraan" lagi...
Ok, ini yang aku dapatkan. Turki itu adalah negara parlementer. {Wiii.. benar-benar kembali ke zaman SMA nih... hayooo pi, parlementer sistem pemerintahan yang seperti apa? hehe :p}
Benar-benar sesuatu yang baru. Negara-negara lain masih tidak aneh untuk dibahas, terkadang juga melihat perkembangan negerinya seperti apa, Amerika, China, Jepang, Brunei, mereka dengan presidennya dan sistem kekerajaannya masih "wajar" di benakku. Tapi, Turki??? lebih tertariknya ketika membaca negara ini memang 99,8% penduduknya adalah Islam. Tapi bagaimana dengan kebudayaan Islam mereka sendiri.

Let's searching again....
Hm.. memang benar, dugaanku sebelumnya tentang turki yang identik dengan Islam adalah hal yang wajar, karena memang dahulunya, negara ini sempat menjadi negara Islam sebelum menjadi Republik Turki dan kemudian di bawah pimpinan Ataturk, negara ini menjadi negara yang sekuler dan demokratis. Satu sisi pemerintahannya bagus, satu sisi, terkesan menentang Islam??? hm... bicara politik memang tidak ada habisnya.. Kita ganti topik yang lain saja ya. *berbicara politik membuatku unmood again (jangan sampai tulisan ini tidak selesai dan hanya menjadi draft yang entah kapan akan diselesaikan)

Topik yang indah-indah saja. ok. Topik menarik dan bisa jadi pembelajaran. Berasal dari salah satu blog yang di tulis oleh Ahmad Faris. Tentang kebiasaan dan cara menyeduh teh ala orang Turki. Sedikit aku kutip tentang tulisannya :

"Tempat mendidihkan teh di Turki selalu dua tempat. Bagian bawah untuk air putih panas, bagian atas yang sudah dicampur dengan teh yang pekat sebagai induknya. Pada saat menuangkan ke gelas, mereka menuangkan induk teh yang pekat itu dulu sesuai selera tamu, lalu dicampur dengan air panas biasa tadi. Jadi ukuran kepekatan teh sangat fleksibel pada masing-masing orang.


Semua orang merasa senang karena teh untuk mereka sesuai dengan keinginan. Inilah pesannya, selagi tidak mengorbankan prinsip, kita boleh bahkan dituntut untuk klarifikasi sikap. Lentur dalam bergaul, dan cerdas dalam berhadapan dengan beragam karakter orang. Jika bergaul dengan orang penakut, jangan kau takut-takuti. Jika dia pemarah, jangan buat dia tersulut emosinya. Jika temanmu agak malas, jangan diperintah-perintah. Jika dia orang yang pemalu, jangan melakukan hal yang membuatnya risih. Jika dia begini, kau jangan begitu. Sekali lagi, ini bukan berarti kita tidak punya prinsip. Tapi bagaimana kita bersikap kepada seseorang adalah ukuran kecerdasan sosial seseorang. Kita tetap harus mengingatkannya di saat lupa dan mengatakan tidak untuk hal yang mencelakakannya. Tapi soal cara dan rasa, tiap orang itu beda. Sebab, ada yang suka teh yang kelat pekat, ada yang suka teh yang muda."


Wiiisssh.. great referensi. Nemu blog bagus lagi nih. Namanya Jhon Erickson Ginting??? *Aku sampai copy paste namanya, tidak langsung mengetik ulang. Namanya agak, gimanaa gitu.. hehe :p 

Ternyata memang ada keanehan di negara "Islam" yang satu ini. Generasi tuanya mungkin masih menganut Islam dengan baik, tapi, generasi mudanya sudah sangat jauuuuuuuuuuuuuuuuh meninggalkan kebiasaan "Islam"nya... Ramadhan, tidak melakukan puasa, Lebaran tidak ada silaturrahim. Setelah baca blog dari karyawan minyak ini, aku menyimpulkan, Turki adalah negara dengan penduduk yang masih "kolot".. Sorry... Tapi kalau di Indonesia, orang-orang yang seperti mereka digolongkan ke dalam kategori tersebut. Ada hal unik yang aku ingin kutip dari blog si JEG (Jhon Erickson Ginting).

"Aku sempat tinggal di Ankara Turki karena urusan kerja tahun 2007. Tak banyak yang kutahu soal kota ini sebelumnya. Ketika aku pertama kali mendarat ke kota ini aku dibuat tersenyum ketika orang bertepuk tangan setelah pendaratan sukses dilakukan. Seumur-umur naik pesawat belum pernah ada yang tepuk tangan setelah mendarat. Baru ini aku mengalaminya. Padahal pesawat Austrian Air yang kutumpangi transit di Vienna, artinya orang-orang Turki di dalam pesawat bisa dikatakan orang-orang yang punya duit. Kok, kayak penonton film India yang selalu tepuk tangan kalau jagoannya muncul?"

Kutipan lainnya:


"Penduduk Ankara bisa dikatakan seliberal orang Eropa terutama anak mudanya. Orang yang lebih tua mungkin masih ada yang konservatif tetapi aku tidak melihatnya diantara teman kerjaku. Hal yang menurutku sedikit aneh ketika aku berkunjung ke sebuah mesjid yang cukup megah. Aku sedikit terkejut dengan isi masjid karena di lantai pertama ada shopping mall. Baru kali ini aku lihat masjid yang lantai dasarnya dipakai sebagai shopping mall. Temanku orang Turki menjelaskan kepadaku bahwa harga tanah yang mahal membuat orang di Ankara memanfaatkan space yang ada. Banyak masjid akhirnya menjadikan lantai pertama sebagai shopping mall dan lantai dua sebagai ruang sembahyang.

Aku sempat dimarahi teman kerjaku yang orang Turki gara-gara aku bertanya apakah mereka orang Arab. Maklumlah, aku selalu melihat mereka saling cium terutama kaum lelaki ketika bertemu. Aku bingung ketika dia marah dan berkata dengan sedikit teriak, “We are not Arab!!” Aku langsung meminta maaf karena ketidaktahuanku. Orang-orang Turki terutama generasi mudanya memang lebih senang bila dianggap orang Eropa. Sedangkan, generasi tuanya masih menganggap mereka bagian dari Asia. Sudah banyak bangsa yang memang pernah berkuasa di Turki. Menurut salah satu teman kerjaku yang cukup bijaksana, orang Turki adalah campuran Mongol, Arab, dan juga Eropa (Armenia dan Yunani) selain orang Turki sendiri. Memang tak sulit untuk mendapatkan orang Turki yang bermata sipit seperti Mongol dan bertampang bule atau Arab."


Bangga menjadi bangsa lain, dan marah ketika dikatakan seperti orang Arab??? hm... sesuatu yang benar-benar aneh...

Ok, untuk hari ini, mungkin hanya itu yang bisa aku sampaikan tentang Turki (karena sudah eneg ternyata Turki tidak seindah yang dibayangkan). Untuk tahu lebih lanjut tentang Turki, silahkan searching sendiri ya, mbah google selalu setia setiap saat, dan mungkin aku tidak akan membahas tentang Turki lagi di blog ini.

Kesimpulanku tentang Turki adalah NEGARA LABIL!!! ckckck :|


Malam Minggu Miko



Kalau nonton film, apapun jenis filmnya, aku tidak terlalu memperhatikan sang tokoh utama. Yaah, si tokoh utama, walau tidak terperhatikan, tapi dia selalu dapat perhatian, *lha yang disorot dia mulu, mau ga mau, juga memperhatikan tokoh utama dong.. :p

Ini boleh disebut film atau apa gitu, terserahlah, pokoknya ada alur cerita, ada tokoh utama, ada keseharian, ada tokoh pembantu, peran figuran, dan lain sebagainya. Sebenarnya kapan sih suatu tayangan itu disebut film? *sepertinya “malam minggu miko” tidak termasuk ke dalam kategori film deh...

Ok, episode kali ini, mengingatkanku pada 2 orang ‘saudara laki-laki’ku yang kalau lagi di kantor, selalu ada saja yang diributkan dan saling serang ejek-ejekan.

Anca, pembantu dalam tayangan “malam minggu miko” ini menggambarkan seorang adik lelaki ku. Keluguannya yang bila diberi pembelajaran, cepat bisa-nya, keberuntungannya, dan trik-triknya dalam menyelesaikan masalah, persis seperti si Mas Anca. Dia memang bertampang diam, tenang, tapi kalau lagi pusing, suka melamun sendiri, klo udah stuck, baru curhat deh.. *keseringan curhat sih sebenarnya.. :p

Next temannya si Miko, Ryan, mengingatkanku pada lelaki yang nyaris tua. Kepintarannya, tegasnya dalam berpikir menyelesaikan masalah, dan semua itu hanya bisa di “bicarakan”. Giliran peng-aplikasi-annya, ciut. 

Benar-benar saling membutuhkan. Hehe.. :p

Terus sang Miko... hm.. Miko sesuai dengan karakter siapa ya??? Belum nemu.. :p

Monday, 21 January 2013

MANGGARASAU


Manggarasau is.....................

Apa ya??? ga ngerti juga membahasakannya ke Bahasa Indonesia, apalagi mengartikannya ke Bahasa Inggris dan setelah searching di mbah google pun, yang ketemu "garasu", dari Bahasa Jepang. Apa itu garasu? ga jelas juga.. :p


Pertama kali "manggarasau" ketika duduk di bangku kuliah S1, Biologi Unand. Duduk bersama dengan teman-teman baik itu di kafe "unit" atau di "plaza bio" atau di "kopma" atau di "korong-korong" atau di "mother kos". Adaaaa saja bahan yang jadi perbincangan yang berujung "tawa yang terbahak-bahak".

Bekerja part time di saat-saat penelitian pun, menuliskan sebuah "garasauan" yang indah di LP3I Course Center. Membahas suatu kenyataan yang terkadang menjadi lucu dan menjadi topik panjang untuk membuat perut terpingkal-pingkal.

Setelah menamatkan S1, bekerja di sebuah lembaga pendidikan PQK, disana aku mendapatkan orang-orang yang penuh dengan otak "garasau"-nya. Walau baku hantam dengan target-target pekerjaan, hari-hari tim PQK selalu dihiasi tawa-tawa yang membuat kantor kami ribut.. :D

Tidak hanya di minang, sesampainya di Jakarta pun, orang-orang dari berbagai penjuru Indonesia pun mempunyai tingkat "garasau-an" mereka masing-masing. Teman-teman S2 yang dikira pada calm semua, ternyata juga mempunyai selera humor yang tinggi, dengan candaan yang mengarah ke bahan kuliah  dan membuat otak berpikir disertai dengan mulut yang terus tertawa.

Lain "manggarasau" dengan teman-teman, lain pula "manggarasau" dengan keluarga. Dengan keluarga pun tindak tanduk yang kadang di luar ke "formal-an", membuat mama sering merindukan "tawa-ku yang lebar". hehe :p
"Manggarasau" dengan keluarga pun fun-nya luar biasa bikin mulut terkembang-kembang.. :D

Sudah mulai sepi, dengan teman-teman S1, S2 (karena kita sudah memilih kekhususan masing-masing), teman-teman PQK dan keluarga sudah dipisahkan oleh jarak, alhasil aku mencari "garasau-garasau-an" lainnya di dunia maya. Dari facebook, twitter, segala jenis blog, Whatsapp, G+, Yahoo, dan tempat jalan-jalan lainnya di dunia maya.


Mungkin dari penjelasan ini, dapat disimpulkan, kalau "manggarasau" itu adalah sebuah obrolan atau beberapa obrolan yang membuat tertawa terbahak-bahak atau minimal tersenyum... 

NB:
MANGGARASAU = Mangga yang Risau??? xixixi :p
(samo-samo buek sakik paruik) :D

*taragak ngumpua-ngumpua di dunia nyata, ndak sekedar manggarasau di dunia maya se doh.. ^_^ ^_^

Friday, 18 January 2013

Indonesiaku Sayang...

Kembali... meneteskan airmata untuk Indonesiaku... 
Baca-baca twit seseorang yang katanya mau jadi Presiden, twit yang tidak terkontrol. Ok, ini hanya social media, tapi apakah begitu seorang "calon presiden" berkata-kata? Seperti orang-orang yang tak pernah sekolah dan tak pernah dididik. Dan teguran-teguran tajam untuknya pun, di balas lebih tajam lagi. Seperti tidak menggunakan OTAK!!! Kesal, marah. Ada ternyata orang yang seperti itu. Kalau sampai Opi ketemu dengan orang-orang yang PRO sama dia, Opi akan buat orang itu untuk tidak memilihnya. Sangat sangat sangaaaaaaaaat tidak menginginkan Presiden seperti itu. Ya Rabb... bantu Negara ini... 

Baca-baca berita di Yahoo, karena banjir, beberapa koruptor akan dipindahkan penjaranya. Pindahan penjara kayak mo piknik!!! Bawa-bawa koper segala, bawa barang-barang pribadi segala. Orang yang "maling ayam" pernah ga dibolehin bawa barang-barang pribadi begitu? Penjara bukannya sudah punya perlengkapan penjara ya? Kalau bisa, siapapun yang masuk penjara itu, diperlakukan sama deh. Apalagi koruptor. Koruptor itu harusnya hukumannya lebih "sengsara" dibandingkan orang yang "maling ayam".


Kepada siapa musti mengadu? Kenapa kalian tergoda untuk disogok wahai teman? Dunia ini sekejap... Tegaslah pada koruptor. jangan mau disogok. Walaupun kalian sangat sangat sangat butuh harta sekalipun. Dunia ini sekejap kawan.. sekejap. Tolonglah, mari kita bekerja sama memberantas korupsi. Dari kita Untuk kita Oleh kita... Jayalah INDONESIA!!!

*terisak