Terharu..
Walau tidak memperlihatkan air mata di depan mereka, tapi sebenarnya di belakang mereka, air mata ini ngucur kayak air mancur.. hehe :p
Sahabat-sahabat terbaikku... walau kalian sempat membuatku jengkel dengan kecerewetan kalian, sempat membuatku ilfeel dengan "keseganan" dan permintaan maaf kalian yang kuanggap terlalu sering dan tak penting... tapi kalian mempunyai tempat spesial di hati ini. Kalian orang-orang yang kuat, tangguh, luar biasa dengan semangat yang tak pernah padam, saling mengingatkan, saling menguatkan... Sahabat-sahabat terbaikku....
Sahabat terbaikku, melepas masa lajangnya, walau aku terlihat cuek dan bermuka"anteng" di hadapanmu, tapi sesungguhnya, sebelum akad nikahmu, di dalam barisan ibu-ibu yang duduk rapi, aku tak tahan meneteskan air mata... Sahabat terbaikku akan melepas masa lajangnya.. terharu.. aku menangis bahagia untukmu sahabat...
Sahabat terbaikku, melepas masa mahasiswinya, walau aku terlihat cuek, dihadapannya selalu acuh dan mata selalu memandang layar handphone, tapi sesungguhnya, aku mendengarkan semua ceritamu. Di kamar kos-an ini, aku menitikkan airmata (ampe ingusan.. hoho)... Sahabat terbaikku telah bergelar M. Biomed... terharu... aku menangis bahagia untukmu sahabat...
Setelah sidang tesis, sahabatku mengucapkan "jazakillah" kepadaku...
hm.. jadi kepengen bahas ini di blog... Jazakillah artinya adalah Semoga Allah membalasmu... Kalimat yang simple tapi sangat bermakna menurutku... Di saat orang lain berbuat baik, ucapkan "Jazakillah"... Di saat orang lain berbuat buruk pun aku berpikir untuk mengucapkan hal ini juga.. kenapa??? karena, serahkan semua 'peradilan' kepada Sang Maha Adil saja... Biar Sang Maha Adil yang membalas semua perbuatan manusia di dunia ini...
Allah Maha Adil dan Allah Maha Tahu akan segala isi hati manusia, segala niat yang terbersit di dalam nurani manusia...
Biarkan Allah yang mengadili... Biarkan Allah yang membalas...
Terima kasih sahabat.. untuk segala pengalaman dan pembelajaran yang sempat engkau bagikan kepadaku... Sukses selalu buat kita...
Jazakillah khairan katsiran... SEMANGAT!!! :) :)
Thursday, 18 September 2014
Friday, 12 September 2014
Ada Apa Dengan Cinta (on my eye)
Film legendaris ini kembali kutonton disaat berusaha tidak ingin mau tau lagi dengan rutinitas yang tak berkehabisan. Alhamdulillah setiap kali aku melakukan kesalahan atau nyaris melakukan kesalahan, selalu ada yang menegur . Baik itu lewat sahabat, lagu, film, kejadian hidup bahkan dari cerita pengalaman orang yang tak dikenal sekalipun. Jadi ingat, aku dulu pernah berdoa, "Ya Rabb, pegang aku di jalan lurusMu, ketika aku berbuat salah atau nyaris berbuat salah, tarik aku kembali bahkan walau dengan paksaan sekalipun untuk kembali ke jalan lurusMu". Hm... inikah wujud terkabulnya doaku? Alhamdulillah...
Ada apa dengan cinta. Ketika persahabatan dipertanyakan saat hati menggebu-gebu akan cinta kepada lawan jenis. Dulu aku juga punya, hm boleh dibilang geng juga kali ya? Veil Friend.. Kita juga punya buku diari dan sampai saat ini masih beredar bergiliran kepada yang punya. 7 September 2014 kemarin, buku itu berpindah tangan ke salah satu anggota Vf yang melepas masa lajangnya. Kenangan indah bersama mereka. Kita juga pernah mengalami masa-masa dimana semua jadi pecah karena tidak saling mengerti dan sudah rempong dengan urusan masing-masing, ketika semua sudah memendam masalah mereka masing-masing, ketika di antara kita sudah ada yang mulai egois menyelamatkan diri sendiri.
Ada apa dengan cinta, suatu pelajaran juga sempat terlintas saat menonton adegan ketika, seorang cinta kacau dengan kehidupannya, memilih antara sahabat atau seseorang yang disukainya. Cinta kalau aku gambarkan adalah sosok seorang 'pemimpin' geng. Jadi ketika dia kacau, maka kacau juga sebuah perkumpulan yang ia pegang. Hm.. ini bukan tentang politik atau pemilihan presiden yang saat ini sedang heboh-hebohnya sih. Tapi sebuah pelajaran...
Jika aku sempat menjadi penyemangat bagi orang lain, aku juga harus bisa menjaga kestabilan emosiku agar orang lain yang terkesima dengan semangatku, tidak kecewa, dan tidak ikutan berantakan. Jika aku sempat menjadi sosok idola beberapa orang, aku harus bisa menyayangi diriku sendiri agar mereka bisa melihat sebuah "bukti" bahwa hidup ini adalah tentang kasih sayang.. baik itu pada diri sendiri maupun pada orang lain..
Mengutip sebuah ayat Al-Qur'an, sebuah do'a Nabi Adam as:
Al A'raf ayat 7
"Ya Allah, kami telah mendzhalimi diri kami sendiri, jika tidak Engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi"
Entahlah, ayat tersebut nyambung atau tidak dengan topik kali ini dalam pikiran para pembaca blogku ini, cuma aku berfikirnya begini. Hidup seimbanglah, ketika kau terlalu menyayangi orang lain, ingatlah, kau juga punya tubuh yang wajib kau sayangi. Karena ia sama-sama makhluk ciptaan Allah. Sayangilah diri sendiri walau akhirnya waktumu lebih banyak untuk menyayangi orang lain.
Wednesday, 10 September 2014
Kondangan oh Kondangan
Alhamdulillah...
Perjalanan kali ini kembali mengukir kenangan indah di benakku.
Selama persiapan dan perjalanan banyak sekali kejadian-kejadian yang membuatku tersentak. Tersentak karena kejadian tersebut mengingatkanku akan satu kata... BERSYUKUR...
Beberapa bulan terakhir mungkin memang terasa agak berat. Ketika hati retak berkeping-keping, badan makin ceking, tekanan buat masalah makin meruncing... Saat-saat penuh masalah itu memang mengerikan sekali. Aku menjadi lemah tak berdaya, pasrah tapi tak rela. Belajar ikhlas, belajar tetap tersenyum dalam situasi apapun, dan... belajar makan walau keadaan hati amburadul.. hehehehe
Nikmat Tuhan yang manakah yang engkau dustakan?
Begitu banyak hal yang wajib aku syukuri. Di saat aku merasa ke "single" an ini begitu menyiksa karena berbagai pertanyaan dan pernyataan yang nge"judge" secara sepihak, ternyata tidak sedikit juga yang cemburu melihat ke"single" an ku karena rumah tangganya yang tak henti dari masalah. Hm... "Pernikahan itu bukanlah sebuah akhir, tapi merupakan sebuah awal kehidupan yang baru" kata seorang sahabatku. Jangan dikira setelah menikah, engkau akan bahagia selamanya, karena status kita adalah masih menjadi makhluk yang "hidup". Hidup selalu punya lika-likunya tersendiri. Di saat aku merasa status mahasiswi ini sangat menyebalkan dan memuakkan dengan berbagai sindiran "kapan lulus"-nya, ternyata tidak sedikit juga yang menyatakan, aku wajib bersyukur, karena dengan status ini, aku bebas melakukan apa saja, ikut organisasi, ikut gratisan kesana kemari (dengan membawa kartu mahasiswa), ikut travelling di saat liburan yang terjatah sabtu minggu (tidak seperti orang kantoran yang dijatah libur hanya hari Minggu), dan banyak hal lain yang waaaaajib aku syukuri.
Yah.. memang ku akui. Aku adalah orang yang bertipe "tak mau diam". Mencoba untuk berhenti dari segala 'pengalihan pikiran dari tesis', tapi ternyata ada lagi yang datang, ada lagi yang muncul, ada lagi ide yang berkembang untuk dijalankan, dilaksanakan, dipertanggungjawabkan. Semua aktifitasku baik organisasi dan mengajar part time sudah aku off semua. Tapi apa? masih ada kegiatan baru yang datang menggoda dan yang paling menggoda itu adalah Sabtu Minggu aku di rayu dengan yang namanya "travelling". hihihi... tuh kan.. ada saja... Ga bergerak, ga keren.. kekekekek
Akhir agustus dan september, bulan-bulan yang boleh dibilang penuh dengan jadwal travelling setiap minggunya.
Akhir agustus kemaren dapat rezeki nimbrung temen. Si teman dapat tiket gratisan untuk mengikuti sebuah show... Tangerang.. untuk pertama kalinya aku ke sana... Dengan bermodalkan, tanya sana tanya sini, akhirnya sampai di Tangerang, tapi sesampainya di Tangerang bingung lagi, arah jalan menuju tempat show nya... Banyak juga yang tidak tahu tempat yang dimaksud, termasuk satpam sekalipun. Akhirnya kita beranikan untuk jalan kaki, bermodalkan feeling.
Dan sang penolong pun datang, lihat mahasiswa di jalanan, tanya mereka, alhamdulillah mereka tahu tempat tersebut.
Enaknya pergi dengan teman yang ga gampang capek, yang ga suka mengeluh, dan sudah tahu kepribadian masing-masing itu adalah bisa menikmati perjalanan dengan santainya tanpa harus merasa tidak enak atau merasa enggan atau merasa hal hal yang buruk lainnya. Kita saling seiya sekata saja, walaupun kita dilanda kebingungan, kelaparan, kelelahan akibat tak tahu arah.. hohohoho..
Ok... Tangerang katanya adalah kota industri. Saat baru datang ke sana memang terkesan kota itu begitu gersang. Ada sesuatu yang sama-sama kita rasakan saat itu. Kotanya padat dengan bangunan, tapi manusianya sangat sedikit sekali terlihat di jalanan. Sampai aku menyimpulkan kota ini sebagai "Kota ramai nan sepi". Begitu juga saat akan balik ke Jakarta. Bis padat, gedung padat, tapi manusianya sangat sedikit terlihat di jalanan. Dan eng ing eng.. di perjalanan pulang, ternyata Tangerang memperlihatkan sisi lain dari kegersangan dan kesepiannya. Perjalanan pulang dihiasi dengan pemandangan hijau yang luaaaas sekali... Alhamdulillah sungguh memanjakan mata.
Next trip adalah Lampung.
Orang minangkabau itu saling menenggang, punya ancang-ancang yang mantap (menurutku). Awalnya karena anggaran dana terbilang luamayan besar untuk ongkos ke Lampungnya, kita kekurangan anggota. tenggang menenggang, cari alternatif lain supaya harga patungan bisa menjadi lebih kecil. Secara tidak langsung aku berperan sebagai "ketua" rombongan (lagi-lagi). Dan akhirnya semuanya aku yang mengatur. Hanya mengatur saja, yang melaksanakan tetap teman-teman yang berbakat di bidangnya.. hehe.. Yang sempat tidak membuat enak itu sebenarnya adalah, sudah dibuatkan grup untuk saling berdiskusi untuk saling tukar pendapat mengenai teknis perjalanan nanti, tapi mengutarakan pendapatnya tetap lewat japri kepadaku. Dan akhirnya aku harus menguras otak, bagaimana supaya menjadi win win solution buat semua (karena aku tahu persis bagaimana kondisi masing-masing lewat japrian tadi). Lumayan membuat tidak enak, karena jika aku mengambil keputusan A, keputusan B pun harus bisa masuk. *apa sih? hahah.. pokoknya begitulah... menjadi penengah, menjadi notulen, menjadi MC sekalian menjadi moderator acara secara online..
Alhamdulillah akhirnya dapat win win solution juga. Kita berangkat dengan mobil rental yang disewa temanku yang berdomisili di Bogor. janjian jam 8 udah berangkat dari Jakarta, ternyata semua ngaret.. hahaha... Bagiku dan bagi teman-teman lain yang sudah saling memahami karakter masing-masing sih, ini sudah suatu hal yang lumrah dan saling mengerti saja. Tapi berhubung dalam rombongan kali ini kita kedatangan 2 orang tamu yang belum mengerti karakter satu sama lain, jadilah perjalanan ini agak meninggalkan jejak "tidak enak"... hihihi...
Berangkatnya ngaret, pulangnya ada yang nanya "kapan kita pulang?".. ahahaha... cape deh..
Ok.. lets enjoy this trip...
Akhirnya berangkat juga, aku berangkat dari Depok, secara salah satu temanku dalam keadaan tidak fit. Musti konsumsi obat gede-gede. Akhirnya aku menjadi pendampingnya saat itu. Berangkat dari Depok, kemudian menuju Jakarta setelah itu Tangerang dan terakhir Cilegon (rute penjemputan penumpang, hihihihi :p).. Setelah terkumpul semua pasukan, sopir pun berganti. Dalam mobil itu membawa 1 ibu hamil, 2 ibu-ibu yang sedang sakit dan 1 gadis yang kurang fit. Bagus... Beban sekali buat para cowok-cowok sepertinya.. ahahahaha.. Peace guys...
Perjalanan menuju pelabuhan Merak lumayan lama.. Dan mobil sempat ngadat. Kalau sudah di gigi 1, tiba-tiba saja mesinnya mati. Jadi keinget vario-ku di rumah. Penyakitnya sama. Dibilang akinya yang kena juga nggak... Emang sudah waktunya begitu kali ya? Tapi kalau diajak ngebut, oke oke aja. Lancar banget malah.. hahay. Dan akhirnya nyampe di pelabuhan sudah sore. Tapi ada untungnya juga.. Sunset guys... ^_^ ^_^
Indaaaaaaaaaaaaah... Pemandangan di pelabuhan pun tak kalah indah, riak air akibat hempasan badan kapal pun membuatku terlena... Indah, damai... LUAR BIASA!!! SUBHANALLAH ALHAMDULILLAH ALLAHU AKBAR!!! ^_^ ^_^
Satu hal yang juga membuatku takjub saat di kapal... Anginnya kuenceeeng... Apalagi di depan kapal... Wuuuussssshhh.. nyaris ga bisa 'handle' diri sendiri, berasa mau diterbangin angin, kayak layangan.. :D
Si sopir kedua, suaminya teman, bawa mobilnya mahir beneeer. Saking mahirnya ngebuuuut, lupa kalau istrinya lagi hamil 6 bulan. Kena tegur berkali-kali deh sama istrinya. Kami cuma diem.. hihihihi :p
Ok, sesampainya di Lampung sudah tengah malam sekali. Kita menginap di wisma yang telah disediakan. Agak serem sih... toiletnya, mm.. membuatku mikir buat mandi tengah malam, padahal gerah banget ini ceritanya...
Tapi alhamdulillah dapat tambahan kamar, di kamar yang satunya itu kamar mandinya lebih "bersahabat", jadi bersih-bersihnya di sana deh.. :p
Dan puncak acara pun di mulai keesokan harinya. Pernikahan. hm... ya.. pernikahan. Si calon pengantin sampai tak bisa berkata apa-apa, tegang banget, grogi abis, pucat pasi. Mungkin lebih parah lagi perasaannya ketimbang menghadapi ujian skripsi atau tesis atau seminar di khalayak ramai ya? Ijab Qabul disaksikan oleh semua orang, malaikat dan berjanji kepada Sang Khalik... Perjanjian yang berat memang...
Yap Pernikahan. Bukanlah suatu hal yang paling akhir, tapi itu adalah awal dari kehidupan baru. Khutbah nikahnya menyentuh sekali... Menebarkan setiap keindahan yang ada dalam pernikahan... Hm.. Semoga segera bisa menikah juga.. Dengan seseorang yang bisa membimbing menjadi insan yang lebih baik.. Aamiin.. :) :)
Ok, sampai dimana kita tadi, jadi mengkhayal kemana-mana barusan, gara-gara topik pernikahan ini..
Oya, setelah ijab qabul, resepsi di gedungnya.. Nih foto-fotonya... Rempong juga muter-muterin jilbab begitu, akhirnya aku dibantuin oleh istri teman yang kebetulan juga ikut dalam rombongan kita... Jadi ingat lelucon salah satu komik stand up comedy, Babab. Dia menyindir para wanita yang berjilbab "ribet".... "gimana cara pakainya itu? atau mungkin jilbabnya dibentangin trus kepalanya muter" puas banget ketawa dengan lelucon itu "sini saya bentangin".. kalimat yang bikin ngakak... Aku memang kurang suka dengan model model jilbab yang rempong. tapi kalau seandainya dalam suasana tertentu, seperti resepsi pernikahan atau memang ada acara khusus di sebuah panggung yang mengharuskan untuk berdandan, mau tak mau aku harus menghargai mereka. Setidaknya aku harus "berdandan", secara sehari-harinya jarang sekali berdandan ria.. :p
Lihat deh model jilbab saat resepsi di lampung ini:
Hahay, sesuatu banget yah "berdandan" itu... Bisa ga ya, tanpa dandan tapi tetap manis, enak dipandang dan senyuman menentramkan???
Perjalanan kali ini kembali mengukir kenangan indah di benakku.
Selama persiapan dan perjalanan banyak sekali kejadian-kejadian yang membuatku tersentak. Tersentak karena kejadian tersebut mengingatkanku akan satu kata... BERSYUKUR...
Beberapa bulan terakhir mungkin memang terasa agak berat. Ketika hati retak berkeping-keping, badan makin ceking, tekanan buat masalah makin meruncing... Saat-saat penuh masalah itu memang mengerikan sekali. Aku menjadi lemah tak berdaya, pasrah tapi tak rela. Belajar ikhlas, belajar tetap tersenyum dalam situasi apapun, dan... belajar makan walau keadaan hati amburadul.. hehehehe
Nikmat Tuhan yang manakah yang engkau dustakan?
Begitu banyak hal yang wajib aku syukuri. Di saat aku merasa ke "single" an ini begitu menyiksa karena berbagai pertanyaan dan pernyataan yang nge"judge" secara sepihak, ternyata tidak sedikit juga yang cemburu melihat ke"single" an ku karena rumah tangganya yang tak henti dari masalah. Hm... "Pernikahan itu bukanlah sebuah akhir, tapi merupakan sebuah awal kehidupan yang baru" kata seorang sahabatku. Jangan dikira setelah menikah, engkau akan bahagia selamanya, karena status kita adalah masih menjadi makhluk yang "hidup". Hidup selalu punya lika-likunya tersendiri. Di saat aku merasa status mahasiswi ini sangat menyebalkan dan memuakkan dengan berbagai sindiran "kapan lulus"-nya, ternyata tidak sedikit juga yang menyatakan, aku wajib bersyukur, karena dengan status ini, aku bebas melakukan apa saja, ikut organisasi, ikut gratisan kesana kemari (dengan membawa kartu mahasiswa), ikut travelling di saat liburan yang terjatah sabtu minggu (tidak seperti orang kantoran yang dijatah libur hanya hari Minggu), dan banyak hal lain yang waaaaajib aku syukuri.
Yah.. memang ku akui. Aku adalah orang yang bertipe "tak mau diam". Mencoba untuk berhenti dari segala 'pengalihan pikiran dari tesis', tapi ternyata ada lagi yang datang, ada lagi yang muncul, ada lagi ide yang berkembang untuk dijalankan, dilaksanakan, dipertanggungjawabkan. Semua aktifitasku baik organisasi dan mengajar part time sudah aku off semua. Tapi apa? masih ada kegiatan baru yang datang menggoda dan yang paling menggoda itu adalah Sabtu Minggu aku di rayu dengan yang namanya "travelling". hihihi... tuh kan.. ada saja... Ga bergerak, ga keren.. kekekekek
Akhir agustus dan september, bulan-bulan yang boleh dibilang penuh dengan jadwal travelling setiap minggunya.
Akhir agustus kemaren dapat rezeki nimbrung temen. Si teman dapat tiket gratisan untuk mengikuti sebuah show... Tangerang.. untuk pertama kalinya aku ke sana... Dengan bermodalkan, tanya sana tanya sini, akhirnya sampai di Tangerang, tapi sesampainya di Tangerang bingung lagi, arah jalan menuju tempat show nya... Banyak juga yang tidak tahu tempat yang dimaksud, termasuk satpam sekalipun. Akhirnya kita beranikan untuk jalan kaki, bermodalkan feeling.
Enaknya pergi dengan teman yang ga gampang capek, yang ga suka mengeluh, dan sudah tahu kepribadian masing-masing itu adalah bisa menikmati perjalanan dengan santainya tanpa harus merasa tidak enak atau merasa enggan atau merasa hal hal yang buruk lainnya. Kita saling seiya sekata saja, walaupun kita dilanda kebingungan, kelaparan, kelelahan akibat tak tahu arah.. hohohoho..
Ok... Tangerang katanya adalah kota industri. Saat baru datang ke sana memang terkesan kota itu begitu gersang. Ada sesuatu yang sama-sama kita rasakan saat itu. Kotanya padat dengan bangunan, tapi manusianya sangat sedikit sekali terlihat di jalanan. Sampai aku menyimpulkan kota ini sebagai "Kota ramai nan sepi". Begitu juga saat akan balik ke Jakarta. Bis padat, gedung padat, tapi manusianya sangat sedikit terlihat di jalanan. Dan eng ing eng.. di perjalanan pulang, ternyata Tangerang memperlihatkan sisi lain dari kegersangan dan kesepiannya. Perjalanan pulang dihiasi dengan pemandangan hijau yang luaaaas sekali... Alhamdulillah sungguh memanjakan mata.
Next trip adalah Lampung.
Orang minangkabau itu saling menenggang, punya ancang-ancang yang mantap (menurutku). Awalnya karena anggaran dana terbilang luamayan besar untuk ongkos ke Lampungnya, kita kekurangan anggota. tenggang menenggang, cari alternatif lain supaya harga patungan bisa menjadi lebih kecil. Secara tidak langsung aku berperan sebagai "ketua" rombongan (lagi-lagi). Dan akhirnya semuanya aku yang mengatur. Hanya mengatur saja, yang melaksanakan tetap teman-teman yang berbakat di bidangnya.. hehe.. Yang sempat tidak membuat enak itu sebenarnya adalah, sudah dibuatkan grup untuk saling berdiskusi untuk saling tukar pendapat mengenai teknis perjalanan nanti, tapi mengutarakan pendapatnya tetap lewat japri kepadaku. Dan akhirnya aku harus menguras otak, bagaimana supaya menjadi win win solution buat semua (karena aku tahu persis bagaimana kondisi masing-masing lewat japrian tadi). Lumayan membuat tidak enak, karena jika aku mengambil keputusan A, keputusan B pun harus bisa masuk. *apa sih? hahah.. pokoknya begitulah... menjadi penengah, menjadi notulen, menjadi MC sekalian menjadi moderator acara secara online..
Alhamdulillah akhirnya dapat win win solution juga. Kita berangkat dengan mobil rental yang disewa temanku yang berdomisili di Bogor. janjian jam 8 udah berangkat dari Jakarta, ternyata semua ngaret.. hahaha... Bagiku dan bagi teman-teman lain yang sudah saling memahami karakter masing-masing sih, ini sudah suatu hal yang lumrah dan saling mengerti saja. Tapi berhubung dalam rombongan kali ini kita kedatangan 2 orang tamu yang belum mengerti karakter satu sama lain, jadilah perjalanan ini agak meninggalkan jejak "tidak enak"... hihihi...
Berangkatnya ngaret, pulangnya ada yang nanya "kapan kita pulang?".. ahahaha... cape deh..
Ok.. lets enjoy this trip...
Akhirnya berangkat juga, aku berangkat dari Depok, secara salah satu temanku dalam keadaan tidak fit. Musti konsumsi obat gede-gede. Akhirnya aku menjadi pendampingnya saat itu. Berangkat dari Depok, kemudian menuju Jakarta setelah itu Tangerang dan terakhir Cilegon (rute penjemputan penumpang, hihihihi :p).. Setelah terkumpul semua pasukan, sopir pun berganti. Dalam mobil itu membawa 1 ibu hamil, 2 ibu-ibu yang sedang sakit dan 1 gadis yang kurang fit. Bagus... Beban sekali buat para cowok-cowok sepertinya.. ahahahaha.. Peace guys...
Perjalanan menuju pelabuhan Merak lumayan lama.. Dan mobil sempat ngadat. Kalau sudah di gigi 1, tiba-tiba saja mesinnya mati. Jadi keinget vario-ku di rumah. Penyakitnya sama. Dibilang akinya yang kena juga nggak... Emang sudah waktunya begitu kali ya? Tapi kalau diajak ngebut, oke oke aja. Lancar banget malah.. hahay. Dan akhirnya nyampe di pelabuhan sudah sore. Tapi ada untungnya juga.. Sunset guys... ^_^ ^_^
Indaaaaaaaaaaaaah... Pemandangan di pelabuhan pun tak kalah indah, riak air akibat hempasan badan kapal pun membuatku terlena... Indah, damai... LUAR BIASA!!! SUBHANALLAH ALHAMDULILLAH ALLAHU AKBAR!!! ^_^ ^_^
![]() |
| Pulau yang di belakang itu.. Baguuus.. :D :D ;D |
![]() |
| Laut itu tempat lepas mata memandang |
![]() |
| Riak air, Riuh Ramai Jernih |
![]() |
| Jaketnya dooong.. Biomedik FKUI.. *pamer pamer :p |
![]() |
| Sunset ^_^ ^_^ |
![]() |
| "Gonjong"nya Lampung sudah terlihat.. B| |
Satu hal yang juga membuatku takjub saat di kapal... Anginnya kuenceeeng... Apalagi di depan kapal... Wuuuussssshhh.. nyaris ga bisa 'handle' diri sendiri, berasa mau diterbangin angin, kayak layangan.. :D
Si sopir kedua, suaminya teman, bawa mobilnya mahir beneeer. Saking mahirnya ngebuuuut, lupa kalau istrinya lagi hamil 6 bulan. Kena tegur berkali-kali deh sama istrinya. Kami cuma diem.. hihihihi :p
Ok, sesampainya di Lampung sudah tengah malam sekali. Kita menginap di wisma yang telah disediakan. Agak serem sih... toiletnya, mm.. membuatku mikir buat mandi tengah malam, padahal gerah banget ini ceritanya...
Dan puncak acara pun di mulai keesokan harinya. Pernikahan. hm... ya.. pernikahan. Si calon pengantin sampai tak bisa berkata apa-apa, tegang banget, grogi abis, pucat pasi. Mungkin lebih parah lagi perasaannya ketimbang menghadapi ujian skripsi atau tesis atau seminar di khalayak ramai ya? Ijab Qabul disaksikan oleh semua orang, malaikat dan berjanji kepada Sang Khalik... Perjanjian yang berat memang...
Yap Pernikahan. Bukanlah suatu hal yang paling akhir, tapi itu adalah awal dari kehidupan baru. Khutbah nikahnya menyentuh sekali... Menebarkan setiap keindahan yang ada dalam pernikahan... Hm.. Semoga segera bisa menikah juga.. Dengan seseorang yang bisa membimbing menjadi insan yang lebih baik.. Aamiin.. :) :)
Ok, sampai dimana kita tadi, jadi mengkhayal kemana-mana barusan, gara-gara topik pernikahan ini..
Oya, setelah ijab qabul, resepsi di gedungnya.. Nih foto-fotonya... Rempong juga muter-muterin jilbab begitu, akhirnya aku dibantuin oleh istri teman yang kebetulan juga ikut dalam rombongan kita... Jadi ingat lelucon salah satu komik stand up comedy, Babab. Dia menyindir para wanita yang berjilbab "ribet".... "gimana cara pakainya itu? atau mungkin jilbabnya dibentangin trus kepalanya muter" puas banget ketawa dengan lelucon itu "sini saya bentangin".. kalimat yang bikin ngakak... Aku memang kurang suka dengan model model jilbab yang rempong. tapi kalau seandainya dalam suasana tertentu, seperti resepsi pernikahan atau memang ada acara khusus di sebuah panggung yang mengharuskan untuk berdandan, mau tak mau aku harus menghargai mereka. Setidaknya aku harus "berdandan", secara sehari-harinya jarang sekali berdandan ria.. :p
Lihat deh model jilbab saat resepsi di lampung ini:
![]() |
| ini pakaian di acara nikahan |
![]() |
| ini pakaian di acara resepsi |
Hahay, sesuatu banget yah "berdandan" itu... Bisa ga ya, tanpa dandan tapi tetap manis, enak dipandang dan senyuman menentramkan???
Selama acara resepsi, salah seorang dari kita menyumbangkan suara emasnya. Aku dan salah seorang teman lainnya ikut tampil di depan panggung untuk membantu sang "anak daro" untuk mengeluarkan suaranya bernyanyi di pelaminan...
Berkumpul itu seru, apalagi kita punya bahan lelucon yang sama yang saling bisa dimengerti lucunya dimana.. hihihi... Salah satu rombongan yang boleh dibilang "brondong" ketika kita bercerita lelucon-lelucon masa lalu, dianya malah cengo. Ga nyambung, karena saat lelucon itu ada, dianya belum lahir, atau mungkin masih dalam dunia alam bawah sadar (balita;red).
Kita pulang dengan masih dalam keadaan berdandan ala 'putri-putri dari negeri kahyangan antah barantah'. Menyusuri toko oleh-oleh, dan sayangnya tidak sempat foto-foto di tugu yang menjadi ciri khas kotabumi. Di Bandar jaya kita mampir di sebuah mesjid, shalat dan sedikit bersih-bersih, tukar baju. Plong.. berasa menjadi diri sendiri kembali.. Haha... Segarrrrr... 
Menatapi malam dengan suguhan langit dan laut malam, angin malam di atas kapal. Ada perasaan tenang, ada perasaan damai, ada perasaan, hm entahlah perasaan apa saat itu. tenang dan otaknya plong sekali dan tak henti-hetinya takjub dengan luasnya alam Sang Khalik. Ada suatu kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata ketika menimati sudut kapal sendirian... Berasa 'pacaran' sama Sang Khalik (mungkin ini bisa sedikit menggambarkan perasaanku). 
Sebelum menyebrang, mobil avanza rentalan itu dipenuhi oleh suara-suara merdu, menyanyi bersama, berasa KL (kuliah lapangan) lagi. Aku bahagia dan bersyukur mempunyai teman-teman seperti mereka. Ga neko-neko. Tapi tetap mengasyikkan. Seru.
Setelah menyebrang laut, semua pada tepar. Larut dalam ketenangan alam mimpi. Pak supir, mengantarkan lagi para pasukan. Cilegon dan Tangerang. Di Tangerang, supir berganti, mengantarkan pasukan ke Tebet, salemba, depok dan terakhir mengembalikan mobil rentalan ke Bogor.
Kemudian, beberapa di antara para pasukan benar-benar tepar.. Demam...
hihihi :p
Never mind.. lekas sembuh ya teman-teman,, Lain kali kita akan jelajahi kembali bumi milik Sang Khalik ini.. Tadabbur alam.. ^_^ ^_^
Senang bisa jalan-jalan bersama kalian... 
Now.. Back to activity...
Friday, 18 July 2014
Konflik Dunia
Sulit untuk memahami dan tak ada pulpen untuk menuliskan sebuah kesimpulan, jadilah blog ini sebagai sasaran. Pagi ini baca-baca berita tentang jatuhnya sebuah pesawat dan dikabarkan karena terkena rudal. Sebuah rudal yang berasal dari salah satu negara yang sedang terjadi konflik. Jujur, aku tidak tahu sama sekali tentang konflik tersebut. Searching-searching... Perebutan wilayah!!!
Hm.. konflik di GAZA pun ada sebagian yang mengabarkan ini juga merupakan konflik yang disebabkan oleh perebutan wilayah. Aku sempat membaca komentar-komentar di beranda facebook, begini kira-kira komentarnya --> "ga mungkin diserang kalau dia ga salah". Hm... Pemikiranku pun sebelumnya mengarah begini, setiap masalah tak ada yang salah satunya benar, atau satunya lagi salah. Dalam pemikiranku sebelumnya, jika terjadi masalah antara dua pihak, aku menarik kesimpulan mereka dua-duanya salah dan mereka dua-duanya benar (dari sudut pandang yang berbeda tentunya).
Oke, lanjut searching, aku jadi teringat dengan "apa alasan orang Belanda menjajah Indonesia"? MENJAJAH, mungkin ini adalah sebab utama mengapa terjadinya pembunuhan. Sistem berfikirku begini, ketika kita sudah damai, tenang kemudian tiba-tiba ada yang mengganggu kedamaian kita, kita melawan, dan kemudian diberi perlawan balik oleh yang kita lawan dengan lebih ganasnya. Hm... maka terjadilah pembunuhan.
Huaaah... susah juga ternyata mencari referensi yang kubutuhkan. Salah satu web, yang pertama kali kutemukan membahas tentang 'kedatangan' Belanda ini ke Indonesia... check it out... Sedikitku kuringkas tentang mengapa Belanda menjajah Indonesia, karena mereka menginginkan kekayaan Indonesia. Nah dari sini aku menarik kesimpulan seperti yang tertera pada paragraf 3 di catatanku kali ini.
Aku mencoba mencari berita penyeimbang, tapi tak kunjung ketemu.. Aku mau tahu, bagaimana pendapat Belanda tentang alasan mereka seperti yang tertulis di salah satu cerita tersebut. Apakah memang benar itu alasan mereka? Kemudian, juga dinyatakan disana, tentang penyebaran agama. Aku ingin tahu, apakah umat kristen membenarkan alasan tersebut? Mereka menyebarkan agamanya ke Indonesia??? Mencoba mencari sudut pandang ala 'orang kristen' nya.. tak ketemu linknya... ok kita sudahi dulu.
Lanjut tentang hal yang ingin aku himbaukan di sini.
Salah satu komentar yang sempat aku baca "ga mungkin diserang kalau dia ga salah". Komentar ini di posting oleh orang Indonesia. hm... apakah orang Indonesia bersalah ketika dia dijajah oleh Belanda?
Kemudian aku juga ingin menyatakan, hasil bacaanku beberapa bulan yang lalu tentang peperangan yang terjadi yang dipimpin oleh Muhammad Al Fatih. Orang Islam itu dilarang menyerang memerangi, harus diskusi dulu... nah, jika ada yang menyatakan Islam adalah teroris, itu salah besar... (to be continue ke paragraf berikutnya)...
Ada juga yang berkomentar di saat pilpres, menghujat partai Islam, mengatakan kemenangan salah satu presiden akan menguntungkan pihak tertentu bukan untuk kesejahteraan semua rakyat Indonesia. Satu hal yang ingin aku sampaikan, kalau memang seandainya kepentingan salah satu pihak ini adalah "kesejahteraan rakyat Indonesia" apakah itu salah? Hm.. aku dulu juga tidak begitu ambil pusing tentang partai Islam atau partai nasionalis, semua tergantung pribadi masing-masing, akan tetapi, mereka yang berada di bawah hukum Islam, dan BENAR-BENAR melakukan dan mentaati hukum Islam tersebut, aku yakin, Indonesia ini akan damai.. ISLAM dalam arti secara terminologi saja artinya adalah SELAMAT. Apakah Islam berbahaya bagi umat agama lain? TIDAK!!! Sekali lagi aku meyakini, ISLAM itu agama KESELAMATAN, baik untuk agama Islam itu sendiri maupun agama lain. Lalu mengapa orang Islam memerangi orang kafir? Karena mereka (orang kafir) yang tidak mau diajak berdamai... sama kasusnya dengan Belanda VS Indonesia tadi... Sudah terlalu mengganggu, diajak berdamai tidak mau, akhirnya diperangi. Hm.. begitulah kira-kira. Perang itu menurut hukum Islam adalah pemecah masalah paling akhir. Ada tahap-tahapnya sebelum diputuskan untuk berperang.
Kembali teringat tentang sebuah film yang terkesan menggambarkan adat Minangkabau adalah adat yang terlalu keras. Tidak teman... Minangkabau itu tidak keras... Minangkabau itu adalah ADAT BASANDI SYARA' SYARA' BASANDI KITABULLAH... Jikalau engkau melihat kerasnya adat dalam sebuah film tersebut, sesungguhnya itu bukan adatnya yang keras, teman... tapi 'manusia' nya yang keras. Sama juga halnya dengan Islam. Aku menarik kesimpulannya begini... AGAMA ISLAM ITU ADALAH AGAMA YANG BAIK... Jikalau ada yang engkau lihat tidak baik, sesungguhnya 'manusia'nya lah yang tidak baik. Agama Islam tidak dilaksanakan dengan baik, maka terlihatlah pribadi tersebut sebagai pribadi yang tidak baik.
Jika ada salah, salahkan aku, bukan agamaku
Huaaah... kelemahanku kali ini dalam menulis adalah, aku ingat kata-kata itu pernah ada, tapi takut untuk menuliskannya karena aku tidak bisa mengutipnya sesuai dengan susunan kalimat aslinya (akibat terlalu mengandalkan teknologi, semua pelajaran hanya diambil hikmahnya, bukan dihafalkan, jadilah begini, mau ngutip ga tau susunan kalimatnya bagaimana, searching-searching lagi, ga ketemu, sementara tangan dan otak sudah berlomba-lomba ingin posting tulisan ini... +,+)
Hm... aku tutup saja tulisan ini sebelum merambat kemana-mana... Kesimpulannya adalah...
Berbuatlah yang terbaik teman... jangan mau diadu domba, kalau ada berita miring, cari tahu kebenaran beritanya. Jika memang sudah sangat menjanggal dan tidak sesuai dengan pemikiran kita, diskusikan dan ajaklah berdamai. Perbedaan itu wajar, tapi jangan sampai kita terlibat dalam "pemanas suasana".
Salah satu kalimat salah seorang teman "Ambil banyak referensi, setelah itu tidak usah berdebat, cukup jadi pengetahuan. Kalau ada yang nanya baru jelaskan berdasarkan referensi"... Yah... ini kalimat penetral yang logic menurutku.
Sampaikanlah kebaikan. Jika kau lihat di luar sana terjadi kesalahan, cukup untuk jadi koreksi kita untuk masa depan, jangan diumbar-umbar keburukan orang lain. Karena setiap kita mempunyai keburukan masing-masing... Kalau kau ingin menasehatinya, nasehatilah dia 4 mata, bukan di depan khalayak ramai. Menasehati secara pribadi itu lebih baik.
Oya, satu lagi yang ingin kutambahkan. Ada juga yang berkata begini. Kalau ga "debat" ga rame. Sahabat... debat ga selamanya tentang keburukan bukan??? Gimana kalau kita debat tentang, bagaimana cara supaya lebih baik lagi untuk ke depannya? Lebih menarik begitu kurasa daripada harus berdebat sampai melibatkan emosi karena diumbar-umbar aibnya...
Hm... Satu kutipan yang kali ini kuingat dan kutemukan susunan kalimatnya:
"Sesungguhnya Allah akan menutupi aibmu selagi engkau menutupi aibmu sendiri" (Umar Bin Khatab)
Tak ada manusia yang sempurna, guys... Mari berusaha setiap detik, setiap menit, setiap hari untuk menjadi pribadi yang baik, lebih baik, dan lebih baik lagi... Semoga kita dicintai oleh Sang Khalik... Aamiin Ya Rahiim..
^_^ ^_^
Monday, 7 July 2014
Konser
*Late Post
Ok... Remaja kali ini. Mungkin tidak hanya remaja saat ini, remaja dahulu kala tahun 90-an pun mungkin juga berprilaku seperti ini.
Idola... Apa yang engkau puja dari seorang atau segerombolan idola? Apa manfaat kamu memuja seorang atau sekelompok artis. Shalatmu ok kah? Zakatmu sudah dibayarkan kah? Sebegitu mengidolakan seorang/segerombolan artis, kira2 ada manfaatnya kah? Rela berkorban, beli marchandise nya, rela nyari duit hanya buat bayar tiket masuk konsernya, rela teriak-teriak hanya untuk ikut bernyanyi bersama artis idolamu.
Coba ya, idola remaja-remaja ini adalah sosok yang benar-benar harus di idolakan... Bersuara merdu untuk membaca kalamNya, rela nyari uang kerja mati-matian untuk bersedekah, membantu sesama.
Hm.. Menghabiskan energi sampai tengah malam untuk jingkrak-jingkrak yang tidak penting (menurutku ya) menurutku kegiatan ini mubazir, bahkan sampai bawa anak segala untuk ikut konser. Tidakkah terfikir apa efek buruk bawa anak bayi ke konser yang dentuman musiknya luar biasa seperti ini?
Prihatin, tapi bagaimana memulai untuk mempengaruhi orang-orang ini agar tidak berlebih-lebihan dalam mengidolakan? Rakyat pengidola ini terlalu ramai...
Hobi, idola. Sampai melakukan hal yang "percuma" (menurutku). Mengambil foto, padahal foto para artis itu bisa di download lewat google dan bahkan bisa lebih bersih. Mengambil foto biar bisa share, pamer sama teman-temen "eh, gue ke konsernya duta, lho... Nih fotonya kalau lo ga percaya"... Is it important to share?
Hiburan... Hm.. Menurutku sebuah hiburan ga musti mahal dan menghabiskan energi seperti ini... Bikin jantung meledak-ledak, bikin suara serak-serak, bikin paru-paru jadi pengap...
Artis semakin kaya, fansnya dapat apa? Hahay.. Percuma... Menurutku ini sebuah kegiatan yang buang-buang waktu... Di akhirat juga ga bakal ditanya "apa yang telah kamu lakukan untuk idolamu? Berapa uang yang kamu habiskan untuk idolamu?"
Its not important.
Aku terperangkap di sini. Menemani, mencoba menghibur sang sahabat yang ngefans banget sama artis ini. Aku juga punya artis kesukaan, tapi ya ga sampai fanatik begini... Yah baiklah, hitung-hitung balas budi dan banyak hal yang menjadi perhatianku tentang para para pengidola ini. Temanku juga tidak terlalu fanatik sih sama artis yang satu ini. Aku mengundurkan diri dari posisi yang awalnya berada di tengah gerombolan fans, mundur ke barisan paling belakang... Dan mulai memperhatikan tindak tanduk mereka 'sang fanatik'
Konser, identik dengan 'Asap rokok'
Hm... Sudah lumayan lama aku meninggalkan 'dunia' seperti ini... Dulu masih santai saja menjadi perokok pasif, sampai menikmati dan mulai memilih mana asap yg bisa ditenggang mana yang bikin sesak...
Sekarang... Semua menjadi asap yang sesak...
Ternyata dunia apa ini. Sudah mulai berpikir seperti itu .. Nothing important about this concert...
Hhh... konser sesuatu yang sia-sia menurutku... Semua orang punya pilihan. Tapi, jadilah pemilih yang memilih hal yang baik. Jangan terlalu fanatik terhadap pilihan di dunia ini...
#Ceritaku di barisan paling belakang sebuah konser, sambil menunggu temanku...
Monday, 30 June 2014
Seni dan Kreativitas
Hm... Pemilu tahun ini banyak menuai kritikan yang tak layak untuk dibaca. Baca-baca sebuah berita tentang komentar-komentar para pendukung capres, membuatku tergerak untuk kembali menulis. Salah satu berita yang baru saja berhembus adalah tentang sikap seorang budayawan, mengkritik pendukung salah satu capres. Aku jadi berfikir dan bertanya-tanya, apa sebenarnya pengertian"seni dan kreatifitas" itu? Yah, setiap orang mempunyai pemikirannya masing-masing. Dan aku sering takjub dengan perbedaan pemikiran seperti ini. Seharusnya perbedaan pemikiran ini harus kita jadikan sebuah kekayaan lain dari Indonesia untuk membuat bangsa ini lebih baik lagi.
Sedikit melenceng tentang judul blog ini ya, pengen bahas tentang perbedaan pola pikir manusia. Ketika menjalani sebuah training untuk menjadi fasilitator, aku terkagum kagum dan sempat terkaget-kaget dengan pemikiran-pemikiran teman-teman fasilitator yang membahas tentang sebuah topik. Ternyata perbedaan pola pikir itu memang ada dan yaaah... Fantastis aja berasanya... Di saat kita memikirkan sebuah ide, dan teman yang lain mengungkapkan idenya yang lain, dan itu memang berbeda sama sekali, its amazing!!! *bagaimana menggambarkan ke "amazing"anku ini dalam kata-kata ya? hoho..
Oke, balik lagi ke topik tentang seni dan kreativitas...
Dari berbagai pengertian seni, aku lebih tertarik untuk mengambil pengertian seni dari pendapat Ki Hajar Dewantara, yakni : "Seni adalah perbuatan manusia yang timbul dari hidupnya, perasaan dan bersifat indah sehingga dapat menggetarkan jiwa perasaan manusia"
Ya, Seni itu indah... Nah apalagi itu indah? apa itu sebuah keindahan? Yaaah... baiklah, keindahan itu adalah sesuatu yang enak untuk dinikmati oleh pancaindra. (Mau ngeshare kebalikannya malah ga nemu artikel yang bagus.. hehe :p)
Kreativitas... Apalagi itu kreativitas? hm.. banyak juga pengertian kata yang satu ini. Tapi semua pendapat kurang lebih sama. Aku akan kutip sebuah pernyataan dari Munandar yang menurutku singkat padat tepat :
"Kreativitas adalah kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif".
Tapi.. Bagaimana dengan seni dan kreativitas yang kadang menurutku "di luar jalur"??? Berbuat salah kadang dibilang "seninya hidup"... Melakukan sesuatu yang "nyeleneh" kadang dibilang "kreatif"...
Apa begitu sesungguhnya pengertian seni dan kreativitas itu?
Salah satu paragraf dari blog http://iddang.wordpress.com/2012/11/25/hakikat-dan-batasan-seni/
Seni sebagai kesatuan integral terdiri dari empat komponen esensial, yaitu [1] karya seni (wujud, benda, visualisasi), [2] kerja cipta seni (proses penciptaan, teknis), [3] cipta seni (pandangan, konsep, gagasan, wawasan), [4] dasar dan tujuan seni (estetis, logis, etis, manfaat, ibadah). Keempat komponen tersebut berkesesuaian dengan katagori-katagori integralis seperti materi, energi, informasi, dan nilai-nilai. Dengan demikian pada hakekatnya seni adalah dialog intersubjeyektif dan konsubyektif yang mewujud dalam keempat komponen seni. Menurut wawasan Islam, intersubyektif dapat bermaknahablumminallah dan konsubyektif bermakna habluminannaas yang mencerminkan adanya hubungan vertikal dan hubungan horizontal.
Hm... agak sulit untuk menjelaskan pemikiranku. Aku kurang menyukai hal-hal yang di luar batas dan kemudian di judge mempunyai nilai seni yang tinggi. Melakukan hal yang baru memang kreatif, tapi apakah dengan melakukan sesuatu yang baru, dan sesuatu yang baru itu tergolong sesuatu yang tidak baik bahkan tidak menjadi sebuah pemecahan masalah dan malah menimbulkan masalah baru?
Bingung inti sebenarnya mau nulis apa, udah keburu ngantuk.. laptop pakai acara lemot BGT...
Yo wis, setidaknya sudah terwakilkan ketidak-nyamananku tentang seni dan kreativitas yang di 'luar batas'... kalau menurut teman-teman gimana??? Wanna share with me??? Monggoo.. :) :)
Thursday, 10 April 2014
Pemilu 2014
9 April 2014, sesuatu
yang dinanti-nanti oleh semua partai politik. Aku harus mulai dari mana ini? Begitu
banyak yang ingin diutarakan, karena begitu banyak pemikiran untuk hal ini.
Mulai dari mana saja ya..
semoga tidak ada yang terlewatkan untuk diungkapkan di sini.
Seharusnya aku sudah
mulai menulis di sini sebelum ‘pesta demokrasi’ ini datang. Aku ingin mengungkapkan
partai-partai mana saja beserta profil caleg mereka masing-masing lengkap dengan
‘track record’nya.. Sayangnya ada yang lebih penting untuk aku selesaikan
terlebih dahulu. Tesis, as you know, i am still here, Pascasarjana Biomedik FKUI.
Kalau di flashback...
dahulu orang-orang malah takut untuk menjadi pemimpin, ada pun yang ingin
menjadi pemimpin adalah orang-orang yang benar-benar real ingin mensejahterakan
rakyatnya. Cerita di dongeng-dongeng pun tentang sebuah kerajaan, walaupun
mereka sistemnya turun temurun untuk memimpin sebuah negeri, tapi kehidupan
mereka diperuntukkan memang khusus untuk kesejahteraan rakyatnya. Apa yang
terjadi sekarang di Indonesia? Mereka berebut kekuasaan, mereka berebut kursi
dan ada juga yang saling menjelekkan antar partai. Come on guys... kalian itu
mau jadi pemimpin atau mau cari kekuasaan di dunia yang fana ini? Baiknya saling
mendukung sajalah ya... Aku pernah baca sebuah berita yang menyatakan lebih
kurang seperti ini “kenapa harus saling caci maki, menjelek-jelekkan partai dan
orang lain? Sebaiknya saling berkomunikasi, dan lebih baik beradu argumen untuk
visi misi serta tindak lanjut kinerja apa yang akan diambil supaya Indonesia
ini lebih baik. Daripada harus saling menjatuhkan”. Yup menurutku pendapat ini
benar. Kalau memang niatnya tulus untuk menjadi wakil rakyat, menjadi dewan
rakyat, obrolannya seharusnya tentang bagaimana supaya Indonesia ini lebih maju
dan lebih baik lagi ke depannya, bukannya malah saling serang dan bermain
curang dengan ‘serangan fajar’ nya.
Kadang aku sampai merasa
aneh luar biasa dengan sistem yang tidak jelas. Contoh saja tentang ‘syarat
seseorang bisa mencalonkan diri menjadi DPR, DPRD dan DPD’. Apa syarat nya? Kata
teman-temanku tidak ada syarat khusus. Ok, wait I want to search it...
Sebenarnya apa syarat untuk mejadi wakil rakyat ini, kenapa seorang yang dengan
pemikiran picik pun, bisa lolos, kenapa seorang yang berpendidikan moral sangat
rendah, bisa lolos. Apa syaratnya?
Allahu Rabbi... Ternyata
menjadi caleg nya tidak ada ‘syarat khusus’ yang menurutku harus diadakan...
Syarat menjadi caleg itu telah ada pada UU No 8 tahun 2012. (silahkan searching
bunyi UU NO. 8 tahun 2012)
Dari beberapa syarat
menjadi caleg yang menurutku sangat simple ini, sebenarnya apa ya tugas para
caleg ini, kenapa syaratnya begitu simple? Apakah mereka tidak diembankan tugas
yang berat (seperti bayanganku)?
Ok, lets searching
again... Untuk memastikannya aku harus cari sumber terpercaya dulu. Waktu SMA
sudah belajar sih tugas legislatif apa, tugas yudikatif apa dan tugas eksekutif
itu apa. Dan ternyata hasil searching malam ini adalah... Jeng jeeeeeng...
Tugas legislatif itu lebih
kepada MEMBUAT UNDANG-UNDANG!!!
Wew.. apakah dengan
syarat se-simple itu bisa memenuhi kinerja orang-orang yang akan membuat
undang-undang untuk Indonesia tercinta ini??? *menyedihkan... Siapa yang
bertugas mengatur syarat dan ketentuan untuk menjadi anggota legislatif ini???
Tolong.. Somebody.. Siapapun, tolong suarakan, agar syarat dan ketentuan untuk
menjadi legislatif itu lebih di telaah kembali. Syaratnya terlalu SEDERHANA
untuk mengemban tugas membuat Undang-Undang...
Membahas tentang politik
memang tidak ada habisnya. Membahas tentang Negara memang complicated banget.
Ok, back to topic. Pemilu
9 April 2014, sebagai mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung untuk ikut
memilih, aku update-update berita terbaru, aku email kpu, tanya sana tanya sini
bagaimana caranya supaya bisa memilih tanpa harus pulang kampung. Kpu tidak
membalas email, tapi aku mendapat info dari teman-teman, kalau perantauan tetap
bisa memilih dengan cara mengurus form A5. Entahlah apa itu form A5,
sosialisasinya kurang sekali, atau memang karena aku tidak nonton televisi kali
ya? Tapi tetap cari tau, apa itu form A5, dan hasil searching menyatakan form
A5 itu adalah surat untuk pindah TPS.
Mulai menelfon, mengabari
orang-orang yang kira-kira bisa membantuku untuk mengurus form A5 ini ke
kelurahan di kampung. Mama sampai bolak-balik ke kelurahan (kasian, maaf ya
ma). Tapi hasilnya nihil. Orang di kelurahan tidak tahu sama sekali dengan form
A5. Mama memberikan hp beliau yang sedang terhubung dengan hp-ku. Berbicaralah
aku dengan sang petugas... Aku berusaha menjelaskan form A5 itu apa. Tapi dia
tetap kekeuh, menyatakan ‘kejujurannya’ akan ketidaktahuannya tentang form A5.
Tak tahu harus berbuat
apa dengan ketidaktahuan mereka ini, akhirnya aku menyerah untuk menjelaskan
kepada mereka. Kembali berusaha email kpu, memberitahukan situasi yang kualami.
Lagi-lagi kpu tidak memberikan balasan email. Pasrah.
Suatu siang, aku bertemu
dengan salah satu teman di kantin kampus. Beliau menginformasikan BEM UI
memasang sebuah pemberitahuan tentang “hak suara yang masih bisa digunakan bagi
mahasiswa perantauan”. Selesai makan, aku segera mencari informasi pasti
tentang pemberitahuan tersebut di papan pengumuman.
Sayang sekali foto
pemberitahuannya udah opi hapus. Intinya adalah para mahasiswa perantauan bisa
memilih dengan syarat mengisi sebuah formulir kemudian melampirkan fotocopy ktp
dan ktm. Tapi jadwal pengurusannya sudah lewat. Telat tahu informasinya.
Pantang menyerah, aku
coba menghubungi cp-nya, aku jelaskan kasusku. Ternyata mereka hanya mengurus
untuk mahasiswa S1 aja, tidak untuk S2. Aku mencoba membujuk, minta tolong agar
aku bisa ikut serta. Dan mereka akan tanya dulu informasinya kepada dekan,
apakah bisa atau tidak dan akan di informasikan esok harinya.
Esok harinya aku
menunggu, di sela-sela kerja di lab, selalu liatin whatsapp, menunggu kabar
dari panitia BEM UI nya. Sudah sore, masih tidak ada informasi, aku berfikir
mungkin dia sibuk, atau mungkinkah dia lupa bahwa ada seseorang yang sangat
berharap untuk di bantu? sekitar jam 17.21 wib, aku beranikan diri untuk
bertanya. Takut merepotkan sebenarnya, makanya nanya nya agak lama mikirnya.
Udah hampir maghrib, baru nanya. Ternyata bisa. Aku diperbolehkan untuk
mengurus, tapi deadlinenya adalah hari itu juga. Akhirnya janjian ketemuan di
sekre BEM maksimal jam 19.00. Selesai shalat maghrib, aku segera ke kampus. Kecintaan
terhadap negara ternyata bisa mengalahkan rasa takut. Hahay, yah biasalah aku
kadang masih suka takut dengan hantu dan segala macamnya. *kadang-kadang lho
yaaaaaaaaaaaaaa... hehehe.. :p
Ternyata di sekre masih
rame, ada yang lagi rambul. Isi formulir, serahkan fotocopy ktm dan ktp, say
thanks, and caw kekosan lagi. Berharap bisa memilih di Jakarta. Akan ada informasi
selanjutnya dari mereka. Aku sempat berpesan “jangan sampai hilang ya data opi,
amanah nih.. amanah.. hehe”... Panitia memberikan kepastian juga akan dibantu
semaksimal mungkin.
Satu minggu kemudian,
tepatnya 5 April 2014, datang sms dari BEM, sebuah sms berisi sebuah link.
Ketika di buka link, link tersebut menyebutkan bagi perantauan tetap harus
mengurus form A5. Kaget, langsung menghubungi BEM kembali. Masih nyimpan
percakapannya nih:
OPI: Aslm. Tetap harus
ngurus form A5 y? Kirain opi ngurus ke BEM kemaren bakalan ga ngurus form ini
lagi. Soalnya di tempat opi, petugasnya ga ngerti dan malah ga tau tentang
formA5...
BEM: Iya kak saya udah
coba nego dan minta toleransi sampe kpu pusat tp mereka nolak kak. Saya udah
ceritain masalah kak opi tp ya kpud jakpus tetep kekeuh
Bete, akhirnya opi tutup
pembicaraan dengan mengucapkan terima kasih dan mereka pun minta maaf tidak
bisa membantu. Padahal sudah searching-searching profil beberapa caleg.
Iri melihat orang-orang
yang sudah siap-siap memilih, yang sudah mempunyai calon-calon mereka sendiri.
Dan greget melihat orang-orang yang bisa menggunakan hak suaranya tapi malah
memilih untuk golput. Sayang banget. Entahlah kenapa aku terlalu ngotot untuk
ikut pemilu kali ini. Kepribadianku sepertinya berubah total. Dulu nerimo2 aja,
sekarang boleh dibilang ‘keras kepala’... keras kepala dari dulu sih
sebenarnya, tapi sekarang lebih ekspresif dan lebih terlihat lebih keras
kepalanya. Hahay.. ckckckck...
Aku curhat sama sepupu.
Bete tingkat akut. Dan hari Minggu-nya kebetulan aku menjadwalkan untuk ke
rumah beliau di Depok, sekalian balikin buku, sekalian silaturrahim, sekalian
lihat kabarnya yang sedang hamil 6 bulan.
Tak ada yang kebetulan
sebenarnya di dunia ini. Semua sudah di atur olehNYA. Sesampainya di rumah
beliau, ternyata suami beliau tahu tentang kasus opi. Cerita cerita cerita,
akhirnya opi di tawari untuk menjadi saksi. ‘kebetulan’ (ga ada yang kebetulan
opiiiiiii.. hohohoho) di salah satu tps, sedang kekurangan saksi. Terfikir
olehku, tidak nyoblos pun tak apalah, yang penting bisa ikut berpartisipasi. Aku
menerima tawaran beliau.
H-3 pemilu banyak sekali
info info tentang perantauan yang ku dapat, bagaimana proses nyoblos tanpa form
A5. Akhirnya aku inisiatif, minta tolong mengirimkan surat undangan memilihku
di kampung ke jakarta. Setidaknya ada bukti bahwa aku tidak menyoblos di
kampung. Persiapan berkas-berkas pun ku usahakan, minta tolong pengiriman
paling cepat dari kampung, menyiapkan ktp dan fotocopy-nya, menyiapkan ktm dan
fotocopy-nya. Ok siap!!!
Senin, abang ipar
ngirimin surat undangan pakai pos express. Senangnya luar biasa. Senin itu jadwalnya
aku menyelesaikan semua bab I- bab III tesis ku serta progress report dan
laporan pertanggungjawaban keuangan beasiswa LPDP ku. SELESAI!!!
Senin malam aku sudah
bawel nanyain ke ibu kos perihal suratku. Tidak ada. Yah, maklum mungkin baru
sehari, kemungkinan besok. Sorenya aku tanya lagi ibu kos. Tidak ada. Hopeless.
Hatinya menciut lagi.
Karena rabu menjadi
saksi, aku gantian mengajar privat jadi hari selasa. Malam sepulang ngajar, aku
diberikan berkas untuk bekal menjadi saksi. Seharusnya para saksi dari partai
yang aku wakilkan di salah satu tps ini mempunyai pelatihan untuk semua saksi
pada hari Minggu kemaren, tapi aku berhalangan untuk hadir. Akhirnya penjelasannya
malam H-1. Dan aku paksakan untuk membaca buku petunjuk yang diberikan partai
untuk pedoman menjadi saksi, di dalamnya ada syarat-syarat jenis surat suara
yang sah dan tidak sah. Aku paksakan untuk membacanya walau ngantuk dan cape
berat. Akhirnya ketiduran di pertengahan bacaan. Malamnya aku tak tenang dan
terbangun, shalat, baca lagi, sampai subuh. Mempelajari setiap detailnya. Maklum,
pengalaman pertama nih. Tidak ingin menjadi saksi yang ‘abal-abal’.
Habis subuh,
bersiap-siap, setengah 6, aku sudah berangkat dari kosan. Menuju TPS 44
matraman dalam II. TPS ada di mana-mana bahkan ada yang menutup jalan. Akhirnya
sesampainya di TPS 42, aku terpaksa jalan kaki mencari TPS 44. Aku kira tidak
akan jauh... karena aku bertemu pertama kali dengan TPS 42 yang hanya selisih 2
angka dari tps-ku. Tapi tidak saudara-saudara, aku harus berjuang lagi. Ketemu dengan
tps 45, 43, 40, 41... ah susah sekali jalanan di Jakarta ini. Muter... muter..
muter... But i try to enjoy it. Masih belum jam 06.00 WIB.
06.10 WIB akhirnya sampai
di TPS 44, dengan bekal tanya sana tanya sini.. Sesuatu banget. Sempat
berfikir.. ‘ada ga ya saksi lain yang punya kasus seperti opi? Musti keliling-keliling
dulu buat nyariin tempat dimana dia bertugas’. Weleh-weleh...
Di buku petunjuk pemilu,
saksi diharuskan datang satu jam sebelum acara dibuka. Dan paling lambat 06.30
WIB. Untungnya Cuma telat 10 menit. Tapi... TPSnya sepi.. ya elah... hanya ada
beberapa orang. Dua orang petugas dengan pakaian rapi yang sepertinya merupakan
bagian keamanan dan membantu lancarnya acara pemilu. Kemudian ketua KPPS yang
masih santai duduk menggendong seorang anak kecil (entah ini cucu atau anak
beliau), dan 2 atau 3 orang warga sekitar. Aku cengo melihat tps sunyi. Gagap mau
berkata apa, akhirnya si bapak ketua menyapaku, bertanya ada keperluan apa, dan
barulah bisa berkata-kata. Aku diberi name tag.
Baru aku seorang yang
hadir sebagai saksi. Wedew, untungnya warga di sana ramah tamah, aku di ajak
ngobrol, di ajak bercanda, walau mereka semua lelaki semua.. Para bapak-bapak
nongkrong pagi-pagi di TPS. Tak lama kemudian, datang seseorang, dari kejauhan
ketika melihat beliau, aku berasa kenal, tapi entahlah siapa. Beliau menghadap
ketua KPPS yang sudah rapi dengan baju koko putihnya (seragam KPPS TPS 44). Dan
kemudian menghampiriku... Memberikan sebuah kertas dan tepukan di lengan atas
kiri ku. ‘SEMANGAT YA!!!’
Serrrr.. merinding!!! “Ya
mbak, OK. SIP”... Ku jawab lantang dan menunjukkan jempol kananku kepada
beliau.
Ternyata beliau adalah
salah satu anggota partai yang pernah menjadi saksi juga di TPS yang sama di
pemilu sebelumnya. Beliau memberikan sebuah kertas kecil, ternyata itu adalah
bukti dari KPPS bahwa surat mandat bertugasku sudah diberikan ke KPPS tersebut.
Tercenung melihat sosok
beliau berlalu meninggalkan TPS, melangkah dengan tegapnya. “Seorang wanita
yang luar biasa pastinya”, aku membatin.
Sambil menunggu pukul
07.00 aku melihat sekitar, kesibukan KPPS menyiapkan tempatnya dan beberapa
warga yang datang untuk melihat list partai dan caleg yang sudah terpampang di
sebuah papan tulis. Ternyata memang masih banyak warga yang belum tahu siapa
yang akan mereka pilih, dan tidak tahu apa visi misi caleg tersebut.
Pukul 07.00 WIB. Semua
sudah siap. Beberapa saksi sudah berdatangan. Acara di mulai. KPPS di sumpah
oleh ketua KPPS. Ketua KPPS membacakan aturan-aturan. Dan mulailah ‘pesta
demokrasi’ ini. Acara berjalan lancar. Aku menunggu-nunggu waktu untuk bisa
ikut menyoblos. Dan lagi.. ‘kebetulan’ yang sebenarnya bukan kebetulan, tapi
memang sudah ditakdirkan... para saksi ngobrol dengan pak RT yang bertugas
memastikan warga mencelupkan jarinya pada tinta. Ngobrol tentang surat suara
tambahan dan surat suara khusus. Aku nimbrung, dan sekaligus bertanya bagaimana
prosedur memilih untuk kasus sepertiku. Beliau menyatakan, urus ke pps dulu.
Setelah mendapat izin dari pps, baru bisa nyoblos. Girang.. hatiku girang.
Langsung sms tim sukses partai, minta digantikan untuk sementara opi mengurus
surat ke pps. Tim sukses yang berhubung adalah suami sepupuku, mencarikan
gantinya.
Ada satu yang aku takjubkan
dari partai ini. Entahlah ini hanya berlaku di matraman saja atau memang di
seluruh Indonesia. Berasa aura-aura perjuangan Al-Fatih. Aku seolah mengenal
mereka walau sebenarnya aku belum pernah bertemu sama sekali. Mereka khas...
Ukhuwahnya... Perjuangan dengan iman...
Aku digantikan. Kemudian
ditemani abang sepupu, aku menuju pps matraman. Sempat berdebat. Dan aku sempat
kesal degan keputusan yang mereka ambil. Tidak bisa membantu. Walau aku sudah
menjelaskan perjuanganku mengurus segala form yang diperlukan. Pps ramai,
akhirnya aku putuskan untuk menunggu pps sepi dengan pengunjung yang juga sibuk
mengurus hak suaranya. Ketika sepi, aku jelaskan kembali, perlahan tapi pasti.
Tapi tetap tidak bisa. Aku yakinkan juga bahwa aku memang benar-benar sedang
merantau ke sini dengan menunjukkan ktm ku. Tetap tak bisa. Kesal luar biasa.
Positif thinkingnya, mereka berlaku demikian karena mungkin juga takut adanya “pergerakan
massa”. Karena aku sempat mendengar, ada yang menghubungi lewat hp, menanyakan
‘apakah bisa memilih di jakarta pusat, sementara undangan memilih ada di
jakarta barat’. Masih kawasan jakarta. Sementara kasusku, di antar pulau. Yah,
aku maklum mereka mengambil keputusan demikian. Tapi tetap saja kesal, akhirnya
aku berterima kasih, dan keluar dari ruangan. Di luar ruangan tak tahan lagi.
Kesalnya berubah menjadi bening-bening air mata. Abang sepupuku berusaha
menanyakan kembali kepada petugas pps. Mereka minta maaf tidak bisa membantu.
Keluar juga sifat wanitaku akhirnya. Sambil terisak aku kembali menjelaskan “Tolong
cek secara online deh pak, kita kan sudah punya e-ktp, seharusnya bisa dong di
cek saya memilih di kampung atau tidak, saya bukan termasuk pergerakan massa
kok pak”
Akhirnya si petugas
luluh, beliau menelfon kpu, menjelaskan kasusku, dan ternyata dari kpu-nya
memberikan izin. Subhanallah... Hatiku longgar luar biasa. Tapi dengan syarat,
aku mendapat persetujuan dari ketua KPPS dan semua saksi yang hadir di TPS 44,
dengan meminta tanda tangan mereka dan melampirkan fotocopy KTP. Aku mengiyakan segala prosedurnya. Biarlah
ribet, yang penting bisa nyoblos!!!
Sesampai di TPS, aku
jelaskan kepada ketua KPPS, alhamdulillah, BISA!!! Semua saksi pun bersahabat,
memberikan tanda tangan mereka. Ya Allah... Benar-benar merasa paling keren
saat itu. Ketika namaku dipanggil untuk mencoblos... Bismillah, sesuai hati.
Semoga bisa berperan dalam kebaikan. Dan ketika mencelupkan kelingking ke
tinta, menggigil, gemetaran, pengen nangis, tapi malu, terharu banget...
Bangganya aku bisa ikut memilih!!!
Hahay, sudah panjang saja
ini cerita. Coba kalau ngetik tesisnya selancar ini ya.. hohohoho...
Saatnya tugas sebagai
saksi aku laksanakan. Penghitungan suara. Pukul 13.30 WIB, setelah istirahat,
makan dan shalat, TPS 44 memulai menghitung surat suara. Ramai. Di belakang
para saksi pun dikerumuni oleh warga setempat. Sesak. Perhitungan surat suara
pertama lancar. Perhitungan surat suara kedua, aku bingung, berasa ada yang
salah. Kubuka buku petunjukku. Ternyata memang ada kesalahan. Aku interupsi.
Kasusnya adalah:
Surat suara itu melubangi
kertas di lambang partai dan caleg. Kemudian suara itu ditulis di bagian partai
dan caleg nya juga. Seharusnya, surat suara itu hanya berlaku untuk suara caleg saja.
Aku berusaha menjelaskan,
kemudian salah satu warga nyolot. Semua heboh. Menyalahkan pendapatku. Aku
memberikan bukti, melihatkan buku petunjuk penghitungan surat suara. Salah satu
warga yang nyolot sebelumnya masih ngotot. Para saksi yang lain entahlah apa
yang mereka katakan, suasana heboh banget. Sayangnya suaraku kecil sekali di
antara bapak-bapak bersuara besar itu, jadi aku harus menunggu suasana agak
hening dulu, pengen teriak rasanya. Ketika suara-suara sudah mulai minim, aku
kembali menjelaskan dengan melihatkan bukti buku petunjuk. Sebagian mulai
terdiam. Dan alhamdulillah akhirnya KEBENARAN TELAH DITEGAKKAN!!! PUAS!!!
*hohoho.. lebay banget ya?? Tapi benar-benar puas telah memperjuangkan sesuatu
itu. Sebenarnya sempat takut, takutnya bukan karena aku disalahkan dan diserang
oleh beberapa warga yang nyolot, tapi takut kalau penghitungan surat suara itu
tetap salah.
Dan akhirnya, perhitungan
surat suara berjalan lancar. Aku merasa teristimewa sekali. Saksi dari partai
yang lain malah tidak tahu tentang detail syarat-syarat sah surat suara.
Akhirnya ketika terjadi keambiguan berikutnya, Ketua RT yang membacakan dan
memperlihatkan surat suara, kembali menanyakan bagaimana hukumnya surat suara
tersebut dengan melihat kepadaku. Dan akupun melihat buku petunjukku kembali
dan menjelaskan bagaimana seharusnya. Berasa disegani dan dihargai banget.
Terima kasih KPPS 44. Kalian the best.. Tetap memegang sumpah yang telah kalian
ucapkan.
Dari suara-suara yang
telah dihitung, terlihat bahwa beberapa warga menurutku mereka memilih hanya karena
info dari televisi saja. Sempat terfikirkan juga olehku. Sebenarnya demokrasi
ini belum pas untuk dilaksanakan di Indonesia. Karena tidak semua rakyat
Indonesia yang bisa melakukan pengamatan terhadap caleg yang ada. Mereka hanya
memakan bulat-bulat apa yang diinfokan oleh televisi, koran dan radio tanpa
mencari tahu lebih lanjut apakah berita itu benar atau tidak.
Perhitungan surat suara
selesai pukul 21.00 WIB. Terjadi satu lagi kasus. Di berita acara, KPPS salah
menuliskan jumlah suara di dua buah partai. Aku membantu KPPS untuk mengecek
kembali. Membantu dengan nada tenang, biar tidak terjadi emosionalisme (kata
apa ini? Hehe :p), secara hari sudah larut malam, mereka sudah keletihan.
Akhirnya semua siap, beres, pas, mantap pada pukul 22.00 WIB.
ALHAMDULILLAH... Luar Biasa
sekali pengalaman pertama menjadi seorang saksi. Semoga bernilai ibadah.
Aku pamit dan mengucap
salam kepada seluruh KPPS.
Wa’alaikumussalam.. doa
mereka melepas kepergianku dari TPS 44. Alhamdulillah di doakan keselamatan
oleh banyak orang. SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH, ALLAHU AKBAR!!! ^_^ ^_^
*Yippiiiieee.. ceritanya
kelar juga... :D
Subscribe to:
Comments (Atom)







