Sunday, 29 September 2019

Bocah berubah jadi Gadis 😁

Tetiba pengen cerita tentang seseorang, tapi tidak menemukan tempat yang pas. Akhirnya pilihan berakhir di blog ini...

Tidak sengaja stalking-stalking di Instagram nemu foto salah satu siswa SMA. Jadilah mengunjungi Instagram-nya.

MasyaAllah gadis itu sudah besar. Tidak terasa waktu berputar cepat. Masih lekat diingatan, waktu aku masih bekerja sebagai costumer service coordinator di salah satu bimbel, gadis itu masih SD. Pagi-pagi saat mau sosialisasi ke salah satu sekolah Islam, tiba-tiba ada telpon dari nomor baru. Ngajak kenalan, ngajak ngobrol.

Suara itu suara anak SD yang iseng, bareng temannya, terdengar cekikikan di belakang suara si bocah.
"Dapat nomor kakak dari mana?"
"Dari hasil pencet sembarangan nomor aja, kak" ...

Ah kembali teringat, dulu saat masih baru punya handphone, aku juga sering iseng begini, tapi dalam hati jadi nyeletuk 'ini nomor hp ku berantakan banget berarti ya, sampai2 orang sembarang pencet juga nyambung ke nomor aku'..

Hahay, singkat cerita, si anak sering banget menghubungi ku, nd peduli aku sedang apa dan da peduli dia sedang apa. Nanyain pertanyaan2 standar; sedang apa, lagi ngapain, aku lagi cape nih di sekolah tadi begini begitu, dan obrolan seorang anak SD ke kakaknya lah..

Aku karena bimbelnya dulu untuk anak SD, ya jadinya keikut jadi suka sama anak SD, jadi dilayani aja itu bocah ngobrol, sampai ke FB segala, setiap postingan dikomentari sama beliau ini... 😅

Dan sekarang aku kembali bekerja di bimbel. Sebagai branch manager di salah satu bimbel yang diperuntukkan untuk anak SMA. Kalau diingat-ingat berarti 'incaran' siswa ku dari dulu berarti ga berubah, dulu mereka masih SD, ketemu aku, sekarang mereka SMA ketemu aku lagi... Hehe...

Daaaan inti sebenarnya itu adalah menceritakan perkembangan dan berjalannya waktu yang tak terasa sudah berjalan sekian tahun. Si bocah tadi sudah menjelma menjadi gadis manis. Kita tidak pernah bertemu sama sekali karena memang terpisah jarak yang sangat jauh, aku di pulau Sumatera, beliau di pulau Kalimantan.

Nice...

Perkenalan dan keakraban yang terjalin menjadi sesuatu yang 'amazing' menurutku.

Nice to know you girl...

Semoga menjadi pribadi yang selalu ceria... 😊

Sunday, 18 August 2019

Kejahatan Laboratorium

Alhamdulillah ya sesuatu banget, di saat ekonomi sedang 'melunjak' turun, tetiba Alat Bantu Dengar anakku mati setiap lima menit. Awalnya panik sekedar panik aja, karena ketika di bawa ke Hearing Center-nya, yang dibahas adalah habisnya masa garansi dan biaya repair exchange-nya yang bagi kami, masih terseok-seok menuju jumlah angka tersebut. Kurang lebih Rp. 2000.000,- untuk biaya repair exchange... Alhamdulillah, masih ada uang 1 juta (tabungan), dan niat awal abiZZ untuk beli handphone baru senilai 1 juta. Ah... sedih sekali rasanya, disaat sudah berhemat-hemat untuk keperluan yang lain, keperluan mendadak datang tiba-tiba. Awalnya masih berusaha ikhlas dengan kondisi ini, karena memang mempunyai anak berkebutuhan khusus, harus siap dengan biaya yang sangat besar. Tapi agak kaget saja, kenapa secepat ini alatnya rusak?

Tak berapa lama setelah ABD sebelah kanan dikirim ke Jakarta, ABD sebelah kiri mengalami hal yang sama. Entah mengapa, otak langsung su'udzon saja. "Apakah ini pure kerusakan atau memang disengaja oleh pihak produsen atau distribusi alatnya?". Karena memang tidak ada angin, tidak ada hujan, alat ndak pernah dibanting, alat dibersihkan, alat di copot saat anak mandi dan tidur (kurang istirahat apalagi coba ini alat? tuannya tidur, dia ikut tidur).

Kemudian saya iseng mampir ke fanpage-nya hearing center tempat ABD di beli. Saya menemukan bahasa marketing, yang menurut saya ada kaitannya dengan ABD yang rusak. Dulu saat masa garansi akan habis, saya ditawari oleh Hearing Center untuk upgrade ABD ke spesifikasi yang lebih baik. Harga ABD lama dihargai 75%. Kami yang waktu itu memang sedang tidak ada dana dan ABD Zian waktu itu fine-fine saja, menolak untuk upgrade. Bahasa marketingnya, ABD yang masih dalam garansi, dihargai 75%, ABD yang sudah memasuki tahun ke-3 dihargai 50%, dan seterusnya.

Jadi, kepikiran, apakah ini sudah di setting dari awal? Karena mereka selalu menyarankan untuk service ABD setiap minimal 6 bulan sekali. Dan service itu katanya sih hanya bersih-bersih doang. Lha apa bedanya bersih-bersih di rumah dengan harus bersih-bersih ke Jakarta? Dan service-nya pun harus di kirim ke Jakarta lho, bukan cukup di kantor cabang Bukittinggi saja. Jadinya kan makin curiga, ini mungkin ketika service kirim ke Jakarta ada upgrade software, biar bisa dipake lama. Yang awalnya settingan hanya bisa dipakai 2 tahun (dan dilebihkan beberapa bulan, biar ga ketara banget settingannya), setelah service, diupgrade lagi.

Curiganya sih begitu, karena memang sebenarnya "KEJAHATAN LABORATORIUM" itu memang ada. Tak hanya laboratorium elektronik ini saja. Di medis pun, ada kejahatan ini.

Beberapa waktu lalu, sempat baca status salah satu teman kuliah S2 dulu. Beliau adalah kepala PMI di salah satu daerah. Dan waktu itu beliau dapat tawaran dari seseorang untuk memasukkan sesuatu (entah itu bakteri atau virus) ke dalam darah di PMI. Katanya, mereka sudah bekerja sama dengan orang-orang yang memberikan pelayanan bekam juga. Dan nanti pihak PMI atau pihak yang menerima tawaraan mereka memperoleh fee. Untungnya beliau (teman saya) menolak mentah-mentah dan langsung mengadukan ke atasannya dan me-viralkan di medsos.

Tidak dipungkiri, kejahatan laboratorium itu memang ada. Waktu penelitian pun, tidak sedikit dari beberapa peneliti yang mencoba manipulasi data atau me-blur-kan data seolah hasil penelitiannya bagus, significant dan membawa perubahan yang lebih baik.

Zaman sudah semakin tua. Banyak orang yang akan melakukan apapun demi bisa terlihat glamour.

Na'udzubillah...

Astaghfirullah... Entahlah apakah tulisan ini akan bermanfaat atau tidak. Ini hanya uneg-uneg saja. Kita lihat perkembangan ABD Zian sebelah kiri. Apakah tetap repair exchange (karena kasusnya sama persis dengan ABD sebelah kanan), atau mereka 'upgrade'? Karena waktu itu sempat ngedumel di fanpage mereka, dan menyampaikan kecurigaan saya waktu itu di postingan promo upgrade.

Sunday, 23 June 2019

One step closer

Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt, suddenly goes away somehow

Tiba-tiba aku mendengarkan lagu ini setelah sekian lama tidak mendengarkan dan memaknai setiap alunan musik. Lagu ini sebenarnya punya makna lain di masa lalu, sebuah kenangan 'have fun' saja dengan seorang sahabat, dan ini bukan mengingatkan tentang percintaan sepasang kekasih bagiku, tapi lebih ke sebuah ketulusan.

Malam ini, agak sedikit melow memang... Lagu ini penyemangat untuk aku berjuang demi anak-anakku. Lika-liku kehidupan yang berkelok-kelok tajam ini, sering sekali membuat terjatuh akhir-akhir ini. Terlebih jika aku berjuang sendirian tidak ingin merepotkan orang lain. Aku ingin melakukannya sendirian, tapi aku tak berdaya.

Mempunyai anak berkebutuhan khusus itu mengaduk-aduk perasaan memang. Tak sekali dua kali harus menahan tangis demi terlihat 'stonger' dihadapan anak-anakku. Tak sekali dua kali harus menahan emosi menjelaskan kepada lingkungan sekitar tentang anak-anakku. Tak sekali dua kali aku harus jatuh bangun demi mereka. 

One step closer...

Semoga usaha ini tidak sia-sia ya nak... Dan semoga engkau juga menikmati setiap proses dengan bahagia. 

Shaleh shalehah ya ZZ ... 
Love you both... 

Saturday, 16 February 2019

Serba Serbi Toilet Training


Alhamdulillah, Zian sudah bisa lepas popok dengan latihan 10 hari saja. Emak kira akan lebih lama waktu yang dibutuhkan Zian untuk lepas popok, dikarenakan Zian belum paham kata-kata. Dan emak sempat cari tahu dulu, waktu yang paling lama yang dibutuhkan oleh anak-anak pada umumnya untuk toilet training itu berapa lama, ternyata ada yang sampai 6 bulan, dan emak makin galau ketika baca artikel tersebut, karena 6 bulan itu bukan waktu yang sebentar bagi emak untuk menahan sabar harus ngepel pipis atau pup yang berserakan di dalam rumah. Sebenarnya target toilet training emak kali ini, cukup Zian bisa lepas popok dan mengabarkan kalau dia pengen pipis atau pup. Dan alhamdulillah semua terlalui sudah. 

Tipsnya sebenarnya, para emak harus tahu dulu, emak dan anak serta para bapak juga sudah yakin "SIAP" untuk toilet training. Karena, salah satu penyebab lamanya waktu yang dibutuhkan untuk toilet training itu adalah, ketidaksiapan salah satu dari tiga orang tersebut. 

Emak harus siap-siap akan bolak-balik ke toilet, harus siap ngepel pipis dan pup yang berserakan di dalam rumah, harus siap ngoceh berkali-kali memberitahukan "kalau pipis atau pup itu di toilet", harus siap jika tiba-tiba ketika makan atau kondisi lainnya, anak sudah mulai mengabarkan dan seketika itu juga emak harus siap siaga membawa anak ke toilet. 

Untuk sang bapak, harus siap sedia, jikalau si emak minta tolong untuk antarkan si anak ke toilet. Dan tentunya kesiapan anak. Jika si anak belum siap untuk di training, tentunya akan lebih lama untuk melatihnya. Lho, darimana kita tahu kesiapan anak? Dari hasil baca-baca sih, perhatikan popoknya, jika ketika tidur dia sudah tidak pipis, berarti anak sudah siap untuk training toilet. 

Ok. ini ada beberapa curhatan emak selama training toilet Zian. Semoga bermanfaat dan selamat membaca... ^_^

2/3 Februari 2019 (males cek kalender)
Hari ini perdana toilet training Zian, anak Tuna Rungu berumur 3 tahun kurang 1 bulan. Belum bisa bicara dan belum begitu paham kata-kata tapi sudah respon dengan suara emak. Hm.. Tapi bukan yang pertama juga sih. Sebelum-sebelumnya juga sudah pernah coba beberapa kali. Tapi emosi emak tidak begitu sabar untuk menghadapi Zian yang belum paham apa yang emak minta.



Hari ini berawal dengan suasana cuaca yang mendung dan gerimis, otomatis suhu dingin di Kabupaten Agam ini plus Zian dikasih minum teh manis oleh abinya. Kebiasaan Zian kalau minum, ga puas 1 gelas. Dia juga minum jatah adiknya dan jatah emaknya.

Alhasil, hari ini Zian pipis berulang kali. Awalnya sepertinya dia paham. Pipis yang pertama dia coba mengabarkan kepada emak, kalau dia pipis, setelah sebelumnya dia pipis banyak sekali di kamar dan air pipisnya dimainin dengan menggunakan tutup spidol. Kesel? Iya emak kesel. Nah, yang kedua kalinya Zian pipis, emak ga ngeh. Dia nurutin kemana emak pergi, emak sempat heran awalnya 'ini anak kenapa ngikutin terus? Biasanya asik main sendiri aja atau gangguin adiknya.' Ternyata Zian pipis. Celananya sudah basah. Tapi sayangnya Zian mengabarkan ke emak, saat dia sudah pipis bukan sebelum pipis. Pun pipis ketiga kalinya hari ini, Zian kembali mengabarkan kepada emak saat Zian sudah pipis bukannya sebelum pipis. 

Setelah rempong dengan beberapa cucian pipisnya Zian, agak siangan sepertinya Zian mulai tidak terganggu dengan celananya yang basah. Karena pipisnya NYICIL!!! Sedikit-sedikit dan sering. Emak makin bete. Zian kalau diajak ngomong, jarang banget mau lihat si pembicara. Akhirnya emak ajak Zian ke toilet untuk lihat emak pipis, biar Zian bisa tiru. Siang ini berkali-kali emak coba katakan dan ajarkan, untuk bilang pipis. Dia pun berteriak "Yaaaaaaaa". Entah Zian paham atau tidak. Yang jelas emak kedinginan dan lelah jasmani dan rohani sehabis mencuci pakaian terkena pipis Zian -_-

Mencoba bertahan, semoga emak bisa lebih sabar dan Zian makin paham.

HAPA KAJI DEK DIULANG.

Kisah toilet training Zian ini sepertinya mengulang kisah saat Zian masih ngASI. Emak musti standby setiap 2 jam. Toilet training lebih lapang sih waktunya dibanding ketika masih ngASI. Dulu Zian ngASI-nya "kuat" sekali. Kadang kalau malam bisa setiap 1 jam.

SEMANGAT MAK!
Coba bertahan sampai Zian paham untuk buang air besar dan buang air kecil sendiri di toilet. 

Sorenya, Zian berhasil pipis di toilet. Tapi itu di jadwal rutin 1x2jam diajakin emak ke toilet.

4 Februari 2019
Hari ini alhamdulillah tidak terlalu banyak cucian. Zuhur, Zian diajak pipis di toilet sambil main hp dan Zian pun pipis. Tapi belum berhasil pipis di jadwal berikutnya. Dan Zian pun belum BAB hari ini.

5 Februari 2019
Emak mulai risau. Dari semalam Zian tidak pipis. Pagi pun tidak pipis dan belum BAB. Emak makin risau "apakah ada kasus anak yang tidak suka atau belum waktunya untuk training toilet malah menahan pipis dan akhirnya tidak pipis-pipis?"

Ah... Emak galau...

Tapi alhamdulillah. Akhirnya Zian pipis di siang hari, Walaupun pipisnya tetap di celana. dan di kamar. Sebelum pipis, Zian sudah emak ajak ke toilet, tapi malah main air. Setelah pasang celana dan Zian sibuk bermain, ternyata sebelum pipis Zian sempat mengatupkan kedua kakinya seperti menahan pipis. Tapi mungkin karena tidak tahan, akhirnya Zian pipis di celana. 

Sorenya alhamdulillah Zian kembali bisa pipis. Emak melihat gelagat 'kebelet'nya dan langsung mengajak Zian untuk pipis di tempat cuci piring (untuk selanjutnya emak sebut "tempat pipis Zian ya). Zian pun setuju dan berusaha jalan cepat tanpa penolakan (sebelum-sebelumnya Zian sering melakukan penolakan, jadi ketika dibawa untuk pipis harus digendong paksa dulu). Tapi gregetnya, Zian minta main air. Akhirnya emak marah "PIPIS DULU, BARU MAIN AIR!" Ah, muka polosnya langsung merasa berasa bersalah dan tidak berani main air. Maafkan emak ya nak. Tapi akhirnya Zian berhasil pipis dan emak kasih waktu untuk bermain air buat Zian setelah cebok.

Malam pun begitu. Seperti biasa, malam hari itu adalah momen heboh. Karena di waktu inilah Zian dan Zahra jingkrak-jingkrak di atas kasur. Teriak sana sini riang gembira. Malam ini ketika sudah lelah dan bersiap-siap untuk tidur, Zian emak ajak untuk pipis. Kembali ia pun nurut tanpa penolakan. Ternyata dia sudah pipis duluan di celana sedikit. Tapi kemudian di sambung di tempat pipis Zian. 

6 Februari 2019
Alhamdulillah perkembangannya bagus hari ini. Bangun tidur, Zian mau pipis. Setelah mandi, sambil main Zian jongkok dan seperti ngeden pengen pup, jadilah dibawa untuk pup di tempatnya. Alhamdulillah Zian pup.
Siang dan sore, Zian sudah bisa pipis di tempatnya, walaupun masih basah di celana sedikit. Setidaknya emak ga perlu ngepel pipis di mana-mana seperti hari pertama training toilet.

Terima kasih Ya Rabb. 
Laa haula wa laa quwwata illa billaah.

Terima kasih nak, sudah mau bekerja sama dan mengurangi sedikit pekerjaan ummi. ^_^

7 Februari 2019
Pagi, emak riweuh. Pengen masak telur dadar untuk anak-anak biar pada semangat makannya. Eh, abinya malah ada kerjaan lain, Zian ditinggal sendirian di kamar dengan Cappucino. Jadinya bagaimana? Zian kalau pagi sebelum mandi, belum pakai ABD (Alat Bantu Dengar). Nah, emak mau matiin air yang sudah mendidih, sekalian tengok Zian. Kaget lihat Zian di kamar sendirian dengan muka bingung. Selesai masak, emak antar nasi dan terlihatlah Zian memberitahukan sesuatu, Dia menunjuk celananya. Emak udah seneng aja nih. Celananya terlihat tidak basah. Langsung saja emak buru-buru buka celananya di tempat pipisnya. TERNYATA ZIAN PUP! Jadilah emak suruh Zian main air dulu setelah emak cebokin. Karena sudah pup, ya sudah dimandiin saja, tapi karena air mandinya belum masak (ceritanya, anak-anak sejak di Ranah Minang selalu mandi dengan air hangat), jadi dibiarkan Zian main air dulu, sementara emak sibuk dengan adiknya. 

Setelah mandi pun, Zian kembali pipis banyak di tempat bermainnya. Emak bete. Musti lap-lap lagi. Kok kemaren udah mulai paham, sekarang seperti mulai dari nol lagi? Baru emak ingat, Zian tadi kan minum Cappucino, jadi pipisya lebih banyak dari biasanya.

Pagi ini emak bete. Siang dan sore alhamdulillah kembali normal.

9 Februari 2019
Eh sekarang udah 9 Februari aja ya? Berarti ada 2 hari emak ga laporan di sini. Tapi seingat emak cuma melewatkan 1 hari deh. Ya sudahlah. Seingat emak aja lah ya.

Seingat emak kemaren, Zian udah mulai laporan kalau dia mau pipis dan selalu manut kalau diajak pipis ke toilet setiap 2 jam sekali. Zian sudah bisa buka tutup 'kran pipisnya'. Kalau disuruh pipis, dia lihat ke bawah dan berusaha 'buka kran pipisnya' dan pipislah ia dengan senangnya, karena setiap kali ia berhasil pipis di toilet emak kasih jempol dan kasih pujian.

Alhamdulillah.
Laa haula wa laa quwwata illa billaah.

*Ternyata setelah diingat-ingat tulisan 9 Februari nulisnya di subuh hari, ya iyalah jadi berasa melewatkan 2 hari.


10 Februari 2019
Hari ini agak lucu-lucu riweuh gitu. Alhamdulillah Zian sudah bisa mengabarkan kalau mau pipis. Tapi belum begitu paham kalau 'pup'. Zian sering emak suruh duduk jikalau emak tidak siap jika tiba-tiba Zian pup di tempat yang tidak emak inginkan. Zian kalau duduk, semua aman. Pipis pun ia bisa tahan.

Nah, hari ini Zian pup setelah 1 hari sepertinya dia jadi nahan pup karena disuruh duduk terus. Pulang dari swalayan, Zian selalu ambil posisi jongkok. Emak galau. Tapi akhirnya emak pasrah. Zian udah ga tahan dan akhirnya pup di celana. Emak dan adiknya lagi makan nih ceritanya. Emak teriak minta tolong abinya untuk gendong Zian ke tempat pipisnya. Mungkin karena tiba-tiba Zian digendong, Zian jadi ga nyaman, udahan aja dia pup-nya. Padahal kayaknya belum keluar semua itu.

Siangnya, Zian bolak-balik pengen dibawa ke tempat pipisnya. Emak kira dia kebelet pipis. Tapi yang dipegang pantatnya bukan bagian depan. Ditungguin, ga pipis-pipis. Biasanya kalau disuruh pipis, langsung aja pipis. 

Akhirnya dicebokin, pasang celana. Ga berapa lama Zian kembali nunjuk pantatnya. Kembali emak bawa ke belakang. Ga pipis juga. Tapi akhirnya emak sadar, mungkin Zian pengen pup. Tapi ditungguin ga ada yang keluar. Dicebokin lagi dan pasang celana lagi. Setelah celana terpasang, kembali Zian nunjuk pantatnya. Kembalilah kami ke belakang. Dan emak biarkan (ditinggal) Zian jongkok di tempat pipisnya. Dari dalam kamar, sambil main dengan Zahra, emak dengar bunyi "PRRRRRTTTT" dari belakang. Emak penasaran. Emak hampiri Zian, Ternyata Zian sudah pup. Zian sumringah ketika emak menghampirinya, sambil nunjuk pupnya seolah berkata "Zian sudah pup, mi..."

Alhamdulillah...
Emak siram pup-nya.
Karena pup tidak di toilet, jadi ketika menyiram terkena kaki Zian, Zian jijik sambil angkat kakinya.

Emak yakin sebentar lagi Zian sudah bisa pup dan pipis sendiri.

Laa haula wa laa quwwata illa billaah.
Alhamdulillah.
Terima kasih nak, engkau belajar dengan cepat.


12 Februari 2019
Alhamdulillah
Laa haula wa laa quwwata illa billaah.

Terima kasih Ya Allah telah mengajari anak hamba, telah membuat anak hamba paham dengan cepat.

Alhamdulillah subuh tadi, Zian merasa kebelet pipis karena sebelum tidur, dia banyak sekali minumnya. Zian bangunkan emak dengan menepuk-nepuk emak. Setelah emak tanya "apa Zian?" dengan mata masih rada redup, Zian menunjuk celana bagian depannya. Emak langsung on. "Zian mau pipis?" Langsung emak berdiri dan ajak Zian ke belakang.

Pipisnya banyak. hehe..
Dan pagi pun, setelah mandi, Zian merasa tak nyaman, dia pengen pup. Bilang sama emak dengan pegang pantat. Dan pup-lah Zian pada tempatnya.

Alhamdulillah...
Alhamdulillah...
Alhamdulillah...

ALLAHU AKBAR...
Maha Besar Allah yang telah menciptakan otak hingga Zian paham, Maha Besar Allah yang telah menciptakan sistem pencernaan dan sistem ekresi dan segala-galanya.




Saturday, 12 January 2019

Virtual

OK. Malam ini emak sedikit riweuh otak-atik yang namnya software di laptop.

Masih berawal dari kebutuhan whatsapp yang dirasa sangat perlu, tapi handphone pun sedang tidak bisa diharapkan, kembalilah emak mencoba emulator di laptop.

Bahasan sebelumnya di point terakhir emak sudah coba leapdroid, ternyata guys, leapdroid itu tidak ada aplikasi conntact nya, jadi kayaknya itu emulator spesial banget buat gamers, aplikasi gamenya banyak banget. Jadi, whatsapp emak bisa sih digunakan di leapdroid, tapi kontaknya ga ada, jadilah emak mengira-ngira ini kontaknya siapa, dan emak kan jadi ga bisa save nomor baru dan tidak bisa memasukkan nomor baru tersebut ke gruo yang emak admin-in. Plus, gegara kontaknya ga ke detect di whatsapp, update status pun (update jualan online nih ceritanya) tidak ada viewernya.

Males banget, akhirnya di uninstall lah kembali emulator tersebut. Dan beberapa emulator yang jadi kandidat berikutnya adalah MEmu. Tapi Stuck di 99%. Baca-baca lagi, katanya harus aktifkan menu virtualization technology nya di BIOS.

Makin riweh, karena mengingat kalau musti reboot, berarti musti agak lama prosesnya (ini pemikiran awal). Yang awalnya ga mau ribet, malah makin ribet.

Ga mau reboot, searching lagi emulator yang lain, ada beberapa emulator yang emak install:
- Andy: ga bisa jalan karena apa ya tadi, lupa emak, saking banyak kendala dari tadi plus diselang-selingi dengan boboin bocah yang ga nyenyak tidurnya.

- Youwave: berharap ini bisa jalan, karena katanya ini software paling ringan dan ga banyak embel-embelnya (karena kebutuhan emak sebetulnya sih cuma whatsapp bukan game), eh ternyata musti uninstall VirtualBox bekas si Andy dulu, karena klo youwave dia ga bisa jalan klo pake virtual. ckckckck. Udah uninstall virtualnya, ga bisa jalan juga. bisa install aplikasi whatsapp sih, tapi ketika coba klik whatsapp nya "youwave nya belum ready" katanya gitu, ditungguin ampe jamuran, gaaaa ready juga. Ya udah.. Good Bye saja lah.

- Windroye: hihihi, berharap juga nih ini katanya emulator paling tua, ya elah saking tuanya, ga bsa download whatsapp cuy. UNINSTALL.

Ok. Menyerah dengan memilih berbagai macam pilihan emulator, akhirnya diputuskan untuk REBOOT. Dan udah selama beberapa tahun menggunakan laptop ini, emak ga hafal-hafal apa merk laptop yang emak gunakan. Salah satu cara emak hemat space otak adalah, tidak memberikan ruang kepada hal yang tidak penting. Menurut emak sih merk laptop ga penting untuk diingat, yang penting bisa bersahabat untuk digunakan. hehe.

Searchinglah emak apa merk laptop emak ini. Lenovo Ideapad Ultrabook. Dan cari tombol yang digunakan untuk reboot. Beberapa artikel atau youtuber yang share tentang cara reboot lenovo adalah tekan tombol F1 atai F2 atau kombinasi dengan Fn. Udah beberapa kali coba, ga bisa.

Akhirnya cari youtuber yang punya laptop sama persis kayak emak. Searching dengan kunci kurang lebih seperti ini : "Cara buka BIOS pada ultrabook lenovo" dan nemu, silahkan mampir di sini .

Dan ternyata saudara-saudara, lenovo tipe yang emak punya ini, punya tombol sendiri buat masuk BIOS nya. Di bagian depan. coba, klak-klik, masuk ke BIOS, cari menu virtual nya, ketemu, di enable kan, sudah selesai. Hidupkan lagi, buka MEmu. DONE.

Dan kesimpulannya adalah...

 ILMU BISA MEMBUAT SESUATU LEBIH EFEKTIF DAN EFISIEN UNTUK DIGUNAKAN


Sunday, 6 January 2019

Emulator

Ok. Malam ini sambil nungguin loading, proses install ini itu, proses masuk notifikasi setelah sekian lama tidak dibuka, jadilah malam ini diputuskan emak ini akan mengulas sedikit tentang emulator.

Apa itu emulator? Bahasa resminya sih ga begitu paham menulisnya bagaimana, tapi sepengetahuan emak, emulator itu adalah sebuah aplikasi yang bisa menggunakan kekuatan android di PC.

Beberapa kali emak diserang oleh hang dan error nya whatsapp. Padahal ini sangat penting sekali bagi emak, baik untuk update info, tabayyun, silaturahmi, dan tentunya bisnis emak juga menggunakan akun whatsapp ini. Pengen sekali sebenarnya, pindah saja ke telegram. Telegram itu lebih simple kalau menurut emak. Grupnya tidak menggunakan begitu banyak data, tapi beberapa grup telegram yang emak ikuti sih, pada ga mau pakai stiker, ga tau deh kenapa (karena sebenarnya emak juga baru-baru ini terjun ke telegram, jadi belum begitu paham bagaimana sistem aplikasi telegram ini). Mungkin bisa jadi juga stiker menggunakan banyak data? atau stiker menuh-menuhin ruang chat saja? atau.. entahlah.. jangan menduga-duga.. hehe..

Ok lanjut.

Kita kembali ke emulator. jadi karena emak sangat membutuhkan whatsapp, dan beberapa handphone emak sudah KO karena kesibukan whatsapp emak, jadilah emak berinisiatif untuk menggunakan emulator biar bisa menggunakan whatsaap lagi. Sebenarnya emulator ini banyak fungsinya, bukan cuma penggunaan banyak aplikasi karena space RAM yang besar, tapi juga kebanyakan nih, sebenarnya emulator ini banyak diperuntukkan bagi para gamers di seluruh dunia, biar bisa main game sepuas hati, tanpa lemot.

Ah, tapi emak merasa cukup puas dengan keberadaan emulator hanya untuk whatsapp, instagram, aplikasi Paytren, facebook, dan beberapa aplikasi lainnya yang menurut emak sangat mendukung dunia perbisnisan saat ini.. hehe..

Beberapa emulator yang emak pernah coba di antaranya:
1. Bluestack
2. Nox
3. Leapdroid

Bluestack udah dari dulu sih nyoba, tapi dulu itu tampilannya jadul banget dan kalau tak salah, sedikit membingungkan waktu itu menggunakannya. Entah karena emak masih meraba-raba atau memang saat itu aplikasinya memang jelek apa gimana, tapi so far, bluestack selama emak pake sih, lumayan buat whatsapp-an.

Makin mendekati kiamat, kebutuhan emak akan android semakin meningkat, jadilah emak coba aplikasi nox, karena ketika memutuskan untuk menggunakan emulator kembali, yang terbayang saat itu adalah bluestack yang kurang bisa dipahami bentuknya, jadilah searching emulator yang kira-kira cocok untuk kebutuhan emak. Dan pilihan terdampar pada nox. Nyaman sih menggunakannya, bisa beberapa aplikasi, tapi sayangnya instagram di nox ketika mau posting video, yang tampil cuma 'hitam' doang, ga tau deh penyebabnya apa. Sebenarnya masih nyaman-nyaman aja sih pakai nox, tapi tetiba nox nya error, apa karena ga di update-update atau suka matiin nox langsung shutdown laptop, sehingga ada beberapa data yang mungkin jadi error atau kenapa ga tau deh. Di 40% nox-nya stuck. Akhirnya nox di uninstall.

Dan malam ini kembali searching emulator. Sebelumnya udah coba bluestack dan nox yang terbaru, tapi ternyata membutuhkan space PC yang besar untuk menjalankannya. Dan terpilihlah Leapdroid yang kayaknya sih tidak begitu banyak minta space, dan tetap fast as other (dari baca-baca testimoni nya sih). Dan let we see.. apakah leapdroid ini akan nyaman dimata dan jari emak, atau kita akan beralih ke emulator lainnya (semoga tidak).

Hm... Udah selesai launching leapdroid di laptop nih, kayaknya sih menunya lebih simple gitu. Semoga emak betah dan leapdroidnya juga betah bersama emak..

ok. sekian dulu malam ini ya.. Bagi yang pengen nyoba emulator, coba searching aja di google, banyak pilihan kok, dan sesuaikan dengan space dan kebutuhan kamu tentunya...

Emak whatsapp-an dulu ye.. hehe..

Thursday, 29 November 2018

Rindu Sahabat

Malam ini lagi dilanda rasa rindu yang luar biasa kepada 2 orang sahabat yang selalu ada saat suka dan duka waktu merantau dulu. 2 orang sahabat yang selalu ngerecokin saat aku pusing, selalu bawa jalan-jalan saat aku suntuk, selalu ngerepotin dengan tugas-tugas mereka, dan tentunya selalu ada untuk menemani di saat aku membutuhkan sahabat.

MasyaAllah instrument ini selalu aku dengarkan ketika aku sedang berada bersama mereka. Instrument gitar yang selalu kudengarkan lewat handsfree saat menikmati ruwetnya Jakarta bersama mereka.

Mereka apa kabar?

Benar-benar lost contact dengan mereka berdua. Dunia kita sekarang sudah sangat berbeda. Aku setelah lulus dan menikah, menikmati hari-hariku dengan keluarga kecilku. Sahabat yang satunya, setelah aku menikah, ia tak lagi begitu intens chat atau bahkan telp. Bahkan ketika ia menemukan jodohnya, ia langsung off dari perdunia mayaan. Sahabat yang satunya lagi, menghilang. Mungkin dia disibukkan dengan pekerjaan barunya, atau bahkan sudahkah ia menikah sekarang?

Rabb.. titip salam rindu kepada mereka berdua. Orang-orang baik yang semoga menjalani kehidupan baru mereka dengan sahabat baru mereka dengan lebih baik lagi.

Semoga kalian bahagia dunia akhirat guys...

Rindu kalian...