Wednesday, 10 April 2013

Tangisan Hati Pria

Setelah begitu banyak dekat dengan berbagai pria, berteman dan ikut serta dengan keseharian mereka, terkadang aku mengambil kesimpulan --> Pria itu lemah... 

Hm.. mungkin itu juga keadilan yang diberikan Allah. Di sisi lain seorang wanita itu mempunyai hati yang sangat kuat karena sering di latih, dan sering di tempa. Di sisi lain, walaupun para pria mempunyai kekuatan fisik dibandingkan dengan wanita (kita bicara secara umum ya), ternyata banyak juga para pria yang mempunyai hati lemah. 

Hari ini aku dihadapkan kembali dengan tangisan 2 orang pria. Teman kuliah dan rekan sepenelitian. Mereka juga manusia yang punya hati. Tapi aku tetap tidak tega melihat para pria menangis. Seolah, ketika pria menangis begitu "dalaaaaam" banget... Ikut terenyuh, ikut sedih kalau melihat seorang "pria" meneteskan airmatanya.

Dan mereka yang pernah menangis dihadapanku adalah para-para pria hebat. Hari ini tentang putusnya hubungan karena masalah keluarga dan tentang sudah lelahnya hati bersabar dalam menghadapi cobaan hidup. 

YA!!! mereka para pria hebat. Aku mengerti perasaan mereka, walau di hadapan mereka aku sering berkata "kalau jadi cowok, ga boleh cengeng...". Terkadang sempat kecewa melihat para pria menangis di hadapanku. Di dalam mindsetku seorang pria itu adalah seorang yang "cuek" dan "cool" dengan perasaan. tapi ketika mereka sudah lelah, mereka juga menjadi manusia biasa. Mereka juga punya airmata...

Mereka para pria luar biasa. Mereka tidak pernah mengutarakan kegelisahan hati mereka kepada orang-orang yang mereka sayang... 

Terlepas dari airmata pria hari ini, setelah sekian banyak teman-teman atau kenalan priaku, mereka curhat, mereka mengutarakan kegelisahan mereka. Aku tersadar.. Pria juga manusia... Mereka juga bisa bingung, mereka juga bisa setia dalam mencinta, mereka juga mengalami ketakutan. 

Papa...
Rekan kerjaku yang sudah aku anggap sebagai abang...
Kenalan di Jakarta yang sudah aku anggap sebagai adik...
Teman kuliah yang sudah aku anggap sebagai abang...
Teman kuliah yang sudah aku anggap sebagai adik...
Rekan sepenelitian yang sudah aku anggap sebagai adik...

Aku punya telinga yang siap selalu untuk mendengarkan... Aku sayang kalian semua karena Allah... 
Kalian adalah pria-pria hebat... Tetaplah bersemangat!!! Allah always with us... :) :)

Thursday, 4 April 2013

Cerita Foto tentang KAKI

Extremitas bagian bawah ini, entah mengapa menjadi objek yang menarik di setiap moment untuk ku foto. Kaki, organ tubuh yang membawa tubuh ini menjelajahi dunia. Kaki, yang selalu setia membawa semua anggota badan lainnya melihat indahnya bumi Allah... 


Ini adalah bukti bahwa aku mempunyai kaki yang kuat yang selalu senantiasa membawaku bertemu dengan orang-orang yang kusayang dan memberikan banyak pengalaman berjalan-jalan ke negri orang...

Check this photo's story... ^_^ ^_^

Foto pertama...
Penampakan kaki di sebuah pantai Padang... Pantai Air Manis, dalam rangka jalan-jalan dengan para pengajar LP3i CC Padang.

Foto berikutnya, foto extremitas para tentor LP3i sebelum berangkat ke Pantai Air Manis. Yang kuingat saat itu, bete nungguin mereka sampai 2 jam. Ngaretnya ampun-ampunaaan.. hahay, tapi jalan-jalannya seru abiss... ^_^ ^_^



Nah kalau foto yang ketiga ini, buka bareng sama adik-adik. Bubar Family, dengan para komplotan sepupu dan aku sebagai kepala sukunya... :p











Next --> Ekstremitas atas dan bawah saat jalan-jalan ke dufan bareng teman-teman GOLEKS yang kebetulan magang di sekitar Jakarta dan Bogor... Reunian anak parantauan... :D

Selanjutnya, 2 pasang sepatu berikut ini adalah iseng-isengnya aku dan Wewen nyobain sepatu teman kosan sebelum berangkat kuliah... *kangen ngekos di Padang...
 

 Apa ini??? kaki kaki cantik para wanita... hehe... Kuliah Lapangan Ekoper, dan nginap di labor, pagi hari, di saat ga ada kerjaan, biasalah para Goleks, narsis, ampe kaki ikutan narsis... :D


Lagi-lagi ini adalah narsis-narsis-an-nya para Goleks (teman kuliah S1). Sehabis kuliah, kodak-kodak ga jelas di kafe unit.. *kangen mereka



Ini detik-detik wisuda sepupu di UI, aku ditinggal sendirian di luar gedung, ckckck...  -->









--> Kalau yang ini juga tak kalah serunya. Jalan-jalan ke Puncak lawang with my best... *entah kapan ini terulang lagi, semua sudah pada berkeluarga.. hanya aku yang belum.. sa elaaah.. curcool.. :p




 3 kaki ini memang agak terlihat aneh... Penampakan kakiku dengan 2 kurcaci di jam Gadang.. :p



Sepatu kembar milikku dan my sista. Ternyata dulu pernah terjadi sebuah kejadian, adik dan mama ke Padang untuk jalan-jalan dengan transportasi umum dan nginap di kosan. Trus, jalan-jalan ke Plaza Andalas... ternyata.. hahay,,, :p









Magang di LIPI, mempertemukanku dengan pribadi-pribadi unik pemilik kaki ini. Serunya sekosan dengan mereka dengan segala canda tawa, sulit bersama, berantem, perjuangan... Miss you guys... ^_^ ^_^



 Goleks sepertinya ga ada matinya, ketemuan selalu... hahay. ini ketemuan dengan citum, di saat citum keluar untuk sementara meninggalkan daerah kerjaannya Sulawesi... Ketemuan, jalan-jalan ke Kota Tua... dan inilah kaki-kaki penjelajah itu... ^_^ ^_^


Ichiban Sushi... Mencoba Sushi untuk kedua kalinya. Dan kali kedua ini diajakin Zubong... Sepertinya aku tidak akan mencoba memakan makanan khas Jepang ini lagi, karena tidak jelas ke-halal-annya.. Sempat nyesal sih pernah makannya, tapi ya sudahlah.. Tempatnya lumayan enak, jadi duduknya nyantai banget, dan berjuntaianlah kaki-kaki ini sambil menunggu pesanan datang. :p





Hm, 2 kaki yang menemani kakiku... dua kaki yang sempat menemani setiap langkah-langkahku di awal-awal semester dua kuliah pascasarjana Biomedik. aku selalu merindukan mereka walau mereka menyebalkan sekalipun.. Always miss you both my brothers... :) :)
Kangen nonton bareng mereka lagi jadinya.. Kaki ini di foto saat nonton di Metropol, setelah pergi kondangan ke rumah Ayi...


Jalan-jalan itu memang tidak lengkap kalau tidak foto-foto, apalagi kalau pemandangannnya indah banget. Jalan-jalan ke Taman Bunga Nusantara bareng inyuk. Walau hujan menemani perjalanan kami, tapi tetap saja, Suegeeerrrr, secara selama di Jakarta yang cuaca yang seger itu jarang sekali di dapatkan... Wiiih, jadi pengen jalan-jalan ke Taman lagi... B|











Kalau di atas ke Taman Bunga Nusantara, kalau yang disamping ini ke pantai di Cilegon... walau kurang suka pantai, tenyata setelah liat-liat foto jalan-jalan ke Cilegon, seru juga.. :D












           


Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat, begitu semboyan olahraganya. Minggu pagi, lari pagi ke GBK, dan inilah kaki-kaki kuat itu... hahay, jadi teringat moment lari pagi bareng mereka, nyari sarapan, malah ngelilingin tuh GBK satu keliling, "rarak kaki euy"... :p
Tapi seger, abis olahraga pagi dan ketawa ketiwi bareng teman-teman... ^_^ ^_^

Hm.. mungkin hanya beberapa kaki ini yang sempat aku posting, karena nyari ini juga menyita waktu banget... hahay, musti nyari-nyari CD backup foto-foto kenangan bersama mereka... *berniat untuk mencari yang mana kakiku??? :p

Last but not least, aku merindukan pemilik kaki yang menemani setiap langkahku ini... selalu merindukan para sahabat, merindukan keluarga... :) :)

Friday, 15 March 2013

The Power of Smile ^_^ ^_^

Tak salah kalau aku memang tergila-gila akan senyuman... Senyuman itu membawa bahagia, senyuman itu mengukir keindahan, senyuman itu membuat hati lega, tenang dan ikhlas.. ^_^ ^_^

Menurut beberapa kasus yang telah dilalui--sa elah bahasanya mirip-mirip bahasa presentasi, mentang-mentang habis seminar.. :p--sebuah senyuman itu benar-benar membawa keajaiban..

Contoh kasus yang terbaru adalah, ketika aku marah, emosi meledak-ledak, aku mengurung diri di kamar, berusaha untuk tenang, menarik nafas yang dalaaaam, dan mencoba tersenyum seikhlas mungkin. Memang agak susah. Apalagi kalau terbayang-bayang penyebab kemarahan, tapi tetap berusaha senyum, senyum dan senyum. Dan alhamdulillah dalam kurun waktu setengah jam, emosiku stabil lagi, dan back to the activity... 

Contoh berikutnya adalah hari ini. Begitu tenaaaang melihat senyuman seorang dosen yang terkenal killer, terkenal bawel, dan terkenal "no excuse". Awalnya takut beliau akan tidak menerima alasanku, tapi aku mencoba untuk tersenyum sebelum memulai pembicaraan dengan beliau.. AMAZING!!! Beliau membalas senyumku, dan urusan kembali berjalan lancar... 


Subhanallah banget kekuatan senyuman itu... 
*atau sebenarnya senyumanku yang manis kali ya? jadi pada ga tega nolak senyumanku.. xixixi :p (idiiih, ge-er-nya mulai deeh... hehehe :p)



Ok, the point of today.. KEEP SMILING in any condition.. ^_^ ^_^

SENYUMMU.. MANISMU... ahahahay.. :p

Sunday, 10 March 2013

Healing by Sami Yusuf

 Kuat sekali keinginan untuk share lagu penuh makna ini di blog ku...  Ada perasaan yang tidak bisa terkatakan, tidak bisa tergambarkan dengan bahasa.. Sejuk.. lebih dari sejuk ketika mendengarkan lagu ini.. Ada suatu ketenangan yang.. hm.. memang susah digambarkan dengan kata-kata...

Tentang "Healing"... Dalam videonya terlihat keikhlasan saling tolong menolong satu sama lain. Dan ada keterkaitan cerita tentang tokoh satu dengan tokoh yang lainnya...

Aku juga sering memperhatikan orang-orang seperti Sami Yusuf lakukan, terkadang aku juga tersenyum melihat indahnya ukhuwah... sosial yang indah.. Senyum yang indah dari Sami Yusuf.. *ooppsss.. hehe.. tapi memang benar. aku ikut tersenyum ketika melihat Sami Yusuf tersenyum di video ini. 

Ada suatu rasa sayang yang sangat... "menyentuh"... antara sesama antara keluarga... Ya Rabb.. indahnya IslamMu... 

Menyaksikan seorang yang sedang duduk di taman, dan membantu mengembalikan boneka sang anak kecil di sore hari yang indah. Ada banyak hal yang indah dari kejadian tersebut. Pertolongan, keikhlasan, lucunya seorang anak gadis yang imut, ayah yang sayang kepada anak perempuannya, persaudaraan, sore yang indah dan tenang di suatu taman... Rabb... feel... "nyaman"??? *ga tau bahasa apa yang tepat untuk menggambarkannya

Dua lagi hal yang menyentuh:

pertama: orang tua yang mendorong kereta bayi, dan kemudian berubah menjadi seorang dewasa yang mendorong kereta tempat ayahnya duduk, dan kemudian mencium bahunya.. Dan kemudian sang ayah tersenyum. So sweet sekali.. *keingat papa

kedua: seorang ibu yang kerepotan membawa barang belanjaannya, dibantu oleh seorang wanita untuk menuntun anaknya untuk menyeberangi jalan.. Benar-benar indah sebuah pertolongan.. *keingat mama.. Dulu juga mama suka repot bawa barang belanjaan, jagain anak-anaknya, megangin anaknya klo ke pasar tradisional...

Hm.. kalau dimaknai lebih dalam, lirik, suara dan video ini, berjatuhanlah mutiara-mutiara bening dari mata...

*i'll be back home.. soon... :) :)
Miss my home... So Much... 

اللهم اشف شفاءً لا يغادر سقماً
اللهم اشف شفاءً لا يغادر سقماً
اللهم اشف شفاءً لا يغادر سقماً


^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ 

Saturday, 2 March 2013

Ummi (Cinta Rasul)

Lagu yang satu ini punya banyak kenangan. Disaat lagu ini sedang booming, aku, saudara sepupuku dan salah satu tetanggaku, kita lari pagi ke lapang kantin bukittinggi. Dari rumah sampai ke lapang kantin, kita nyanyiin lagu ini. Untungnya sedang sepi, hanya terdengar suara indah sepupuku dan canda tawa kita... Hm.. seger banget mengingat kenangan yang satu ini, secara udara subuh itu fresh buanget... ^_^ ^_^

Kenangan lainnya, waktu MTsN, kita diberi tugas oleh guru kesenian untuk menciptakan sebuah tari dari gerakan sehari-hari. Nice. Ternyata aku dulu pernah menciptakan sebuah tari dari gerakan shalat... *applause for me.. :D

Dan gerakan tari ini menarik si hati guru, dan di ikut lombakan --> juara 3 ding.. :D

Teringat masa-masa itu... kita latihan di rumah Tri Astuti... aku lupa alamatnya dimana. Kita juga pernah latihan di rumahku dan di rumah Alfi... Di rumah Etrimariza juga pernah. (ah,, kangen eet..). Teman-teman kelas 2 MTsN ku sekarang apa kabarnya ya??? 

Waktu latihan di rumah tuti yang paling berkesan. Suatu kali kita pernah diajakin latihan di rumah tua neneknya. Horor ding *jadi merinding lagi... Kejadiannya, ada suara-suara asing begitu, terus kata teman2 anggota kelompokku yang lain, ada yang memanggil2 tuti gitu.. padahal rumahnya sepi dan jauh dari rumah  tetangga lainnya. widiih.. Aku sih waktu itu ga dengar... Tapi merinding juga.. Kasetku rusak (ga rusak juga sih, hanya beberapa bagian lagu hilang) setelah latihan di rumah neneknya tuti. Tapi logikanya sekarang sih, mungkin salah satu temanku memencet tombol "record" waktu akan bermaksud "play" the music, makanya beberapa bagian lagu kehapus, dan diam... 

Mereka orang-orang hebat, mereka orang-orang yang "enjoy their life". Kita sering  cerita masalah keluarga juga (pengecualian, aku ga pernah share ke mereka tentang masalah keluargaku. hehe). Jadi ingat juga, dulu et cerita tentang seseorang yang dia suka bernama Gito.. Wihihiihi... kenangan manis. Andai bisa menyimpan memori seperti Albus Dumbledor, aku akan berbagi dengan semua orang kenangan manisku. Karena kenangan ini susah sekali untuk diungkapkan dengan kata-kata... Nice to know you friends... ^_^ ^_^

Monday, 11 February 2013

Indonesiaku : Memprihatinkan

Adakah yang masih benar-benar mencintai negara ini dengan setulus hati??? Berapa orang dari berjuta-juta rakyat Indonesia ini yang akan mengacungkan tangannya dan berani benar-benar bertindak dalam membangun negara ini menjadi negara yang lebih baik???

Miris, menyedihkan dan memprihatinkan.

Lelahku dalam berenang dan berkecimpung dalam berita-berita politik, berbagai manusia berkejaran dalam meraih posisi ingin menjadi Presiden. Dan ketika jalan mulus pun tidak bisa menghasilkan simpatik, jalan cacian dan makian pun dijalani. 

Presiden --> orang yang akan memimpin atau memerintah negara ini??? Memimpin atau Memerintah??? itu pertanyaannya. Presiden itu tugasnya memerintah atau memimpin??? *sesak

Berpaling, mencoba tidak mau tahu tentang masalah politik, kemudian tiba-tiba ada berita mengejutkan tentang salah satu agama. Dan... setelah baca-baca komentar-komentarnya... Astaghfirullah... Anak bangsa ini sangat cepat sekali tersulut emosinya. Apakah ini pertanda kurangnya pendidikan atau apakah ini pertanda etika yang salah karena pergaulan atau bangsa ini memang bersikap "aneh"???

Ejek-ejekan, caci makian bagai lemparan-lemparan bebatuan yang bertebaran. Ketika satu menghina, yang lain juga ikut menghina. Mau jadi apa negara ini??? Mau maju atau tidak??? 


Rabb... Aku ingin cepat-cepat menjadi pendidik, mengumpulkan beberapa atau mungkin banyak teman-temanku untuk mengajar dan mendidik. Menata kembali etika dan memberikan ilmu pengetahuan demi kemajuan bangsa. Menciptakan anak-anak bangsa yang berkualitas, beretika, beragama, santun.

Rabb... hatiku menjerit melihat kondisi bangsa ini... Apa yang dibanggakan dari sebuah ketenaran??? apa yang dibanggakan dari kekayaan??? apa yang dibanggakan dari seekor gengsi???

Rabb...

Saturday, 9 February 2013

My Little Friend

Alhamdulillah, senang sekali bisa mengajar kembali hari ini. Hari ini mengajar di SMP Suluh Pasar Minggu. Dari Salemba naik 01 ke kampung melayu. Dari kampung melayu naik 16 ke pasar minggu dan berhenti di balai rakyat. Jalan sedikit, nyampai deh di SMP Suluh. 

Awalnya dag dig dug juga, beberapa hari sebelum ngajar, agak resah karena SMP itu adalah masa-masa yang sangat sangat jahil. Takut dikerjai sama anak-anak yang baru mulai tumbuh dan masih labil. Tapi setelah  mengajar, alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. 

Sebelumnya juga sudah persiapan dengan materi dan juga sempat searching bagaimana menghadapi dan mengajar anak-anak yang duduk di Sekolah Menengah Pertama ini. Dan aku putuskan untuk membuat kelompok, sistem belajar berdiskusi dengan teman-teman sekelompok dan berusaha pendekatan secara pribadi. 

Kelas pertama menyenangkan. Hanya ada beberapa yang ogah-ogahan untuk belajar Tapi, over all kelas ini antusias belajar. Yudha, Yoshua, Theresia, Fathur, hm.. beberapa yang belum hafal namanya. Santun. Mereka murid-murid yang santun. Suka banget. 

Kelas kedua, berbagai macam karakter. Jessica yang berpenampilan tomboy dan cuek, tapi ketika di dekati, dia mau untuk belajar (tipe anak yang ingin diperhatikan). Kelompok Jessica yang sangat memprihatinkan menurutku. empat orang anak SMP berdandan sudah seperti orang dewasa. Prihatin, benar-benar prihatin. Dewasa sebelum waktunya. Kelompok selanjutnya, kelompok student, Rizka, Rani, Fitri dan Fahmi. Mereka diskusi dengan baik, aktif, kalau bingung tidak malu bertanya. Ternyata beginilah perasaan seorang guru melihat murid-muridnya kelewat bersemangat. Selalu tersenyum senang melihat mereka. Kelompok cowok, kelompok yang juga menarik. Mereka walau cuek, tapi ketika ditanya mereka tau jawabannya, mereka ahli. Dan aku berkesimpulan, mereka anak-anak yang baru tumbuh tersebut memang haus akan perhatian, dan cara mereka untuk menarik perhatian berbeda-beda. Ada juga yang menarik perhatian dengan malas-malasan belajar, Firman contohnya. Tapi ketika dibilangin, dia juga nurut. hm... nice kids...


Senang sekali mengajar hari ini... Ketika di jalan mau pulang, berpapasan dengan murid-muridku yang juga akan pulang, mereka menyalamiku satu persatu, Fathur, Yudha, Rani, indahnya menjadi seorang pengajar... Sahabat-sahabat kecilku... Semoga kalian mendapat nilai yang bagus di ujian kelak.. Aamiin..

*pengen ngajar lagi...